TEROPONGNTT, KUPANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) kembali menggelar kegiatan Sasando Dia (Sante-Sante Baomong deng Media) di triwulan pertama tahun 2026, sebagai bentuk silaturahmi Bank Indonesia bersama awak media di Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan Sasando Dia kali ini membahas tema penting yakni “Sinergi Stabilitas dan Penguatan Pertumbuhan Ekonomi NTT Tahun 2026”. Sinergi Stabilitas ini penting terutama untuk menjaga stabilitas ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat menjelang dan selama pelaksanaan hari raya, mulai dari Hari Raya Imlek, Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu, Bulan Ramadhan atau Bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri bagi umat Islam, hingga Hari Raya Paskah bagi umat Kristen.
Kegiatan Sasando Dia digelar di Aula Lantai 3 Kantor Perwakilan (KPw) BI NTT pada Senin 2 Maret 2026. Selain dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adi Doyo Prakoso sebagai tuan rumah, kegiatan Sasando Dia juga dihadiri Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setyawan, Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, dan Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange, S.Sos. M.Si. M.Pub.Pol.
Sasando Dia yang dihadiri lebih dari 30 wartawan dan pemimpin redaksi ini dipandu Wartawan Pos Kupang Ela Usirasi selaku moderator. Hadir pula dosen dan pengamat ekonomi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) dan undangan lainnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT Adi Doyo Prakoso mengatakan, meski kondiri perekonomian global saat ini tidak menentu dan mempengaruhi kondisi perekonomian dunia termasuk Indonesia, namun untuk jangka pendek, kondisi perekonomian Nusa Tenggara Timur masih tergolong stabil dan aman.
Justru menurut Adi Doyo Prakoso, kinerja pertumbuhan ekonomi NTT cukup menggembirakan. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi NTT tercatat sebesar 5,14 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang cuma sebesar 4,7 persen.
Selain itu, kata Adi Doyo Prakoso, untuk menjaga kestabilan harga pasar menjelang dan selama hari raya keagamaan, Bank Indonesia telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional dan pasar modern serta ke distributor, serta berkoodinasi dengan dinas/instansi atau lembaga terkait lainnya, untuk memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi kita cukup menggembirakan di tahun 2025 dan awal tahun 2026, ketersediaan barang kebutuhan pokok selama dan menjelang hari raya keagamaan dalam keadaan aman dan kedepan berbagai program untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah,” kata Adi Doyo Prakoso.
Kondisi yang sama digambarkan Kepala Biro (Karo) Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Selfi H. Nange dalam pemaparannya. Menurut Selfi H. Nange, berbagai program pembangunan terus dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi .
Pada kesempatan ini, Selfi H. Nange juga menyinggung beberapa program penting dalam pembangunan daerah, termasuk tentang kehadiran NTT Mart di setiap ibu kota kabupaten/kota yang bertujuan menjadi wadah bagi UMKM dalam memasarkan produk hasil kerajinannya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT Adi Setyawan mengatakan, penyerapan anggaran negara dalam pelaksanaan pembangunan di Provinsi NTT sangat bagus. Pada tahun 2025, penyerapan anggaran negara di NTT mencapai 95 persen, dan di triwulan pertama tahun 2026 juga menunjukan pertumbuhan penyerapan anggaran yang bagus.
Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT, kata Adi Setyawan, terus mendorong percepatan penyerapan anggaran untuk kegiatan pembangunan yang sifatnya mendesak dan penting. Sehingga menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dan program pembangunan yang dilaksanakan pemerintah bisa berhasil dengan baik.
Sementara Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, lembaga jasa keuangan terus didorong untuk mendukung pertumbuhan kegiatan UMKM dan kegiatan usaha lainnya. Sehingga kegiatan ekonomi masyarakat bisa berjalan baik dan berdampak pada peningkatan taraf hidup.
Dikatakan penyaluran kredit di lembaga jasa keuangan dan perbankan, kata Yan Jimmy Hendrik Simarmata, terus menunjukan angka yang positif. Begitu pula dengan dana pihak ketiga dan lainnya. Semuanya memberi harapan bagi pertumbuhan ekonomi NTT yang lebih baik kedepan.
(*)










Komentar