TEROPONGNTT, KUPANG – Grup Tari Six Star Sikumana adalah kelompok penari dari Kelurahan Sikumana, di Kecamatan Maulafa, yang beranggotakan enam gadis cantik berusia remaja. Pada Senin sore, 13 Juli 2026, mereka tampil dan ikut memeriahkan acara pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar, yang digelar di Pantai Wisata Ketapang Satu Kota Kupang.
Enam gadis remaja tersebut yakni Susika, Misel, Aurel, Chaca, Dewi, dan Tasya. Usia mereka masih berkisar antara 16 – 18 tahun, masih duduk di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas), tapi semangat mereka dalam menjaga dan mewariskan kekayaan budaya melalui tari-tarian, sangat luar biasa.
Di acara pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar ini, Grup Tari Six Star Sikumana tampil membawakan tarian kreasi yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dan para wisatawan yang hadir di lokasi wisata tersebut.
Apalagi didukung dengan paras cantik dan senyum indah para penarinya yang berusia belia, yang tampil anggun dengan busana tenun ikat budaya suku Rote Ndao, dengan hiasan kain merah di pinggang dan mahkota di kepala. Tentu membuat mata semua yang hadir terpana, dan mereka pun mendapat pujian dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Ditemui usai tampil membawakan tarian kreasi di festival ini, Misel dan rekan-rekannya pun menceritakan bagaimana kisahnya sampai mereka ikut tampil untuk memeriahkan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar Tahun 2026 yang digelar di Pantai Wisata Ketapang Satu Kota Kupang tersebut.
“Kami mengetahuinya dari brosur bahwa ada Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar dan salah satu yang dilombakan adalah tarian kreasi budaya NTT. Karena itu kami mendaftar untuk ikut sebagai peserta lomba, namun lomba tariannya dibatalkan oleh panitia. Karena itu kami minta untuk ikut tampil di acara pembukaan saja,” kata Misel dibenarkan rekan-rekannya.
Mereka bercerita kalau penampilan mereka di Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar karena sukarela, tidak dibayar. Selain karena mereka sudah terlanjur latihan, tapi juga karena mereka memang suka menampilkan tarian-tarian yang mengangkat keindahan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sebenanrnya kami sudah sering tampil di festival-festifal budaya dan acara lainnya. Kami senang kalau kami ikut merawat dan melestarikan budaya melalui tarian-tarian tradisional dan tarian kreasi. Bukan cuma tarian budaya Timor, Rote dan Sabu, kami juga sering membawakan tarian budaya Flores, Sumba dan juga Alor,” kata Aurel dan dibenarkan rekan-rekannya.
Mereka juga senang, karena pemerintah Kota Kupang saat ini terus menggelar festival budaya di berbagai kelurahan sebagai bentuk perhatian pada pelestarian budaya Nusa Tenggara Timur. Festival budaya menjadi ruang bagi para penari, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja, untuk mengembangkan bakat menari sekaligus mencintai tarian tradisional yang menjadi kekayaan budaya leluhur.
“Terima kasih bapak Wali Kota, terima kasih Pemerintah Kota Kupang dan pemerintah Kelurahan Tode Kisar. Nanti kalau ada pegelaran Festival Budaya di Kelurahan Sikumana pasti kami akan ikut,” kata mereka.
Pegelaran Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar Tahun 2026 yang digelar di Kawasan Wisata Pantai Ketapang Satu Kupang ini dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Festival Budaya Multi Etnis ini mengusung tema, “Harmoni dalam Keberagaman Budaya”, dengan Sub Tema “Nikmati Kemeriahan Budaya, Satukan Hati dalam Harmoni!”.
Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Tode Kisar digelar selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu, 13-15 Juli 2026. Pemilihan Pantai Wisata Ketapang Satu sebagai lokasi kegiatan karena memang pantai wisata tersebut berada dalam wilayah Kelurahan Tode Kisar di Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.
Pantai Wisata Ketapang Satu Adalah salah satu wisata pantai yang menawan di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dengan hamparan pasir putih yang bersih dan air laut yang biru jernih, pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat lokal dan juga wisatawan luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
(*)










Komentar