TEROPONGNTT, SOE — Saluran irigasi Bena di wilayah Desa Linamnutu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mengalami sedimentasi berat yang menghambat aliran air ke lahan pertanian. Kondisi ini membuat petani kesulitan mengairi sawah dan ladang mereka, dan berdampak pada menurunnya produktivitas hasil usaha pertanian dari tahun ke tahun.
Sedimentasi adalah proses pengendapan material atau partikel padat yang terbawa oleh air atau angin dan atau faktor lainnya, yang membuat laju aliran air di saluran irigasi melemah. Kondisi ini jika terus dibiarkan bisa saja membuat aliran air di saluran isigasi benar-benar tersumbat.
Yang menarik, para petani menyebut bahwa sedimentasi atau pendangkalan saluran irigasi Bena di wilayah Desa Linamnutu terjadi sejak lima tahun lalu. Kondisi ini telah menjadi pengeluhan utama mereka.
Keluhan terkait kondisi sedimentasi Saluran Irigasi Bena di wilayah Desa Linamnutu ini disampaikan para petani saat Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husiun, melaksanakan kegiatan reses di wilayah mereka, pada Sabtu 1 Agustus 2026.
Menanggapi keluhan para petani ini, Anggota DPR RI Usman Husin, langsung menghubungi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, juga Sekjen Kementrian Pertanian, dan Direktur Irigasi Kementrian Pertanian, untuk menyampaikan pengeluhan para petani tersebut.
Hasilnya, pada Minggu 2 Agustus 2026, Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) langsung menurunkan ekskavator dan truk lalu mengeruk sedimentasi saluran irigasi di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten TTS tersebut. Bahkan, ekskavator dan truk sudah tiba di lokasi dari pukul 02.00 wita, meski pekerjaan penggarukan material padat di saluran irigasi baru mulai dilakukan kira-kira pukul 14.00 wita.
Kini, saluran irigasi Bena di Desa Linamnutu sudah kembali bersih dan aliran air ke areal pertanian warga sudah kembali normal. Para petani pun lega dan bahagia, serta mengucapkan banyak terima kasih kepada Anggota DPR RI Usman Husin yang telah membantu mengatasi masalah mereka.
Anggota DPR RI Usman Husin, yang kembali dihubungi melalui pesan whatsapp (WA) pada Selasa 4 Agustus 2026, membenarkan adanya pengeluhan petani terkait sedimentasi saluran irigasi Bena di wilayah Desa Linamnutu, Kabupaten TTS, yang terjadi sejak lima tahun lalu.
Kakak kandung dari Mantan Menteri Perindustrian RI Saleh Husin ini juga mengakui, kalau dirinya langsung menghubungi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, juga Sekjen Kementrian Pertanian, dan Direktur Irigasi Kementrian Pertanian, melalui pesan WhatsApp (WA), untuk menyampaikan pengeluhan para petani tersebut.
“Terima kasih kepada Menteri Pertanian dan jajarannya, juga Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) yang langsung merespons pengeluhan para petani. Persoalan irigasi memang menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kehidupan petani dan ketahanan pangan nasional dan daerah,” kata Usman Husin.
Usman Husin mengatakan, dirinya terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat NTT yang umumnya berprofesi sebagai petani dan nelayan, sehingga kegiatan usaha tani masyarakat bisa berjalan baik dan berdampak pada peningkatan taraf hidup keluarga petani.
Ia berharap pemerintah melalui instansi terkait bisa lebih cepat dalam menanggapi keluhan petani dan nelayan, termasuk para petani di Desa Linamnutu-Kabupaten TTS. Apalagi pengeluhan terkait masalah utama dalam usaha pertanian yakni saluran irigasi yang mengalirkan air ke lahan pertanian.
(*)









Komentar