Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Kelurahan Manutapen Angkat Nuansa Etnis Timor, Wali Kota Kupang Ingatkan Pentingnya Semangat Kebersamaan dalam Keberagaman

Festival Budaya Kelurahan Manutapen Angkat Nuansa Etnis Timor, Wali Kota Kupang Ingatkan Pentingnya Semangat Kebersamaan dalam Keberagaman

Festival Budaya Kelurahan Manutapen

TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Manutapen digelar secara meriah di halaman depan kantor kelurahan tersebut pada Kamis, 27 Agustus 2026. Festival budaya yang akan berlangsung selama tiga hari hingga Sabtu, 29 Agustus 2026 ini mengangkat tema, “Manutapen Berbudaya, Nuansa Etnis Timor dalam Semangat Kemerdekaan”.

Pegelaran Festival Budaya Kelurahan Manutapen dibuka Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Yanuar Dally, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Turut hadir dalam acara pembukaan festival budaya ini, sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang, Camat Alak dan jajaran, apparat Kelurahan Manutapen dan ratusan warga setempat.

Acara pembukaan Festival Budaya Kelurahan Manutapen dimeriahkan dengan tarian Bonet Massal serta penampilan tarian daerah dan tarian kreasi etnis Timor lainnya. Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Yanuar Dalliy, bersama Camat Alak dan sejumlah pejabat yang hadir serta para tokoh turut ambil bagian dalam Tarian Bonet Massal tersebut.

Kemeriahan Festival Budaya Kelurahan Manutapen juga diwarnai dengan hadirnya banyak stan UMKM di sekitar lokasi festival budaya yang menyuguhkan banyak produk makanan lokal seperti ubi dan pisang rebus, pisang goreng, cemilan, dan hasil kerajinan termasuk kain tenun khas Timor dan kain tenun dari berbagai daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).  

Selain itu, kemeriahan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Manutapen juga tercermin dari penampilan panitia penyelenggara, Lurah Manutapen dan jajaran serta para tokoh masyarakay yang hadir dengan mengenakan pakaian adat etnis Timor. Penampilan tarian dari anak-anak dan remaja juga turut memeriahkan pegelaran festival budaya ini.

Kelurahan Airnona Gelar Festival Budaya Sabu, Dimeriahkan Sabung Ayam dan Tarian Pado’a

Lurah Manutapen, Reny Djaya Rata mengatakan, meski Festival Budaya Kelurahan Manutapen tahun 2026 mengangkat tema nuansa etnis Timor, namun tetap memberi kesempatan kepada masyarakat dari etnis lainnya seperti etnis Sabu, Rote dan Sumba untuk berkolaborasi dan mempertunjukan keunikan budaya masing-masing melalui tarian atau atraksi lainnya.

“Festival Budaya Kelurahan Manutapen akan berlangsung selama tiga hari, dengan melibatkan semua komponen masyarakat. Kami juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang ikut mendukung dan mensponsori pelaksanaan festival budaya ini,” kata Lurah Manutapen, Reny Djaya Rata.

Menurut Reny Djaya Rata, tujuan digelarnya Festival Budaya Kelurahan Manutapen Adalah untuk mempromosikan dan melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dimiliki masyarakat Kelurahan Manutapen sekaligus memeriahkan peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026. Selain itu, untuk mempererat persatuan dan semangat kebersaan dalam keberagaman warga Kelurahan Manutapen.

“Tujuan lainnya adalah meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya pelaku UMKM yang ikut ambil bagian dalam kegiatan festival budaya ini,” kata kata Lurah Manutapen, Reny Djaya Rata.

Sementara Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Yanuar Dally, dalam sambutannya mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengucapkan selamat kepada panitia penyelenggara bersama pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat atas terselenggaranya Festival Budaya Kelurahan Manutepen 2026 yang digelar secara meriah.

Festival Budaya Kelurahan Penfui Digelar Meriah, Kehadiran Wali Kota Kupang Disambut dengan Sapaan Adat Rote dan Tarian Taebenu

Dikatakan Yanuar Dally, pegelaran festival budaya tingkat kelurahan adalah bentuk komitmen pemerintah Kota Kupang untuk menjaga dan melestarikan budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di masyarakat Kota KASIH ini. Keindahan budaya masyarakat Kota Kupang yang berasal dari berbagai etnis harus menjadi kekuatan yang mempersatukan.

“Masyarakat yang berasal dari beragam etnis dan budaya hidup berbaur di Kota Kupang ini. Karena itu, potensi budaya yang dimiliki harus menjadi kekuatan dan kekayaan yang harus dikelola dengan baik, sehingga mambawa manfaat bagi kehidupan manusia,” kata Yanuar Dally.

Kekayaan budaya, menurur Yanuar Dally, harus menjadi alat pemersatu yang mempererat semangat kebersamaan ditengah keberagaman, jangan dijadikan sebagai jurang pemisah. Kekayaan budaya adalah modal yang harusnya dimanfaatkan untuk kehidupan yang lebih baik, yang bisa mendatangkan rejeki bagi kehidupan.

Karena itu, Yanuar Dally berharap, pegelaran Festival Budaya Kelurahan Manutapen dapat membawa manfaat bagi masyarakatnya, dan bukan sebagai hiburan semata. Tetapi sebagai momentum untuk membangkitkan semnagat juang untuk mengisi kemerdekaan dan menjadi lebih baik.

(*)

Festival Budaya Kelurahan Oesapa Digelar Meriah di Pantai Warna, Ratusan Warga Ikut Tarian Bonet Massal dan Tarian Bosan Hala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement