TEROPONGNTT, KUPANG — Kelurahan Alak menggelar Event Budaya Etnis Timor selama tiga hari, mulai Selasa 20 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Nekaf Bin Hit Aonbiak, Naleko Hit Kuan”, yang berarti “Mengikat Persaudaraan dalam Harmoni Kearifan Lokal.”
Kegiatan Event Budaya Etnis Timor yang digelar di lapangan Kantor Kelurahan Alak ini menjadi upaya pemerintah bersama masyarakat kelurahan untuk memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan potensi seni dan budaya etnis Timor, sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
Tema “Nekaf Bin Hit Aonbiak, Naleko Hit Kuan” yang diusung ini menegaskan pentingnya persaudaraan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Kearifan lokal tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi kekuatan untuk membangun keharmonisan, mempererat hubungan antarsesama, serta menjaga nilai-nilai kebersamaan.
Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak dibuka Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si, mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C Francis. Acara pembukaan Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak juga dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang, Christian Baitanu, Camat Alak Amram Yollah, serta sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang dan Kecamatan Alak serta para lurah se-Kecamatan Alak, dan para tokoh masyarakat.
Kehadiran Asisten III Setda Kota Kupang, Yanuar Dally, S.H., M.Si, bersama rombongan di kegiatan Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak disambut dengan sapaan adat natoni yang dibawakan para siswa SDI Tenau Kota Kupang, Setelah sapaan adat Natoni dilanjutkan dengan tarian okomama sebagai tarian penyambutan sesuai tradisi etnis Timor.
Asisten III Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Yanuar Dally menegaskan bahwa kebudayaan merupakan identitas masyarakat yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan dimajukan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan warisan leluhur, tetapi harus disertai upaya pengembangan dan promosi agar kekayaan budaya daerah semakin dikenal secara luas, termasuk hingga ke tingkat nasional dan internasional.
Dalam sambutannya, Yanuar Dally mengatakan bahwa budaya merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Budaya tidak hanya terbatas pada tarian tradisional, pakaian adat, atau upacara adat, tetapi juga mencakup cara hidup, kebiasaan masyarakat, tradisi pemberian nama kepada anak, cara memenuhi kebutuhan hidup, hingga berbagai bentuk pekerjaan yang diwariskan secara turun-temurun.
“Dengan demikian, kebudayaan memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat dan menjadi bagian penting dari identitas suatu kelompok. Budaya atau kebudayaan merupakan hasil daripada cipta, rasa, dan karsa,” kata Yanuar Dally dalam sambutannya.
Ia menambahkan, setiap kelompok masyarakat memiliki kekayaan budaya yang menjadi ciri khas masing-masing. Berbagai kelompok etnis, seperti Timor, Sabu, Sumba, Alor, Toraja, dan kelompok etnis lainnya, memiliki tradisi serta warisan budaya yang perlu dijaga dan dipelihara. Karena itu, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan budaya yang diwariskan oleh para pendahulu agar tetap hidup dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Yanuar Dally juga mengatakan, keberagaman budaya yang dimiliki masyarakat Kota Kupang, termasuk masyarakat kelurahan Alak, merupakan kekayaan dan kekuatan yang yang mempersatukan. Perbedaan budaya atau etnis bukan menjadi pemisah tetapi menjadi kekuatan untuk maju dan berkembang bersama.
Sementara dalam laporannya, Ketua Panitia Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak Tahun 2026, Dominggus Meni, mengatakan bahwa kegiatan Event Budaya Etnis Timor diselenggarakan sebagai upaya melestarikan, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan seni serta budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kelurahan Alak, Kota Kupang.
Kegiatan Event Budaya Etnis Timor yang berlangsung hingga Kamis 22 Oktober 2026 ini mengusung tema “Nekaf Bin Hit Aonbiak, Naleko Hit Kuan”, yang berarti “Mengikat Persaudaraan dalam Harmoni Kearifan Lokal”.
Pelaksaan Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak akan diisi dengan berbagai kegiatan yakni lomba fashion show busana daerah, lomba tarian bonet, lomba menyanyi lagu daerah dan kegiatan olah raga, serta malam hiburan. Sementara kegiatan hari pertama Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak juga akan diisi dengan tarian Bonet Massal, serta Tarian Dolo Bosan Hala dan Tarian Kebalai.
(*)










Komentar