TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Airnona di wilayah Kecamatan Kota Raja, secara khusus mengangkat budaya etnis Sabu Raijua. Bahkan, pegelaran festival budaya ini diberi nama Festival Budaya Sabu, yang menunjukan kalau warga Kelurahan Airnona memang mayoritas berasal dari etnis Sabu Raijua.
Festival Budaya Sabu ini digelar di Lapangan Kansap Kelurahan Airnona, pada Rabu 26 Agustus 2026. Kegiatan festival budaya dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Acara pembukaan Festival Budaya Sabu dihadiri sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat Kota Raja, para lurah sewilayah Kecamatan Kota Raj, serta undangan lainnya. Mayarakat Kelurahan Airnona pun memadati lokasi pegelaran festival budaya ini.
Sesuai nama festivalnya, budaya etinis Sabu Raijua sangat kental terlihat, mulai dari busana etnis Sabu yang dikenakan seluruh anggota panitia penyelenggara beserta Lurah Airnona dan jajaran, atraksi budaya yang dipertunjukan atau ditampilkan, serta latar panggung juga memperlihatkan kekhasan budaya etnis Sabu Raijua.
Bahkan, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Hengky Malelak juga didaulat ikut ambil bagian dalam atraksi Sabung Ayam khas budaya Sabu Raijua. Pada atraksi sabung ayam ini, Ayam Jago dari pihak Asisten I Hengky Malelak bertarung dengan Ajam Jago milik salah satu tokoh adat Sabu yang ada di wilayah Kelurahan Airnona. Tepuk tangan meriah pun mewarnai atraksi budaya sabung ayam ini.
Setelah pertunjukan atraksi sabung ayam, acar pembukaan kemudian dilanjutkan atraksi Tarian Pado’a, tarian adat dari Sabu Raijua yang sangat melegenda. Tarian Padoa adalah tarian tradisional massal yang bermaksa persaudaraan dan kekeluargaan. Semua pejabat dan undangan yang hadir pun turut ambil bagian dalam pegelaran atraksi budaya ini.
Selain itu, juga ada penampilan tarian adat dan tarian kreasi lainnya yang ditampilkan untuk memeriahkan acara pembukaan pegelaran Festival Budaya Sabu tersebut. Meski demikian, juga tidak tertutup kemungkinan ada tarian dari etnis lainnya juga ikut ditampilkan dalam festival budaya Kelurahan Airnona ini.
Dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan, Festival Budaya tingkat kelurahan termasuk Festival Budaya Kelurahan Airnona merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk terus melestarikan dan merawat keanekaragaman budaya yang ada di Kota Kupang.
Menurut dr. Christian Widodo, masyarakat Kota Kupang Adalah masyakat yang berasal dari berbagai etnis dan budaya, baik dari seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mauupun dari etnis lainnnya di luar NTT. Semuanya berbaur dan hidup berdampingan dalam keberagaman.
Keberagaman budaya ini, demikian dr. Christian Widodo, merupakan kekayaan yang dimiliki masyarakat Kota Kupang. Kekayaan budaya ini hendaknya menjadi kekuatan yang mempersatukan dan bukan menjadi jurang pemisah.
Karena itu, pegelaran Festival Budaya Tingkat Kelurahan termasuk Festival Budaya Sabu di Kelurahan Airnona, bisa mempererat dan membangun semangat persaudaraan diantara sesame warga yang hidup berdampingan. Kekayaan budaya ini seharusnya dimanfaatkan utnuk memberi kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Kota Kupang.
Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Air Nona, Andi Mesel Abineno, dalam laporannya mengatakan, Festival Budaya Sabu Kelurahan Airnona digelar selama tiga hari hingga Jumat, 28 Agustus 2026. Festival Budaya Sabu ini akan diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba-loma diantaranya Lomba Tarian Padoa, Lomba Sambung Ayam, Lomba Fashion Show Pakaian Daerah Sabu dan pegelaran malam hiduran.
Pegelaran Festival Budaya Sabu Kelurahan Airnona ini bertujuan untuk mempromosikan dan melestarikan budaya sabu yang ada di Kota Kupang sehingga makin dikenal luas dan tidah hilang karena pengaruh perkembangan jaman. Selain itu, dimaksudkan untuk memeriahkan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI dan meningkatkan semangat persatuan dan persaudaraan antar warga.
(*)









Komentar