Pariwisata
Beranda » Berita » Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Festival Budaya Kelurahan Oebufu Dimeriahkan Lomba Tarian Tebe, Daud Nafi Ajak Masyarakat Merawat Budaya dan Memperkuat Persatuan

Festival Budaya Kelurahan Oebufu

TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Oebufu digelar selama tiga hari di lapangan samping Asrama Haji Kupang, wilayah RT 034/RW 008, Kelurahan Oebufu, mulai Senin 19 Oktober 2026. Pegelaran Festival Budaya Kelurahan Oebufu dimeriahkan dengan berbagai lomba, salah satunya Lomba Tarian Tebe.

Tari Tebe adalah tarian adat masyarakat Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka sebagai bentuk luapan kegembiraan atas keberhasilan dalam pekerjaan dan usaha pertanian atau kemenangan dalam suatu perjuangan. Pada zaman dahulu, tarian ini dilaksanakan masyarakat petani untuk menginjak padi usai panen.

Saat menari tarian Tebe, para pria dan wanita bergandengan tangan sambil bernyanyi bersahut-sahutan melantunkan syair dan pantun (kananuk) yang berisikan puji-pujian, kritikan atau permohonan, sambil menghentakan kaki sesuai irama lagunya. Namun saat ini Tarian Tebe sudah diringi musik atau lagu yang telah disiapkan.

Tarian ini dilakukan oleh penari pria dan wanita, dengan membentuk lingkaran, dimana penari wanita membentuk lingkaran luar dan penari pria membentuk lingkaran dalam. Mereka menari sambil bergandengan tangan yang menggambarkan kebersamaan dan persatuan dalam persaudaraan.

Festival Budaya Kelurahan Oebufu yang digelar hingga Rabu 21 Oktober 2026 ini dibuka Staf Ahli Setda Kota Kupang, Daud Nafi, mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C Francis. Acara pembukaan Festival Budaya Kelurahan Oebufu dihadiri sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang, Camat Oebobo dan sejumlah pejabat lingkup Kecamatan Oebobo serta para lurah se-Kecamatan Oebobo dan undnagan lainnya.

Festival Budaya Kelurahan Naikoten I, Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, Menggerakkan Partisipasi Masyarakat

Festival Budaya Kelurahan Oebufu mengusung tema “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan, dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda”. Tema ini dipilih karena selain bertujuan melestarikan dan mempromosikan potensi budaya, pegelaran Festival Budaya Kelurahan Oebufu juga bertujuan mempererat hubungan sosial masyarakat di tengah keberagaman, sekaligus memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Dalam sambutaannya saat membuka kegiatan festival budaya ini, Staf Ahli Setda Kota Kupang, Daud Nafi mengajak masyarakat untuk terus merawat dan menghidupkan budaya daerah sebagai identitas masyarakat sekaligus sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Menurut Daud Nafi, festival budaya merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang arti penting menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki. Budaya daerah dapat dikenali melalui berbagai unsur, termasuk pakaian adat yang menjadi ciri khas setiap kelompok masyarakat.

Perbedaan budaya, kata Daud Nafi, tidak boleh menjadi alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan mempererat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. “Perbedaan budaya bukanlah perpecahan. Justru perbedaan itu harus membuat kita semakin bersatu,” demikian pesan Daud Nafi.

Daud menegaskan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial atau festival yang diselenggarakan setiap tahun. Budaya harus terus dihidupkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila masyarakat tidak lagi menghidupi nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur, maka upaya merawat budaya akan kehilangan makna.

Event Budaya Kelurahan Naikoten II Usung Tema “Lamaholot”, Wali Kota Kupang: Budaya Bukan Hanya Warisan, Tetapi Juga Pinjaman dari Anak Cucu

Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk menjadikan festival budaya sebagai salah satu sarana memperkuat kecintaan terhadap tradisi sekaligus mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Tanpa upaya pelestarian yang berkelanjutan, budaya berisiko hanya menjadi cerita masa lalu yang disampaikan orang tua, kakek, dan nenek kepada anak cucu.

Daud Nafi juga mengatakan, nilai budaya tidak hanya terlihat dari pakaian adat, tarian, atau berbagai bentuk pertunjukan seni. Budaya juga tercermin dalam perilaku dan hubungan antarmanusia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu nilai penting yang perlu terus dipertahankan adalah penghormatan generasi muda kepada orang yang lebih tua.

Menurutnya, budaya mengajarkan anak-anak dan kaum muda untuk menghargai orang tua, menjaga sopan santun, serta membangun hubungan yang baik dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya luar yang semakin mudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat.

Sementara tokoh masyarakat Kelurahan Oebufu, Mell Medah, mengapresiasi pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Oebufu yang tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya daerah, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan keluarga.

Saat menyampaikan sambutannya, Mell Medah mengatakan, festival budaya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyaksikan dan mengenal beragam kekayaan budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Event Budaya Etnis Timor Kelurahan Alak, Mengikat Persaudaraan dalam Harmoni Kearifan Lokal

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya merawat dan melestarikan budaya daerah sebagai bagian dari identitas serta warisan yang perlu diteruskan kepada generasi mendatang.

Mell Medah mengatakan, tema kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oebufu adalah “Merawat Budaya, Mempererat Persaudaraan dan Memperkuat Persatuan dalam Semangat Sumpah Pemuda.” Tema yang diangkat panitia ini memiliki makna penting, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebudayaan sekaligus memperkuat persaudaraan dan persatuan.

Semangat Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa keberagaman suku, adat istiadat, bahasa, dan tradisi bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan. Sebaliknya, keberagaman merupakan kekayaan yang perlu dijaga bersama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Karena itu, festival budaya diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan mengenal kebudayaan masing-masing, sekaligus mempererat hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Oebufu, Dr. Laurensius Lehar, dalam laporannya mengatakan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oebufu akan dimeriahkan dengan berbagai lomba yakni Lomba Tarian Tebe, lomba fashion show pakaian daerah untuk anak-anak dan lansia, serta lomba menyanyi lagu daerah.

Selain itu, pada acara pembukaan, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oebufu juga diisi dengan Tarian Tebe Massal yang juga diikuti Staf Ahli Setda Kota Kupang, Daud Nafi, serta sejumlah pejabat lingkup pemerintah Kota Kupang, Camat Oebobo dan sejumlah pejabat lingkup Kecamatan Oebobo dan para lurah se-Kecamatan Oebobo dan undangan lainnya.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement