TEROPONGNTT, KUPANG – Para petani di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengeluhkan kelangkaan Pupuk NPK Phonska yang diduga terjadi karena terhambatnya bongkar muat di Pelabuhan Tenau Kupang. Pupuk NPK Phonska adalah pupuk majemuk anorganik bersubsidi yang mudah larut dan efektif meningkatkan pertumbuhan serta hasil panen berbagai tanaman.
Bagi petani, kelangkaan Pupuk NPK Phonska akan berdampak pada pertumbuhan tanaman dan juga hasil panen nantinya. Pemberian pupuk NPK Phonska yang tidak tepat waktu pada tanaman bisa menurunkan tingkat produksi hasil tanaman pertanian.
Merasa penanganan bongkar-muat Pupuk PNK Phonska terhambat di Pelabuhan Tenau Kupang, para petani Kabupaten TTS kemudian menyampaikan pengeluhan mereka tersebut kepada Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Usman Husin.
Anggota DPR RI Usman Husin yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp (WA) pada Rabu (25/3/2026), membenarkan dirinya mendapat laporan dari petani di TTS terkait kelangkaan pupuk NPK Phonska. Alasannya, karena masih terkendala pembongkaran di Pelabuhan Tenau Kupang.
Terkait hal ini, Usman Husin mendesak Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia serta Kementerian Perhubungan, untuk memperhatikan sistem distribusi pupuk bersubsidi agar tiba di tangan petani tepat waktu termasuk Pupuk NPK Phonska. Sehingga tidak mengganggu tingkat pertumbuhan tanaman dan hasil panen nantinya.
Sementara itu, seperti dikutip dari Liputan68.com, AVP Operasi Distribusi Bali & Nusra PI, Defri Wahyudi, terdapat dua kapal yang saat ini memuat pupuk untuk NTT, yakni KM BWT Langgeng 011 yang mengangkut pupuk NPK serta KM Kisik Mas V yang membawa pupuk urea. Namun pembongkaran pupuk terkendala antrean sandar kapal di Pelabuhan.
(*)









Komentar