TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Kelurahan Naikoten I secara resmi dibuka oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Hengky Messakh, mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C Francis. Pegelaran festival budaya ini mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat.”
Festival Budaya Kelurahan Naikoten I digelar selama tiga hari, mulai Rabu 28 Oktober 2026. Festival yang berlangsung hingga Jumat 30 Oktober 2026 ini digelar di Jalan Noelmina, wilayah RT 04 RW 02 Kelurahan Naikoten I, tepatnya di samping Warung Pos Kupang.
Acara pembukaan Festival Budaya Kelurahan Naikoten I juga dihadiri sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang, Camat Oebobo dan para camat sewilayah Kecamatan Oebobo, para tokoh masyarakat dan undangan serta para warga setempat.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan festival budaya ini, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Hengky Messakh mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Kelurahan Naikoten I, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai penting sebagai identitas diri.
Ia menegaskan, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku yang meneruskan tradisi, mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas tanpa kehilangan jati diri.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, tokoh adat, lembaga pendidikan, komunitas seni, hingga generasi muda. Semua harus berjalan bersama agar kekayaan budaya yang dimiliki membawa manfaat lebih bagi kehidupan bersama.
Hengky mengatakan, tema yang diangkat dalam kegiatan Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, mengandung pesan penting tentang perlunya merawat budaya, mempererat persaudaraan, dan menggerakkan partisipasi masyarakat. Yakni, bahwa keragaman budaya bukan sebagai pemisah tetapi menjadi kekuatan untuk membangun rasa persaudaraan sehingga bisa Bersama-sama berpartisipasi dalam pembangunan.
Hengky Malelak juga menyebut bahwa keberhasilan sebuah kegiatan festival budaya tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kelurahan Naikoten I, ketua panitia beserta jajaran panitia, para ketua RT dan RW, serta semua pihak yang telah bekerja sama menyukseskan festival budaya tersebut.
Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang bagi warga untuk berpartisipasi, berkreasi, dan membangun kerja sama melalui semangat gotong royong. Dengan demikian, masyarakat dapat memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan sekaligus membangun persaudaraan yang semakin erat ditengah keberagaman adat, budaya, etnis dan agama.
Selain memiliki nilai sosial dan budaya, tambah Hengky Malelak, festival budaya juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya melalui keterlibatan pelaku seni, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komunitas kreatif.
Dengan demikian, budaya tidak hanya menjadi identitas yang dibanggakan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu Hengky Malelak menegaskan, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat persatuan, serta menggerakkan berbagai potensi daerah. Dimana, semangat tersebut sejalan dengan upaya membangun Kota Kupang sebagai Kota Kasih, yakni kota yang menghargai keberagaman, menjunjung tinggi persaudaraan, dan memberikan ruang bagi setiap warga untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Rinto Nugraha, yang juga merupakan Ketua RT 26 Kelurahan Naikoten I, dalam laporannnya mengatakan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Naikoten I yang digelar selama tiga hari, akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti lomba tarian daerah dan fashion show pakaian daerah, serta berbagai kegiatan lomba lainnya.
Yang juga menarik, Festival Budaya Kelurahan Naikoten I kali ini juga mengangkat tentang pentingnya membudayakan hidup bersih dan sehat dengan selalu membuang sampah pada tempatnya dan membawa sampah plastik ke Bank Sampah untu didaur ulang. Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan melestarikan warisan budaya serta mengembangkan kreativitas yang bermanfaat bagi kehidupan.
Kepedulian terhadap lingkungan, menurut Rinto Nugraha, dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan kreatif, termasuk mengolah limbah menjadi karya seni yang memiliki nilai guna dan nilai estetika. Melalui kreativitas, limbah sampah tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi dapat menjadi bahan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Keduanya membutuhkan partisipasi nyata masyarakat serta kemauan untuk memulai perubahan dari lingkungan sendiri.
(*)










Komentar