Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Etnis dan Local Expo Kelurahan Mantasi, Juga Dimeriahkan Pertunjukan Cara Menenun dan Tarian Kebalai Massal

Festival Budaya Etnis dan Local Expo Kelurahan Mantasi, Juga Dimeriahkan Pertunjukan Cara Menenun dan Tarian Kebalai Massal

Festival Budaya Kelurahan Mentasi

TEROPONGNTT, KUPANG — Kelurahan Mantasi menggelar Festival Budaya Etnis dan Local Expo dalam rangka pelestarian dan promosi budaya Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di masyarakat kelurahan tersebut. Kegiatan ini sekaligus sebagau upaya mempererat rasa persaudaraan ditengah keberagaman etnis dan Upaya pemberdayaan ekonomi UMKM.

Festival Budaya Etnis dan Local Expo Kelurahan Mentasi digelar selama tiga hari di Lapangan Viktori Mantasi, mulai Rabu 23 September 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Akar Tradisi, Sayap Masa Depan”, yang mengandung makna bahwa kehidupan masyarakat Mantasi harus tetap berakar pada tradisi dan budaya sebagai jati diri, dalam menghadapi masa depan yang lebih baik.

Festival Budaya Etnis dan Local Expo Kelurahan Mentasi dibuka Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C Francis. Turut hadir sejumlah pejabat dari lingkup pemerintah Kota Kupang dan Kecamatan Alak, termasuk para lurah di wilayah Kecamatan Alak.

Yang menarik dan unik dari kegiatan Festival Budaya dan Local Expo Kelurahan Mantasi ini, selain dimeriahkan penampilan tarian adat dan tarian kreasi daerah, juga ada Pertunjukan Cara Menenun Tradisional dari sejumlah etnis, baik cara menenun kain tenun etnis Sabu, etnis Rote maupun cara menenun kain etnis Flores.

Masyarakat Mantasi dan para pengunjung lainnya dari wilayah Kota Kupang, boleh bertanya langsung kepada kelompok ibu-ibu yang menghadirkan pertunjukan cara menenun tradisional di Festival Budaya tersebut. Bagaimana cara dan langkah-langkah atau tahapan menenun, bahan yang dibutuhkan untuk menenun, hingga sejarah menenun di masyarakat Kelurahan Mantasi, dan harga jual kain tenun.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

Selvi Sanam, salah satu penenun kain Timor, mengatakan bahwa pada umumnya tahapan, peralatan dan bahan untuk menenun pada etnis Timor hampir sama atau mirip dengan menenun kain adat etnis lainnya seperti kain Sabu, kain Flores atau kain Rote. Namun yang berbeda adalah bagaimana membuat motif pada kain tersebut dan cara meramu bahan untuk memberi warna khas pada kain tenun yang dibuat.

Selama ini, Selvi Sanam dan para penenun lainnya di Kelurahan Mantasi mengandalkan modal sendiri dalam menekuni usaha menenun. Mulai dari pengadaan peralatan menenun, hingga pengadaan bahan-bahan untuk membuat kain tenun dan lainnya hingga menjual kain tenun ke pasar.  

Pegelaran Festival Budaya dan Local Expo Kelurahan Mantasi, menurut Selvi Sanam, merupakan kegiatan yang bagus dan sangat positif, karena memberi ruang kepada para penenun untuk mempertunjukan dan mendemontrasikan cara menenun kain tenun tradisional. Ini merupakan kekayaan budaya yang perlu dipertahankan dan harus diberdayakan bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

“Kami sebagai penenun sangat berharap Pemerintah Kota Kupang memberi perhatian kepada pemberdayaan para penenun yang ada di kelurahan-kelurahan termasuk di Mantasi ini. Baik melalui bantuan dana maupun akses pemasaran, sehingga menenun bisa menjadi bagian dari sumber pendapatan dan penghidupan masyarakat,” kata Selvi Sanam.

Kemeriahan Festival Budaya dan Local Expo Kelurahan Mantasi juga dimeriahkan dengan penampilan sejumlah tarian adat dan tarian kreasi daerah, yang diawali dengan tarian adat dari Maumere Flores sebagai tarian penyambutan terhadap kehadiran Camat Alak, Amramsius Yolah, S.Sos dan rombongan.

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

Selain itu, juga ada penampilan Tarian Leddo Hawu dari etnis Sabu Raijua dan tarian kreasi lainnya, serta tarian massal Kebalai dari etnis Rote Ndao. Camat Alak, Amramsius Yolah, dan para pejabat lainnya juga turut ambil bagian dalam kebersamaan menari tarian massal Kebalai tersebut.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutannya yang dibacakan Camat Alak, Amramsius Yolah, menyampaikan selamat kepada masyarakat dan pemerintah Kelurahan Mantasi atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya dan Local Expo tersebut. Dikatakan Wali Kota, Kelurahan Mantasi walau luas wilayah terkecil, namun memiliki kekayaan budaya yang beragam dari berbagai etnis dengan makna filosofis yang mendalam.

Wali Kota juga mengatakan, festival budaya yang digelar bukan hanya sebuah bentuk hiburan dan sekedar pentas seni dan budaya, tapi memiliki makna mendalam sebagai upaya pelestarian dan promosi budaya. Melalui festival budaya masyarakat Mantasi dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya, menjadi lebih saling mengenal dan membangun rasa persaudaraan dalam keberagaman.

Menurut Wali Kota, seni budaya adalah jati diri kita. Dalam kebudayaan ada nilai-nilai luhur yang diwariskan para orang tua, dan itu harus kita jaga dan kita rawat serta kita wariskan lagi kepada anak cucu. Dalam nilai-nilai budaya tersebut kita diajarkan untuk saling menghormati dan saling menghargai terhadap sesama kita.

Sementara Camat Alak, Amramsius Yolah, menanmbahkan festival budaya yang digelar juga menjadi ruang bagi peningkatan ekonomi masyarakat melalui kehadiran stan-stan UMKM. Produk-produk makanan lokal yang telah dikemas menjadi cemilan, kue-kue dan lainnya, dipasarkan sebagai bentuk promosi budaya pula.

Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Camat Alak berharap, Festival Budaya dan Local Expo Kelurahan Mantasi yang digelar membawa manfaat positif bagi warta kelurahan dan warga Kota Kupang pada umumnya. Menjaga dan melestarikan budaya serta membangun semangat persaudaraan dalam keberagaman etnis yang ada di Kelurahan Mantasi.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement