Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Kelurahan Lasiana Pilih Tema Menarik, “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Lasiana”

Festival Budaya Kelurahan Lasiana Pilih Tema Menarik, “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Lasiana”

Festival Budaya Kelurahan Lasiana

TEROPONGNTT, KUPANG — Kelurahan Lasiana menggelar kegiatan Festival Budaya selama tiga hari, mulai Rabu 7 Oktober 2026, dengan memilih tema menarik, “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Lasiana”. Pemilihan tema ini berkaitan erat dengan keberadaan Pantai Wisata Lasiana, sebagai salah sati ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur, yang ada di wilayah Kota Kupang.

Pantai Wisata Lasiana berada di wilayah Kelurahan Lasiana, dan juga menjadi kebanggaan masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. Salah satu keunggulan Pantai Wisata Lasiana, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan selain banyaknya pohon tuak yang berjejer, adalah keindahan sunset saat matahari terbenam di sore hari.

Apalagi memandangi indahnya sunset sambil menikmati hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukan hati. Sungguh suatu pengalaman yang banyak dicari para wisatawan, termasuk para wisatawan mancanegara, ketika berkunjung ke kawasan wisata Pantai Lasiana.

Itulah alasan, mengapa penyelenggaraan Festival Budaya Kelurahan Lasiana digelar di Pantai Wisata Lasiana, dengan mengambil tema menarik, “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Lasiana”. Tentu karena panitia penyelenggara berharap, para warga bisa menyaksikan pegelaran seni dan budaya di festival budaya tersebut sambil menikmati keindahan panorama Pantai Wisata Lasiana.

Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Lasiana tahun 2026 ini dibuka Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C Francis. Kegiatan ini dihadiri, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefhina M.D. Getha, Camat Kelapa Lima, Paskalis Tokan, para lurah se-Kecamatan Kelapa Lima serta sejumlah pejabat dan para tokoh masyarakat lainnya.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

Kehadiran Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefhina M.D. Getha, dan rombongan di lokasi kegiatan Festival Budaya disambut dengan sapaan adat etnis Rote Ndao, dan penampilan drum band dari para siswa SD Negeri Bimoku. Sementara pembukaan kegiatan Festival Budaya Kelurahan Lasiana tahun 2026 ditandai dengan pemukulan tambur gendang sesuai tradisi etnis Rote Ndao.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, menyampaikan selamat kepada masyarakat dan pemerintah Kelurahan Lasiana atas terselengaranya kegatan festival budaya tersebut.

Wali Kota mengatakan, menyebut Lasiana tidak hanya tentang pantai wisata yang indah, tetapi juga tentang kekayaan budaya, kehidupan masyarakat, serta berbagai potensi ekonomi yang dimiliki, baik potensi kelautan dan perikanan, potensi pertanian dan potensi ekonomi lainnya, serta tradisi dan budaya.

Semua potensi dan kekayaan budaya yang dimiliki, kata Wali Kota, harus bisa menjadi bagian dari jati diri dan semangat untuk menjadikan masyarakat hidup lebih baik. Budaya adalah jati diri yang menjadi ciri hidup masyarakat Kelurahan Lasiana dan Kota Kupang pada umumnya.

Karena itu, kata Wali Kota, pegelaran Festival Budaya Kelurahan Lasiana harus bisa berdampak pada kehidupan masyarakatnya, terutama dalam penjaga dan mempromosikan kekayaan budaya sebagai warisan kepada anak-cucu. Masyarakat Kota Kupang, termasuk masyarakat Lasiana, harus terus menjaga kekayaan budaya yang dimiliki dan kemudian memanfaatkannya untuk kehidupan yang lebih baik.

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

Pegelaran Festival Budaya di tingkat kelurahan, kata Wali Kota, adalah bagian dari komitmen pemerintah Kota Kupang dalam menjaga, merawat dan mempromisikan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang ada di tengah masyarakat. Terutama kepada generasi muda agar tidak melupakan jati dirinya.

“Festival budaya bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi di dalamnya mengandung nilai-nilai yang diwariskan para leluhur, yang menjadi jati diri masyarakat Nusa Tenggara Timur. Karena itu, harus kita jaga dan kita wariskan kepada anak cucu kita,” kata Wali Kota.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo juga mengingatkan, Kota Kupang adalah rumah bersama, Dimana di dalamnya ada masyarakat yang berasal dari berbagai suku, etnis dan budaya, yang hidup bersama secara berdampingan. Ini Adalah kekayaan yang harus membawa manfaat bagi kehidupan.

“Perbedaan yang dipandang sebagai jurang pemisah, tetapi merupakan kekayaan yang mempersatukan dan mendapaukan. Karena itu, festival Budaya digelar supaya kita saling mengenal dengan sesama atau tetangga kita,  yang berasal dari etnis atau budaya yang berbeda,” katanya.

Modernisasi boleh berkembang, teknologi boleh semakin maju, tetapi kata Wali Kota, akar budaya jangan sampai kita tinggalkan. sebab masyarakat yang maju bukan masyarakat yang melupakan masa lalunya, melainkan masyarakat yang mampu membawa nilai-nilai baik dari masa lalu untuk menjawab kebutuhan masa kini dan masa depan.

Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Sementara dalam laporannya, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Lasiana, Ebid Robinson Sonlay, mengatakan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Lasiana digelar di Pantai Wisata Lasiana, agar kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat setempat juga dapat dipromosikan dan dikenal luas bersamaan dengan makin terkenalnya Pantai Wisata Lasiana.

“Kami ingin, kekayaan budaya masyarakat Kelurahan Lasiana, bisa berjalan bersama dengan perkembangan pariwisata terutama Pantai Wisata Lasiana. Karena kekayaan budaya juga merupakan bagian dari potensi pariwisata budaya,” kata Ebid Robinson Sonlay.

Dikatakan Ebid Robinson Sonlay, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Lasiana akan diisi dengan berbagai lomba dan pentas seni, seperti lomba fashion show busana daerah untuk anak muda dan lansia, serta lomba menyanyi lagu daerah dan demonstrasi menenun, Selain itu, kegiatan festival budaya juga melibatkan 15 UMKM yang memasarkan berbagai kain tenun dan hasil olahan kerajinan lainnya.

Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Lasiana hari pertama kemudian diakhiri dengan tarian masal Kebalai dari etnis Rote Ndao, dan tarian massal Dolo Bosan Hala dari etnis Lamaholot. Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, bersama Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Josefhina M.D. Getha, dan sejumlah pejabat lainnya, ikut ambil bagian dan larut dalam tarian massal bersama para warga.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement