TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Kelurahan Kolhua digelar meriah pada Sabtu 15 Agustus 2026. Diawali dengan Parade Budaya sejauh lebih dari 1 kilometer dari halaman Gereja Emanuel Kolhua, melintasi jalan raya dan berakhir di Lapangan Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua.
Kemeriahan Festival Budaya Kelurahan Kolhua memang dipusatkan di Lapangan Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua dan akan berlangsung selama tiga hari hingga Senin 17 Agustus 2026, bertepatan dengan perayaan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival Budaya Kelurahan Kolhua mengusung tema “Merajut Kebersamaan Lintas Generasi Melalui Festival Budaya dan Olahraga” Tema ini dipilih karena pegelaran festival budaya, selain bertujuan mempromosikan dan melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur juga sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Pegelaran Festival Budaya Kelurahan Kolhua dibuka Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega mewakili Wali Kota Kupang dr Christian Widodo. Kehadiran Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega dan rombongan disambut dengan natoni dan tarian kreasi adat Helong.
Acara pembukaan juga dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat Maulafa serta lurah dan masyarakat Kelurahan Kolhua. Juga hadir Kapolsek Maulafa, serta para tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Pegelaran Festival Budaya Kelurahan Kolhua juga diwarnai dengan tarian massal “Lufut” dan Tarian Sisit Le Muti yang merupakan tarian adat etnis Helong, karena masyarakat Kelurahan Kolhua umumnya merupakan masyarakat etnis Helong.
Meski menonjolkan budaya etnis Helong, pada pegelaran festival budaya ini juga ditampilkan tarian dari etnis lainnya dari berbagai etnis di Nusa Tenggara Timur, bahkan dari luar wilayah NTT. Contohnya, penampilan tarian Bali anak-anak dari Sanggar Agung Giri Budaye Pura Agung BTN Kolhua.
Selain itu, juga ada penampilan Musikalisasi dan Puisi dari warga RT 5 Kelutrahan Kolhua dan berbagai tarian kreasi lainnya, serta tarian massal “Bosan Hala” dari etnis Adonara (Flores Timur). Traian Bosan Hala merupakan tarian persaudaraan yang dilakukan dengan riang dan penuh semangat dalam nuansa kebersamaan.
Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo mengatakan, pegelaran Festival Budaya di Tingkat Kelurahan merupakan bagian dari program pemerintah Kota Kupang sebagai uapa mempromosikan dan melestarikan budaya, serta membangun rasa persaudaraan antar warga.
“Masyarakat Kota Kupang Adalah masyarakat yang majemuk, yang berasal dari berbagai etnis. Melalui kegiatan festival budaya diharapkan bisa membangun rasa persaudaraan antar warga sekaligus melestarikan budaya,” kata Wali Kota Kupang
Wali Kota Kupang juga mengucapkan selamat kepada Kelurahan Kolhua atas terselenggaranya Festival Budaya yang menonjolkan budaya Helong, sebagai budaya asli masyarakat Kelurahan Kolhua. Dengan harapan berbagai kekyaan budaya ini tetapi dirawat dengan baik dan terus dipromosikan sebagai potensi budaya.
Sementara itu, Asisten II Setda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega menambahkan, dengan menyampaikan ucapak selamat atas terselenggaranya kegiatan festival budaya yang digelar untuk menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus selamat karena Kelurahan Kolhua mendapat seorang lurah yang baru, yang baru dilantik Wali Kota Kupang beberapa hari yang lalu.
Sementara Martinus Yoan Paskalis selalui Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Kolhua, dalam laporannya mengatakan, sebenarnya sudaha ada kegiatan olah raga s ebagai kegiatan pendahuluan sebelum pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Kolhua. Kegiatan olah raga yang digelar berupa pertaningan voli dan olah raga lainnya, sebagai bagian untuk memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.
(*)









Komentar