Nasional
Beranda » Berita » Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

Pemanfaat Buku Anak dan Kolaborasi Lintas Sektor: Strategi Bunda Litersi NTT Percepatan Peningkatan Kemampuan Literasi

TEROPONGNTT, JAKARTA — Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Mindriyati Astiningsih Laka Lena menekankan pentingnya pemanfaatan buku bacaan anak secara masif dan terarah sebagai stategi untuk mempercepat peningkatan kemampuan membaca anak-anak di NTT. Upaya tersebut dilakukan melalui pengadaan buku bermutu, penguatan kapasitas guru dan pegiat literasi, serta kolaborasi lintas sektor.

“Kami tidak hanya menyediakan buku, tetapi memastikan buku itu digunakan sesuai tingkat kemampuan membaca anak,” kata Mindriyati yang akrab disapa Asti Laka Lena dalam gelar wicara bertajuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan untuk Meningkatkan Literasi di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) kemitraan pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Australia.

Menurut Asti, strategi tersebut ditempuh sebagai respons atas rendahnya kemampuan literasi dasar siswa di NTT yang masih berada di bawah rata-rata nasional. Data Standar Pelayanan Minimum menunjukkan masih banyak siswa tingkat SMP dan SMA yang belum lancar membaca serta belum mampu memahami bacaan sederhana.

Situasi itu menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi NTT. Pada akhir 2025 hingga awal 2026, Gubernur NTT menemukan siswa kelas XI dan XII SMA dengan kemampuan membaca setara kelas IV dan V sekolah dasar. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah itu.

Maklumat Pelayanan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Janji dan Pernyataan Kesanggupan Untuk Pelayanan Yang Sesuai Standar

Asti menegaskan, literasi dasar merupakan fondasi utama pembelajaran. Rendahnya kemampuan membaca berdampak luas, tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pada peluang kerja, tingkat pendapatan, kesehatan, hingga mobilitas sosial. Sejumlah studi menunjukkan, peningkatan literasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 1,3 persen per tahun.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Bunda Literasi Provinsi NTT menginisiasi program literasi yang menyasar sekitar 1,2 juta anak. Program itu mencakup kampanye literasi publik, pengadaan buku bacaan anak berjenjang dalam skala besar, serta peningkatan kapasitas guru, pendamping belajar, dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Sinergi antara sekolah dan TBM juga diperkuat. Penggunaan bahasa ibu di kelas awal didorong sebagai jembatan menuju Bahasa Indonesia, disertai berbagai kegiatan pendukung, seperti reading camp, guna menumbuhkan kebiasaan membaca anak.

Gelar wicara tersebut juga menghadirkan narasumber dari Kabupaten Nagekeo, yakni Oskarianus Meta (pengelola TBM Pelihara), Maria Sefriana Sebo (Kepala SD Katolik Doki), dan Ermelinda Ude Ugha (guru kelas I SDN Aebowo). Mereka membagikan praktik baik peningkatan literasi melalui transformasi pembelajaran, strategi transisi bahasa ibu ke Bahasa Indonesia, pemanfaatan buku bacaan bermutu, serta pelibatan komunitas.

Studi Program INOVASI terhadap hampir 5.000 siswa menunjukkan bahwa penyediaan buku bacaan anak yang sesuai, disertai pelatihan guru, mampu meningkatkan skor literasi hingga 25 persen. Temuan itu menegaskan pentingnya akses terhadap bahan bacaan yang relevan dengan konteks belajar anak.

Pentingnya Pengendalian Gratifikasi dan Komitmen BBPP Kupang Dalam Mencegah Praktik Korupsi

Mindriyati menambahkan, percepatan peningkatan literasi membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Dengan strategi yang terarah dan kolaboratif, upaya peningkatan literasi di NTT dinilai dapat dilakukan secara berkelanjutan.

(*)

Gerakan Tanam Serentak Nasional di Lahan Cetak Sawah Rakyat Desa Manusak Kabupaten Kupang – NTT, Kementan Perkuat Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement