Pariwisata
Beranda » Berita » Penkase Oeleta Jadi Kelurahan Pertama Yang Gelar Festival Budaya di Kecamatan Alak, Amramsius Yolah Ajak Lurah Promosikan Kekayaan Budaya Lewat Media

Penkase Oeleta Jadi Kelurahan Pertama Yang Gelar Festival Budaya di Kecamatan Alak, Amramsius Yolah Ajak Lurah Promosikan Kekayaan Budaya Lewat Media

Camat Alak, Amramsius Yolah

TEROPONGNTT, KUPANG — Camat Alak, Amramsius Yolah, mengajak para lurah di wilayah Kecamatan Alak untuk terus mempromosikan kekayaan budaya di wilayah masing-masing melalui media massa. Langkah ini dinilai penting untuk memperkenalkan potensi budaya lokal kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM.

Hal tersebut disampaikan Amramsius Yolah saat ditemui pada acara penutupan Festival Budaya Kelurahan Naioni, Minggu 9 Agustus 2026. Festival Budaya Kelurahan Naioni yang digelar selama tiga hari dan dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo pada Jumat 7 Agustus 2026, akhirnya ditutup Camat Alak, Amramsius Yolah.  

Menurut Amramsius Yolah, setiap kelurahan di wilayah Kecamatan Alak, memiliki kekayaan budaya yang beragam, mulai dari tarian adat, upacara tradisional, kain tenun, hingga berbagai produk makanan lokal yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis.

Karena itu, ia meminta para lurah untuk membangun hubungan baik dengan insan pers agar berbagai kegiatan budaya, pegelaran festival, dan potensi lokal di wilayah masing-masing, dapat dipublikasikan secara luas.

“Setiap kegiatan, event budaya dan festival, perlu dipromosikan agar diketahui lebih luas oleh masyarakat. Karena itu, saya meminta para lurah untuk terus membangun hubungan dengan media,” ujarnya.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

Menurut Amramsius Yolah, hingga tanggal 10 Agustus 2026, sudah ada empat kelurahan dari total 12 kelurahan di wilayah Kecamatan Alak yang menggelar Festival Budaya di Tahun 2026. Kelurahan Penkase Oeleta menjadi kelurahan pertama yang menggelar kegiatan Festival Budaya, diikuti Kelurahan Batuplat, Kelurahan Nunbaun Sabu (NBS) dan Kelurahan Naioni.

Beberapa kelurahan di wilayah Kecamatan Alak, diakui Amramsius Yolah, berada di wilayah pinggiran Kota Kupang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Kupang seperti Kelurahan Penkase Oeleta dan Kelurahan Naioni. Agar lebih dikenal luas, maka pihak kelurahan harus punya inovasi, diantaranya menjadin hubungan yang baik dengan media agar potensi budaya yang dimiliki bisa lebih dikenal luas.

Ia menjelaskan, promosi budaya tidak hanya bertujuan menjaga dan melestarikan tradisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Produk makanan lokal dapat diolah menjadi aneka makanan dan camilan tradisional yang memiliki nilai jual, sedangkan tarian adat dapat dikembangkan melalui sanggar-sanggar seni di tingkat kelurahan.

Dengan demikian, kata Amramsius Yolah, potensi budaya yang ada di tengah masyarakat yang beragam etnis dan budaya, dapat ditampilkan dalam berbagai festival, pertunjukan, dan kegiatan kebudayaan lainnya, sehingga bisa dipromosikan secara luas dan dilestarikan.

(*)

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement