TEROPONGNTT, KUPANG — Suasana meriah dan penuh semangat mewarnai Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Delha, ketika Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo hadir dan disambut dengan Tarian Nong Mari Nong, yang dibawakan para siswi SMP Negeri 6 Kota Kupang. Sebuah sebuah tarian tradisional dari Etnis Nagekeo, yang sarat makna kebersamaan dan penghormatan.
Gerakan para penari belia yang anggun, diiringi musik tradisional khas, menciptakan atmosfer sakral sekaligus meriah. Kehadiran Wali Kota Kupang dalam acara ini menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya lokal.
Kemeriahan makin terasa, ketika kehadiran Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo kemudian diserbu warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak untuk minta foto bareng dan foto selfy bersama orang nomor satu di Kota Kupang itu.
Ramainya warga yang minta foto selfy dan foto bareng, membuat acara pembukaan Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Delha menjadi molor lebih dari 15 menit, karena langkah sang pemimpin Kota Kupang terhadang para warga yang terus berebutan dan berdesakan untuk minta foto selfy.
Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Delha digelar di lapangan Futsal Nunbaun Delha selama tiga hari, mulai Senin 5 Oktober 2026. Festival Budaya ini mengusung tema, “Melestarikan Budaya Lokal, Memperkuat Persatuan”.
Acara pembukaan Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Delha dihadiri pula oleh sejumlah pejabat dan pimpinan OPD lingkup pemerintah Kota Kupang, Camat Alak dan jajaran serta para lurah se-Kecamatan Alak.
Pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Nunbaun Delha diwarnai beragam atraksi seni dan budaya, terutama tarian adat dan tarian kreasi budaya, serta pameran kuliner khas dan pameran kerajinan masyarakat melalui stan-stan UMKM. Beberapa atraksi seni diantaranya Tarian Pado’a dari etnis Sabu Raijua, dan tarian kreasi etnis Timor, Flores dan Rote Ndao.
Selain itu, juga akan digelar lomba tarian adat dan tarian kreasi budaya, lomba menyanyi lagu daerah, lomba fashon show pakaian daerah serta berbagai kegiatan lomba lainnya.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan Festival Budaya ini, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo kembali mengingatkan warga Kota Kupang termasuk warga Kelurahan Nunbaun Delha, akan pentingnya budaya menjaga dan melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.
Dikatakan Wali Kota, pegelaran festival budaya di tingkat kelurahan merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Kupang dalam upaya menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki.
Menurut Wali Kota, masyarakat Kota Kupang berasal dari berbagai suku dan etnis, bahkan bukan Cuma berasal dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetapi juga berasal dari luar NTT. Semuanya hidup bersama secara berdampingan dalam rumah besar yang Bernama Kota Kupang.
Karena itu, kata Wali Kota, kekayaan budaya ini harus menjadi kekuatan yang mempersatukan, bukan dipandang sebagai perbedaan yang menjadi didnding pemisah. Keberagaman adalah kekuatan untuk maju bersama dan menjadikan hidup lebih baik di hari-hari kedepan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo juga mengapresiasi sambutan warga Kelurahan Nunbaun Delha terhadap kehadiran dirinya, serta sangat antusias dengan adanya pegelaran Festival Budaya di kelurahan tersebut.
“Saya merasa seperti pulang ke rumah sendiri. Saya sangat mengapresiasinya, ini sambutan yang luar biasa. Terima kasih kepada seluruh masyarakay Kelurahan Nunbaun Delha,” kata Wali Kota.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa Festival Budaya yang digelar bukan hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga menjadi wadah bagi seluruh masyarakat untuk mengekspresikan kekayaan seni budaya yang dimiliki.
Karena kekayaan budaya sesungguhnya adalah milik anak cucu yang harus kita wariskan. Sehingga kelak, generasi Kota Kupang tetapi terpelihara jati dirinya dan tidak mudah goyah karena pengaruh globalisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(*)










Komentar