TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Kelurahan Penfui digelar meriah dan diwarnai penampilan tarian adat dan tarian kreasi budaya dari berbagai etnis. Yang juga menarik, kehadiran Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo dan rombongan di lokasi kegiatan Festival Budaya ini, disambut dengan sapaan adat Rote Ndao dan Tarian Taebenu dari Sanggar Sodamolek Penfui.
Tarian Taebenu adalah salah satu tarian adat masyarakat etnis Rote Ndao yang sudah diwariskan secara turun temurun. Tarian Taebenu mengekspresikan rasa kebahagiaan dan kehanggatan serta penghormatan masyarakat Rote Ndao saat menerima tamu pada upacara adat maupun saat menyambut tamu-tamu penting pemerintahan dalam suatu acara atau kegiatan.
Setelah sapaan adat, Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo dan rombongan kemudian dikalungi salendang oleh Lurah Penfui, Fransisco Dugis dan tokoh masyarakat kelurahan Penfui, dan diarak masuk ke tenda kegiatan Festival Budaya dengan Tarian Taebenu, diiringi bunyi gong gendang khas budaya Rote Ndao. Para penari Tarian Taebenu tampak ayu dan anggun dengan mengenakan pakaian adat Etnis Rote Ndao.
Festival Budaya Kelurahan Penfui digelar di lokasi bagian utara Pasar Penfui, di bilangan Jalan Adi Sucipto Penfui Kupang. Festival Budaya Kelurahan Penfui digelar selama tiga hari dan dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo pada Kamis 20 Agustus 2026.
Sementara sejumlah tarian adat dan tarian kreasi yang ditampilkan pada hari pertama kegiatan Festival Budaya Kelurahan Penfui berupa Tarian Menenun dari etnis Sumba Barat Daya (SBD) yang dibawakan para siswa SDI Nasipanaf, Tarian Tebe Boot dari etnis Belu-Malaka dan Tarian Kreasi Soka Toja dari etnis Maumere dibawakan para siswa SMP Il Kapten Nasipanaf, Tarian Kreasi Dero dari etnis Bajawa dan Tarian Kreasi Bosan Hala dari etnis Lamaholot Flores Timur-Lembata dibawakan oleh para ASN Kantor Kelurahan Penfui, serta Tarian Te’o Renda dari etnis Rote Ndao dibawakan para siswa SD Swasta Angkasa Kupang.
Sementara para Siswa SMPK Adi Sucipto Penfui Kupang menampilkan Band Musik dan Puisi sementara perwakilan ASN dari Kantor Kelurahan Naimata sebagai kelurahan tetangga mempersembahkan lagu daerah NTT yang dinyanyikan secara solo oleh Ria Laore.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Festival Budaya Kelurahan Penfui, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan utama yang memberi harmoni bagi kehidupan masyarakat Kota Kupang, Keberagaman masyarakat ibarat nada dalam sebuah lagu, ada yang nadanya tinggi dan ada yang nadanya rendah, namun ketika ditempatkan secara tepat akan menghasilkan musik yang indah.
“Harmoni itu bukan sama atau seragam, tetapi seimbang. Layaknya nada-nada dalam sebuah lagu, dia berbeda-beda, tetapi begitu ditaruh di dalam sebuah tempat yang pas, dengan proporsi yang pas, dia menjadi harmoni lagu yang indah. Itulah keberagaman kita di Kota Kupang,” kata Wali Kota Christian.
Keberagaman Kota Kupang, kata dr Christian juga bisa diibaratkan dengan kain tenun yang dikenakan masyarakat dalam festival budaya ini. Saat kain tenun dipakai baik sebagai pakaian, perpaduan berbagai warna dan coraknya dalam kain tenun menampakan keindahan dan membut sesorang menjadi lebih cantik atau tampan. Itulah keberagaman Kota Kupang.
Karena itu Wali Kota mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang terutama masyarakat Kelurahan Penfui, untuk terus menjaga dan merawat kekayaan budaya dan keragaman yang dimiliki. Jangan dijadikan sebagai jurang pemisah dan pengkotak-kotakan tetapi jadikan sebagai perpaduan yang indah dan harmoni dalam hidup, yang berdampak pada kehidupan yang lebih baik dengan penuh persaudaraan dan semnagat kebersamaan.
Tak lupa, Wali Kota Kupang mengucapkan selamat kepada masyarakat dan pemerintah Kelurahan Penfui atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya tersebut. Jadikan ajang ini sebagai momentum untuk mempromosikan dan melestarikan budaya sebagai warisan untuk anak cucu ke depan.
Sementara Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan Festival Budaya Kelurahan Penfui, di wilayah Kecamatan Maulafa, tahun ini mengusung semangat pelestarian budaya dan mempererat kebersamaan masyarakat. Pegelaran Festival Budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kekayaan budaya sekaligus membangun semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Harapannya semoga dengan kegiatan Festival Budaya yang akan digelar selama tiga hari hingga Sabtu 22 Agustus 2026 ini membangkitkan semangat kebersamaan, gotong royong, cinta tanah air, dan tidak kalah pentingnya membangkitkan semangat mama-mama pelaku UMKM untuk terus meningkatkan pendapatan mereka,” kata Fransisco.
Ia menjelaskan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan penfui selama tiga hari akan diisi dengan pementasan seni budaya, lomba tarian dan lagu daerah, serta fashion show pakaian adat bagi anak-anak dan remaja/pemuda serta para lansia. Kegiatan ini pasti akan berlangsung seru dan menarik.
Hal yang sama disampaikan Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Penfui, Karolus Donggo dalam laporannya. Karolus Donggo mengatakan, Festival Budaya Kelurahan Penfui tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk memperkenalkan, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Selain itu, kata Karolus Donggo, kegiatan Festival Buday aini juga bertujuan meningkatkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme masyarakat, selain melestarikan budaya daerah, meningkatkan kebersamaan dan gotong royong, serta memberikan ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk menampilkan kreativitas dan potensi seni budaya yang dimiliki.
Hal tersebut karena kegiatan Festival Budaya Kelurahan Penfui juga sekaligus digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang telah dirayakan pada 17 Agustus 2026.
(*)









Komentar