Nasional
Beranda » Berita » Gerakan Tanam Serentak Nasional di Lahan Cetak Sawah Rakyat Desa Manusak Kabupaten Kupang – NTT, Kementan Perkuat Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional

Gerakan Tanam Serentak Nasional di Lahan Cetak Sawah Rakyat Desa Manusak Kabupaten Kupang – NTT, Kementan Perkuat Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional

Gerakan Tanam Serentak Nasional di Lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Manusak Kabupaten Kupang - NTT, Kementan Perkuat Produksi dan Ketahanan Pangan Nasional

TEROPONGNTT, KUPANG — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat penguatan sektor pertanian melalui gerakan tanam serentak nasional yang kali ini dipusatkan di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Desa Manusak, Blok Oekayo, Kabupaten Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (21/4/2026).

Program CSR yang dilaksanakan di 19 provinsi ini menjadi strategi utama dalam memperluas lahan produktif sekaligus mendorong peningkatan produksi guna menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa tanam serentak merupakan langkah konkret dalam menjaga stabilitas produksi di tengah tantangan perubahan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pengawalan di lapangan sebagai kunci keberhasilan program.

Maklumat Pelayanan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Janji dan Pernyataan Kesanggupan Untuk Pelayanan Yang Sesuai Standar

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Percepatan tanam harus terus dijaga dengan dukungan penyuluh dan kesiapan petani,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BBPP Kupang, SMKPP Negeri Kupang, BRMP NTT, penyuluh pertanian, Babinsa, hingga petani yang tergabung dalam Brigade Pangan. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan sinergi kuat dalam mendorong pembangunan pertanian daerah.

Di lokasi Kupang Timur, penanaman dilakukan pada lahan seluas 10 hektare dari total potensi 88,3 hektare lahan CSR. Penanaman dilakukan secara gotong royong sebagai simbol komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Salah satu petani Brigade Pangan OKY, Marthen Brayen Ingunau berharap kegiatan ini menjadi awal pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

“Kami berharap program ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta ketahanan pangan di Kupang Timur,” ungkapnya.

Pentingnya Pengendalian Gratifikasi dan Komitmen BBPP Kupang Dalam Mencegah Praktik Korupsi

Secara nasional, tanam serentak dilakukan di berbagai wilayah dengan luasan signifikan, antara lain Kalimantan Tengah 1.500 hektare, Kalimantan Selatan 1.000 hektare, Sumatera Selatan 612 hektare, Papua Selatan 520 hektare, dan Sulawesi Selatan 484 hektare.

Selain itu, kegiatan juga berlangsung di sejumlah daerah lain seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jambi, Gorontalo, hingga wilayah Bengkulu dan Papua dengan luasan bervariasi.

Melalui gerakan ini, Kementan menegaskan komitmennya dalam mempercepat optimalisasi lahan, meningkatkan produksi pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional dari daerah hingga tingkat pusat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement