WARTATIMOR.COM, MALANG — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) senantiasa bersinergi dengan media massa untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat, demikian disampaikan Kepala Kantor OJK Provinsi NTT Japarmen Manalu dalam sambutannya pada kegiatan Media Gathering OJK dengan wartawan media massa di Malang, Senin (08/12/2025).
“Media massa merupakan salah satu stakeholders strategis OJK. Dengan dukungan pemberitaan media massa maka program dan kebijakan OJK serta informasi tentang sektor jasa keuangan dapat tersampaikan secara merata kepada masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang telah diberikan selama ini dan sebagai bagian dari komitmen OJK dalam rangka memperkuat komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif, maka dilakukan media gathering pada hari ini,” kata Japarmen.
Lanjutnya, tidak hanya sebagai penyampai informasi kepada masyarakat, media massa juga berperan penting sebagai agen literasi yang menyampaikan edukasi keuangan kepada masyarakat. Peningkatan literasi keuangan masyarakat menjadi salah satu pondasi penguatan pelindungan konsumen dan masyarakat.
Literasi keuangan akan memampukan masyarakat untuk mengetahui produk dan layanan yang berizin OJK, modus kejahatan di sektor jasa keuangan, dan informasi lainnya. Informasi ini akan membantu masyarakat untuk memaksimalkan manfaat dari produk dan jasa keuangan yang digunakan dan terhindar menjadi korban kejahatan di sektor jasa keuangan.
Langkah ini juga dinilai penting untuk memperkuat dasar pengambilan keputusan keuangan masyarakat serta meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, yang merupakan fondasi bagi stabilitas dan keberlanjutan industri.
Pada kesempatan dimaksud, dipaparkan pula perkembangan kinerja sektor jasa keuangan di NTT. Per September 2025, kinerja perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Timur menunjukkan tren positif, dengan Aset tumbuh 2,52 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 6,17 persen, dan Kredit meningkat 1,88% secara tahunan.
OJK mencermati perkembangan pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR), di mana penyaluran kredit tercatat meningkat sementara DPK mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan ekspansi kredit yang belum diimbangi strategi penghimpunan dana yang memadai, sehingga berpotensi menekan likuiditas dan meningkatkan rasio LDR. OJK mendorong BPR untuk memperkuat manajemen pendanaan dan menjaga prinsip kehati-hatian guna memastikan stabilitas sektor perbankan di NTT.
Kegiatan ini dilakukan secara fisik. Hadir dalam acara dimaksud Asisten Direktur Kantor OJK Provinsi NTT Polantoro, Manajer Senior Kantor OJK Provinsi NTT Topan Ariandi, dan Manajer Madya Kantor OJK Provinsi NTT Donna Bella Permata Rissi. Selain itu, hadir pula 20 orang peserta yang berasal dari perwakilan media massa di Provinsi NTT.
Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi kepada media massa yang telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam mendukung tugas dan fungsi OJK, khususnya dalam penyebaran informasi yang akurat, edukatif dan membangun ke masyarakat maka dilakukan pula pemberian apresiasi.
Adapun perwakilan media massa yang mendapatkan apresiasi yaitu apresiasi OJK Media Proaktif diberikan kepada Warta Timor, apresiasi Pena Emas OJK diberikan kepada Pos Kupang, apresiasi OJK Media Inspiratif diberikan kepada Radio Suara Kupang.
Japarmen menyampaikan apresiasi kepada media massa dan menambahkan bahwa OJK tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan maupun meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dan aliansi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat melalui berbagai program.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi yang berkesinambungan, OJK turut menyelenggarakan sesi penguatan team building bagi seluruh perwakilan media massa. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang lebih efektif, meningkatkan soliditas, serta memperkuat peran strategis media dalam mendukung program literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Sebagai salah satu mitra strategis OJK, media diharapkan dapat berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui pemberitaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami, baik melalui media cetak maupun digital.
(*)









Komentar