Uncategorized
Beranda » Berita » Mimpi Abraham Liyanto Memandirikan NTT Mulai Terwujud (2)

Mimpi Abraham Liyanto Memandirikan NTT Mulai Terwujud (2)

FOTO : Tim UCB dipimpin Ir Abraham Paul Liyanto berangkat ke Osaka Jepang

TEROPONGNTT.COM, OSAKA-JEPANG — Nasib Tidak Tentu atau Nanti Tuhan Tolong menjadi olokan bagi orang-orang NTT sebab masuk daerah 3T. Hanya ada satu T yang tidak boleh terjadi, yaitu TERTIPU.

Istilah ini sering diungkapkan oleh Senator Ir. Abraham Liyanto. “Payah kalau kita sampai terjebak 4T. Oleh sebab itu dengan semua sumberdaya dan kekuatan yang dimiliki, kami terus berupaya agar Masyarakat NTT sehat, cerdas dan bisa berdiri di kaki sendiri.

Jangan ada lagi TKI kita yang teraniaya atau tereksploitasi karena sumber daya manusia yang rendah. Oleh sebab itu kita harus bisa mengirim orang-orang hebat ke luar negeri, memperoleh pekerjaan yang baik dan penghasilan yang mumpuni agar dapat kembali membagun NTT menjadi lebih baik lagi”. Tegas Liyanto.

Dr. Sem Littik salah satu yang ikut dalam rombongan ke Jepang menceritakan pengalamannya bertemu dengan para alumni dan orang NTT di Jepang yang sudah cukup mapan.

“Kemarin, kami jumpa dua nona NTT yang bekerja sebagai perawat panti jompo di kota Akhasi, tetangganya kota Kobe. Nona Ivon Bere (Belu-Sabu) dari Atambua dan nona Ester Buka (Sumba-Sabu) dari Tarus. Mereka alumni D3 Perawat Poltekes Negeri Kupang, dan dikontrak 5 tahun sejak Juli 2024 yang lalu.

OJK NTT Gelar Kegiatan KOMODO, Diskusi Santai Tentang Program Kerja dan Perkembangan Sektor Jasa Keuangan Bersama Awak Media

Gaji bersih mereka saat ini Rp. 16 juta per bulan. Potongan bayar kos, biaya-biaya pelatihan, tiket pesawat, di luar gaji bersih. Ada tambahan income untuk lembur”. Jelas Litik.

“Sekitar 6 anak NTT bekerja di kota Akhasi. Tentu dari Indonesia banyak juga di Akhasi. Kami bertemu perawat-perawat dari Myanmar dan Vietnam di rumah jompo Kokogawa. Nyata manusia muda NTT bersifat mandiri, cerdas dan berani kerja di negara lain.

NTT bukan daerah Tertipu, namun tugas pemerintah daerah dan kampus membangun jembatan dan menyiapkan wadah dan jalurnya. Pa Abraham Paul Liyanto telah memulainya dan hasilnya telah terpampang nyata ”.

Pada perjalanan tersebut ada acara penyerahan plakat UCB, selendang tenun dan kue/teh kelor dari Ketua Dewan Pembina Yayaysan CBIM, ibu Ani dan WR I UCB kepada: Mr. Furumi, President Incollex Co., Tokyo (usaha rekrutmen tenaga kerja) dan Mr. Miyake, President Apri, Osaka (pemilik panti-panti lansia) juga Konjen RI di Osaka.

Para perawat dari NTT diharapkan dapat menolong para lansia di Jepang dan tentu imbalannya adalah upah dan penghidupan yang layak.

Di Merauke, Wanam Sejahtera Lewat Sektor Pertanian, Mentan Amran: Anggaran untuk Papua Kami Tambahkan

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement