TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Oesapa digelar meriah di Pantai Warna Oesapa, wilayah Kecamatan kelapa Lima, Kota Kupang, pada Rabu 19 Agustus 2026 sore hingga malam. Ratusan warga dan sejumlah pejabat lingkup Pemkot Kupang dan Kecamatan Kelapa Lima ikut terlibat dalam Tarian Bonet Massal yang dilanjutkan dengan Tarian Bosan Hala.
Tarian Bonet adalah salah satu tarian tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berasal dari pulau Timor. Tarian ini merupakan salah satu tarian adat masyarakat pulau Timor yang paling tua, yang melambangkan semangat serta kebersamaan.
Diiiringi alunan musik khas dengan aransemen yang meriah, ratusan warga Kelurahan Oesapa bersama sejumlah pejabat menari melingkar sambil berpegangan tangan. Asisiten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega dan Kadis Pariwisata Kota Kupang, Yosephina Getha, ST.,MM, juga ikut terlibat menari Tarian Bonet Massal ini.
Bahkan, anak-anak dan para remaja juga ikut ambil bagian, yang membuat tarian massal Bonet menjadi semakin semarak dan meriah. Apalagi para peserta Karnaval Budaya yang terlibat dalam tarian Bonet Massal juga masih mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Memberi warna lebih dalam semarak Festival Budaya yang digelar untuk memeriahkan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI tersebut.
Setelah Tarian Bonet selesai, ratusan warga dan sejumlah pejabat melanjutkan kemeriahan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Oesapa dengan Tarian Bosan Hala Massal, salah satu tarian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur dari etnis Lamaholot Kabupaten Flores Timur dan Lembata. Tarian Bosan Hala memang menjadi salah satu tarian tradisional yang juga digemari masyarakat saat ini, selain Tarian Bonet, dan jenis tarian lainnya.
Seperti halnya Tarian Bonet, Tarian Bosan Hala juga menggambarkan semangat dan kebersamaan serta rasa persaudaraan. Di sejumlah pegelaran festival budaya tingkat kelurahan di Kota Kupang, tarian Bosan Hala ditampilkan dan menjadi tarian kebersamaan.
Selain kedua tarian massal ini, kemeriahan Festival Budaya Kelurahan Oesapa juga diwarnai dengan Karnaval Budaya yang digelar meriah dengan melibatkan perwakilan RT/RW serta sekolah dan lembaga atau instansi yang ada di wilayah kelurahan tersebut. Juga ada, penampilan bocil dance dari anak-anak RT 07 dan berbagai tarian lainnya yang tak kalah heboh.
Festival Budaya Kelurahan Oesapa dibuka Asisten II Setda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Dalam sambutannya, Ignasyang diranius Repelita Lega mengatakan, festival budaya tingkat kelurahan termasuk Festival Budaya Kelurahan Oesapa, merupakan bagian dari komitmen pemerintah Kota Kupang dalam menjaga dan melestarikan budaya sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Festival budaya bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun dari keberagaman dan kolaborasi. Keberagaman harus menjadi kekuatan dan jembatan, bukan penghalang atau jarak pemisah. Sehingga masyarakat Kota Kupang yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama, dapat hidup dalam harmoni,” kata Ignas Repeiltas Lega.
Ignasius Repelita Lega juga memuji kemeriahan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Oesapa yang dirangkai dengan pegelaran Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026. Kemeriahan ini membuktikan kalau masyarakat Kota Kupang terutama masyarakat Kelurahan Oesapa benar-benar antusian dan ingin Kota Kupang dan Indonesia pada umumnya terus maju dan berkembang.
Mewakili pemerintah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega mengajak masyarakat Kelurahan Oesapa untuk menjaga budaya dan Kota Kupang sebagai tanggung jawab bersama.. Karena Kota Kupang dan budayanya bukan hanya warisan dari leluhur, tetapi juga pinjaman dari anak cucu.
Sementara dalam laporannya Ketua Panitia Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oesapa Tahun 2026, Matheuw M I Dethan mengatakan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Kota Kupang digelar dengan tujuan memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI serta melestarikan dan mempromosikan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, juga bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kehadiran UMKM di lokasi kegiatan dan mempererat persatuan antar warga kelurahan yang berasal dari berbagai etnis.
Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oesapa, kata Matheuw M I Dethan, akan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat 21 Agustus 2026. Kegiatan festival budaya akan diisi dengan lomba Tarian Bonet antara warga baik anak-anak, kalangan remaja atau pemuda dan orang dewasa. Selain itu ada pegelaran malam hiburan dan fashion shou pakaian daerah.
(max)









Komentar