TEROPONGNTT.COM — Orang Kupang pasti sering melintas jembatan Liliba atau Jembatan Petuk, yang menghubungkan Bandara Eltari dan pelabuhan laut di Kupang. Fungsi jembatan adalah penghubung bagi kedua sisi.
Begitu pula terobosan yang kini sedang dilakukan Universitas Citra Bangsa (UCB). Membangun dan menata “jembatan kembar” antara Kupang dan Kobe – Osaka Jepang.
Dalam upaya menata jembatan kembar ini, pada Senin, 16 Juni 2025, tengah malam, tim Universitas Citra Bangsa (UCB) terbang dari Bandara Soetta Tangerang menuju ke Bandara Kenzai Osaka (Jepang).
Tim UCB dipimpin langsung oleh Senator Ir. Abraham Liyanto (Ketua Dewan Pembina Yayasan CBIM yang menaungi UCB Kupang).
Turut serta ibu Ani Liyanto (Dewan Pembina), Dr. Haji Abdul Madjid (WR I UCB) dan Dr. Sem Littik (Direksi Yayasan CBIM).
Tujuan kunjungan kali ini adalah untuk menata hubungan kerjasama antara UCB dengan dua induk perusahaan penyaluran tenaga perawat di Jepang.
Kerjasama sejak September 2024 pada dua jalur, yaitu (1) rekrutmen alumni Program Studi S1 Keperawatan bersertifikat NERSE, dan (2) rekrutmen mahasiswa Keperawatan sejak semester I (diajar bahasa Jepang selama 4 tahun), tanpa sertifikat NERSE.
Hingga saat ini, Jalur I sudah 3 semester dan jalur II sudah 2 semester. Kerjasama ini sesuai visi Yayasan CBIM untuk menciptakan pendidikan yang humanis, profesional dan bermutu.
Tahun lalu, tim UCB dipimpin Rektor Prof. Frans Salesman sudah ke Osaka dan Tokyo untuk melihat fasilitas-fasiltas yang membutuhkan perawat.
Jadi perjalanan kali ini, adalah yang kedua kalinya untuk mengembangkan jembatan kerjasama, sebab dalam waktu dekat akan berangkat 5 alumni NERSE UCB dari jalur I.
Seperti jembatan Liliba dari 1 ruas menjadi 2 ruas, maka jembatan Kupang-Jepang yang mulanya Kupang-Osaka perlu perawatan dan penguatan di jalur Kupang-Kobe.
Pada intinya UCB membuka peluang kerja bagi anak-anak Nusa Tenggara Timur, terutama para alumni untuk bekerja di luar Negeri, dengan pendapatan yang lebih baik.
(*)









Komentar