Pariwisata
Beranda » Berita » Buka Festival Budaya Kelurahan Nunhila Tonjolkan Budaya Etnis Sabu, Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally: “Budaya Adalah Identitas Diri”

Buka Festival Budaya Kelurahan Nunhila Tonjolkan Budaya Etnis Sabu, Asisten III Setda Kota Kupang Yanuar Dally: “Budaya Adalah Identitas Diri”

Festival Budaya Kelurahan Nunhila

TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Nunhila digelar selama tiga hari di Pantai Wisata Batu Kepala Nunhila Kota Kupang, mulai Senin 7 September 2026, Pegelatan Festival Budaya Kelurahan Nunhila berlangsung meriah, diawali dengan parade drum band dan diikuti perwakilan peserta masing-masing RT/RW serta berbagai atraksi budaya dan lomba-lomba.

Pegelatan Festival Budaya ini mengusung tema “Merajut Warisan Budaya, Merangkul Masa Depan” atau dalam bahasa Sabu, “Pemanna Lua Peakki Hada Nga Uku Rai Tu Ta Hedape Lai Leto”. Festival Budaya Kelurahan Nunhila dibuka Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis.

Acara pembukaan festival budaya ini juga dihadiri Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josefina MD Gheta, Camat Alak, Amramsius Yolah, sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang dan Kecamatan Alak serta para lurah se-kecamatan Alak. Juga hadir para tokoh dan ratusan warga Kelurahan Nunhila.

Kehadiran Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, bersama Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josefina MD Gheta, dan rombongan disambut dengan sapaan adar dan tarian adat Sabu yang dibawakan para siswa SDN Nunhila. Acara kemudian dilanjutkan dengan atraksi Tarian Pe’iu Mann’u (Taji Atau Sabung Ayam) oleh Samggar Mekar Patma dua orang siswa SMAN 1 Kupang dan diikuti Tradisi Nginu Due (Minum Tuak).

Lurah bersama jajaran dan panitia kegiatan Festival Budaya Kelurahan Nunhila juga tampil kompak dengan mengenakan pakaian adat Sabu di acara pembukaan festival budaya ini. Selain itu, sejumlah stan UMKM yang ada di sekitar lokasi kegiatan juga menyediakan berbagai kain tenun ikat khas adat Sabu, begitu pula dengan berbagai jenis pakan lokal yang tersedia di Stan UMKM.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan festival budaya ini, Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally mengatakan, Budaya adalah cara hidup yang berkembang dalam suatu kelompok masyarakat, mencakup nilai, norma, adat, bahasa, seni, dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya adalah identitas diri sekaligus pedoman perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari.

“Budaya adalah identitas diri kita, pikiran kita, akal budi kita, adat istiadat kita, serta cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sekelompok orang, diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, kekayaan budaya yang kita miliki ini harus terus kita jaga dan kita pelihara,” kata Yanuar Dally.

Meski demikian, kata Yanuar Dally, karena masyarakat Kota Kupang, termasuk masyarakat Kelurahan Nunhila, hidup berdampingan dalam keberagaman, walaupun pada umumnya warga Kelurahan Nunhila berasal dari etnis Sabu Raijua, maka diharapkan tetap ada atraksi dari budaya etnis lain yang ikut ditampilkan dalam pegelaran Festival Budaya Kelurahan Nunhila ini.

Hal itu dimaksudkan, kata Yanuar Dally, agar masyarakat Kelurahan Nunhila terutama generasi muda, bisa mengenal budaya dari etnis lainnya dan bisa merasakan semangat persaudaraan antar sesama dalam keberagaman sebagai warga Kota Kupang. Tentunya tanpa melupakan budaya sendiri yang duwariskan para orang tua.

Pada kesempatan ini, Yanuar Dally juga menyampaikan selamat kepada pemerintah dan masyarakat Kelurahan Nunhila atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya yang berlangsung secara meriah, dan dipusatkan di Kawasan Wisata Batu Kepala Nunhila. Sebuah Kawasan wisata dengan pemandangan laut yang indah.

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Nunhila, Daud Padja mengatakan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Nunhila merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Kupang melalui pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat dalam menjaga dan mempromosikan kekayaan budaya yang dimiliki.

Tujuan kegiatan festival budaya ini, agar masyarakat terutama generasi muda tidak lupa dengan budayanya sendiri yang diwariskan para leluhur. Selain itu, melalui pegelaran festival budaya, kita juga membangun rasa persaudaraan dengan sesame terutama tetangga terdekat dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya, sehingga kitab isa hidup berdampingan dengan damai dalam semangat persaudaraan.

“Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Nunhila akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu, 9 September 2026, dan akan diisi dengan berbagai kegiatan, seperti penampilan berbagai atraksi dan lomba-lomba termasuk lomba fashion show anak-anak dan lansia, serta lomba tarian daerah dan menyanyi lagu daerah. Sementara untuk kegiatan di hari pertama ini, nantinya akan ditutup dengan Tarian Pado’a massal,” kata Daud Padja.

Ia berharap pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Nunhila bisa berlangsung sukses, bukan hanya sebagai hiburan tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat kelurahan dalam menghadapi kehidupan di waktuwaktu kedepan.

(*)

Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement