Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata, “Merajut Budaya, Mempererat Persatuan”

Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata, “Merajut Budaya, Mempererat Persatuan”

Penampilan Tarian Padoa di Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata

TEROPONGNTT, KUPANG — Suasana penuh warna dan semangat kebersamaan mewarnai Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata yang digelar di halaman Masjid Agung Al-Baitul Qadim Kota Kupang, Jumat 19 Juni 2026. Festival Budaya Multi Etnis yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 21 Juni 2026 ini menjadi wadah ekspresi seni dan budaya lintas etnis sekaligus memperkuat persatuan warga di tengah keberagaman.

Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata Tahun 2026 mengusung tema “Merajut Budaya, Mempererat Persatuan”. Artinya, Festival Budaya Multi Etnis ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol persatuan dan pelestarian budaya, serta berdampak pada pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.  

Pegelaran Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata ini, juga sekaligus menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang menyatukan masyarakat. Keberagaman merupakan kekayaan yang seharusnya membawa manfaat bagi kehidupan manusia, dan bukan mencerai-beraikan.

Acara pembukaan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata Tahun 2026 diawali dengan penampilan Tarian Padoa dari budaya Sabu Raijua. Tari Padoa adalah salah satu tarian tradisional Sabu Raijua yang biasa dilakukan secara massal diikuti laki-laki maupun perempuan. Pada tarian ini, para penari berkumpul dan membentuk formasi melingkar yang menjadi ciri khas orang Sabu Raijua.

Penampilan Tarian Padoa dari budaya Sabu Raijua yang dipertunjukan oleh salah satu sanggar seni di Kelurahan Airmata ini pun langsung mendapat sambutan meriah dari seluruh warga dan para pejabat serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang hadir. Selain tarian Padoa, juga ada penampilan Tarian Dani Dana dari Lembata, dan Tarian Tradisional Alor.

Festival Budaya Kelurahan Penfui Digelar Meriah, Kehadiran Wali Kota Kupang Disambut dengan Sapaan Adat Rote dan Tarian Taebenu

Yang tak kalah hebohnya adalah penampilan tarian etinsi Arab yang dibawakan anak-anak dari komunitas seni etnis Arab, dan fashion show budaya.dari perangkat kelurahan serta para ketua RT/RW yang tampil dengan pakaian adat dari berbagai daerah di NTT dan Indonesia. Semuanya menarik dan mendapat sambutan meriah dari para penonton atau warga yang hadir.

Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata Tahun 2026 ini dibuka Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaretha Salean, S.E., MAP mewakili Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo.  Turut hadir dalam acara pembukaan festival budaya multi etnis ini, Camat Kota Raja, serta pejabat dari kelurahan tetangga dan sejumlah pejabat lain lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo, dalam sambutannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Kupang, Margaretha Salean, S.E., MAP, mengapresiasi Kelurahan Airmata yang telah menyelenggarakan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata Tahun 2026. Menurut Wali Kota, Festival Budaya Multi Etnis bukan saja menjadi ajang budaya yang menghibur dan mempromosikan keragaman budaya yang dimiliki, tetapi juga sebagai momentum yang mempererat persatuan bagi warga setempat dan warga Kota Kupang pada umumnya.

Dikatakan Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo, pegelaran Festival Budaya di tingkat kelurahan merupakan program pemerintah Kota Kupang yamg sudah dilaksanakan sejak tahun 2023. Tujuan digelarnya festival budaya ini, untuk mengangkat, mempromosikan dan merawat budaya NTT yang ada pada masyarakat Kota Kupang.

Dikatakan Wali Kota, masyarakat Kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT adalah masyarakat yang heterogen dan majemuk, yang berasal dari berbagai suku, etnis dan budaya, bukan cuma dari wilayah Provinsi NTT tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. Sehingga menjadi kekayaan budaya yang luar biasa dan perlu selalu dipupuk semangan kebersamaan dan persatuannya.

Festival Budaya Kelurahan Oesapa Digelar Meriah di Pantai Warna, Ratusan Warga Ikut Tarian Bonet Massal dan Tarian Bosan Hala

Ditambahkan Wali Kota, selain Festival Budaya di tingkat kelurahan, Pemerintah Kota Kupang juga menetapkan menyelenggarakan Festival dan Karnaval Budaya Tingkat Kota Kupang, program inovatif yakni Sunday Market Buat Orang Kupanga tau disingkat SABOAK dan Car Free Night setiap setiap Sabtu malam.

Wali Kota Kupang, dr Christian Widodo berharap, pegelaran Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Airmata Tahun 2026 dapat berjalan sukses dan membawa manfaat bagi masyarakat setempat.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement