Nasional
Beranda » Berita » Universitas Citra Bangsa Melatih Kelompok Ibu di Lasiana untuk Siaga Bencana dan Memproduksi Biskuit serta Teh Kelor

Universitas Citra Bangsa Melatih Kelompok Ibu di Lasiana untuk Siaga Bencana dan Memproduksi Biskuit serta Teh Kelor

TEROPONGNTT, KUPABG — Dosen pada Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Citra Bangsa Kupang (UCB) Istha Leanni Muskananfola, S.Kep., Ns., M.Kep bersama dua rekannya, Maryati Agustina Barimbing, S.Kep., Ns., M.Kep dan Arman Rifat Lette, S.KM., M.P.H beserta mahasiswa telah melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di daerah Beumopu Lasiana Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini merupakan Program PkM dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat; Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan; Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2025.

Program ini dilaksanakan dengan melibatkan mitra kelompok ibu rumah tangga yang berjumlah 30 orang. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Ibadah GMIT Imanuel Beumopu Lasiana.

Kegiatan pertama yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang rencana kesiapsiagaan bencana.

Pada kegiatan ini, para ibu diberikan pemahaman tentang pentingnya memiliki rencana kesiapsiagaan di dalam keluarga, yang dimulai dengan cara menyusun rencana darurat, memiliki dan menyusun Tas Siaga Bencana (TSB) serta mencari informasi tentang kebencanaan dari situs-situs yang resmi.

Bersama Mahasiswa, Guru Besar dan Pakar Pertanian, Mentan Amran Tinjau Gudang Bulog Jawa Timur: Hasilnya Luar Biasa!

Para peserta di dalam PkM ini tampak antusias di dalam mengikuti kegiatan ini, terutama saat proses menyusun TSB dan simulasi menyelamatkan diri apabila bencana terjadi.

Kegiatan kedua yang dilakukan adalah sosialisasi dan pelatihan manajemen stress. Pada kegiatan yang kedua ini, para ibu diberikan pemahaman tentang cara manajemen stress terutama yang dapat disebabkan oleh kondisi bencana sehingga para ibu memahami cara menjaga kesehatan jiwa serta dapat menjadi agen edukator terutama bagi keluarganya.
Kegiatan yang ketiga adalah pelatihan memproduksi biskuit dan teh kelor.

Para ibu tampak antusias mengikuti pelatihan ini karena diajarkan cara mengeringkan kelor dengan memanfaatkan teknologi, yaitu alat pengering makanan. Kelor yang dikeringkan kemudian dihaluskan dan menjadi bahan baku untuk memproduksi biskuit dan teh kelor.

Kegiatan ini juga berlanjut hingga proses pengemasan makanan sehingga mampu disimpan dalam waktu lama dan dapat menjadi salah satu komponen dari Tas Siaga Bencana.

Sebagai ketua Tim PKM, Istha menjelaskan bahwa kegiatan produksi biskuit dan teh kelor ini dapat dilanjutkan oleh para ibu sebagai suatu usaha rumah tangga. Oleh karena itu, di dalam kegiatan ini hadir pula secara daring narasumber dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, yakni Ibu Penina N. A. Lauata, SSTP, MM yang memberikan sosialisasi kepada kelompok ibu tentang perizinan berusaha berbasis risiko.

PWLJK NTT Rayakan Ulang Tahun Ke-9, Usung Tema “Modern Woman, Let’s Shine Together”

Di dalam materi yang disampaikan, Ibu Penina menjelaskan bahwa perizinan berusaha berbasis risiko adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan tingkat risiko.

Ibu Penina berharap agar kelompok ibu yang terlibat dalam kegiatan ini dapat melanjutkan produksi biskuit dan teh kelor menjadi suatu usaha dan mengurus izin usaha. Apabila usaha ini dikembangkan menjadi UMKM, maka pelaku usaha perlu mengurus NIB (Nomor Induk Berusaha) yang merupakan identitas dari usaha yang dilaksanakan. Pengurusan NIB pun sangat mudah dan gratis melalui oss.go.id.

Ketua kelompok mitra di dalam kegiatan PkM ini, yakni Ibu Marce E. L. Donggi-Suy mengaku bahwa sebelumnya belum pernah menerima sosialisasi dan pelatihan seperti ini. Ibu Marce menyatakan bahwa materi yang diterima sangat baik dan bermanfaat.

Selain itu, adanya bantuan alat-alat yang diterima membuatnya sangat bersyukur karena dapat menjadi salah satu sarana bagi para ibu untuk terus giat membuat olahan makanan dan minuman berbahan dasar kelor dan harapannya kegiatan ini dapat terus berlanjut.

(*)

Bupati Manggarai Apresiasi Program TJSL Air Bersih PLN UIP Nusra, Perkuat Kesejahteraan Warga di Lungar dan Wewo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement