Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Kelurahan Oebobo, Melestarikan Budaya Etnis dalam Persaudaraan Warga

Festival Budaya Kelurahan Oebobo, Melestarikan Budaya Etnis dalam Persaudaraan Warga

Festival Budaya kelurahan Oebobo

TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Kelurahan Oebobo digelar selama tiga hari di lapangan voly Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Kamis 8 Oktober 2025. Pegelaran Festival Budaya ini mengusung tema “Melestarikan Budaya Etnis”, dengan sub tema “Merajut Budaya dan Gerakan Ekonomi Dalam Persaudaraan Warga”.

Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oebobo dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Hengky Malelak, S.STP., M.Si., mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis. Hadir pula Kadis Pariwisata Kota Kupang Josefina MD Gheta, Anggota DPRD Kota Kupang Muhamad Ramly, Camat Oebobo, dan sejumlah pejabat serta para lurah se-Kecamatan Oebobo.

Kehadiran Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak dan rombongan di lokasi kegiatan Festival Budaya, disambut dengan sapaan adat Natoni dari etnis Timor, pengalungan selendang dan tarian kreasi etnis Timor yang dibawakan para remaja putri. Pegelaran festival budaya ini membuat kawasan sekitar Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTT lebih ramai dari biasanya.

Selain tarian kreasi dari etnis Timor, kemeriahan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Oebobo juga diwarnai dengan penampilan tarian adat dan tarian kreasi dari etnis Rote Ndao dan etnis Flores. Juga ada penampilan paduan suara dari mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang membawakan lagu-lagu daerah NTT.

Melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa Kelurahan Oebobo memiliki posisi yang penting dalam perjalanan hidup dan pembangunan di Kota Kupang. Oebobo adalah pusat dan nadi dari pemerintahan Kota Kupang.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

“Oebobo kiga adalah bagian dari wajah kota yang dihuni oleh masyarakat dengan beragam latar belakang etnis, agama, tradisi dan kesenian. Karena itu Festival Budaya Kelurahan Oebobo yang mengusung tema Melestarikan Budaya Etnis, menjadi momentum yang baik untuk mengangkat kekayaan budaya yang dimiliki ke ruang publik agar dapat dikenal, dihargai dan diwariskan kepada generasi selanjutnya,” kata Wali Kota.

Menurut Wali Kota, masyarakat yang beragam merupakan kekuatan bagi Kelurahan Oebobo dan Kota Kupang pada umumnya, untuk berjalan bersama menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu harus dirawat dan terus dibangun semangat kebersamaan dan semangat kekluargaan tersebut.

Pegelaran festival budaya, kata Wali Kota, juga menunjukkan bahwa pembangunan Kota Kupang tidak hanya berbicara tentang pembangunan jalan, gedung dan infrastruktur, tetapi juga membangun ruang-ruang untuk memperkuat persaudaraan, kreativitas dan rasa memiliki terhadap Kota Kupang.

“Untuk itu, saya berharap Festival Budaya Kelurahan Oebobo dapat menjadi agenda yang terus bertumbuh, bukan hanya menampilkan kesenian dan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda, anak-anak dan remaja, untuk berkarya dan berkreativitas. Serta menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperluas kesempatan usaha,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga berpesan kepada anak-anak muda Oebobo dan Kota Kupang pada umumnya, jangan malu dengan identitas kita, kenali warisan yang kita miliki, jaga nilai-nilainya dan kembangkan dengan kreativitas kalian. Pemerintah Kota Kupang akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang memberi ruang kepada masyarakat untuk berkarya dan berpartisipasi.

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

“Sebab kota ini akan maju ketika masyarakatnya tumbuh, aktif dan punya rasa memiliki terhadap lingkungan. Karena itu, jadikan Kota Kupang sebagai rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera dan berkelanjutan,” kata Wali Kota.

Wali Kota juga berharap. Oebobo menjadi contoh bahwa keberagaman adalah kekuatan. Kiranya dari Kelurahan Oebobo, ditunjukan bahwa perbedaan dapat menjadi energi positif untuk membangun Kota Kupang.  “Karena Harmoni bukan berarti kita sama, harmoni adalah ketika kita yang datang dari latar belakang berbeda-beda tetapi memilih untuk berjalan bersama,” kata Wali Kota.

Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oebobo, Mateus Mbau, dalam laporannya mengatakan, Festival Budaya Kelurahan Oebobo tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan berupa lomba fashion show pakaian daerah bagi anak-anak, remaja dan juga lansia, lomba menyanyi lagu daerah dan lomba tarian daerah NTT, serta malam seni budaya yang berisi penampilan atraksi seni budaya dari berbagai perwakilan RT/WR dan lembaga atau kantor di lingkup wilayah Kelurahan Oebobo.

Anggota DPRD Kota Kupang, Muhamad Ramly juga mengapresiasi penyelenggaraan Festival Budaya Kelurahan Oebobo, yang mengankat tema tentang upaya melestarikan budaya dari berbagai etnis di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan kegiatan bentuk perhatian pemerintah dalam upaya menjaga dan melestarikan serta membpomosikan budaya, yang harus mendapat dukungan semua pihak.

(*)

Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement