Ekonomi
Beranda » Berita » High Level Meeting (HML) TPID, Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan

High Level Meeting (HML) TPID, Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan

High Level Meeting (HML) TPID

TEROPONGNTT, KUPANG – Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi NTT kembali menggelar High Level Meeting (HML) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna membahas langkah strategis pengendalian inflasi sekaligus merumuskan upaya memperkuat ketahanan pangan menjelang hari raya keagamaan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ini merupakan HML TPID pertama yang digelar Pemprov NTT di tahun 2026.

High Level Meeting (HML) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dilaksanakan di Hotel Harper Kupang pada Senin 9 Februari 2026. Saat memimpin HML TPID ini, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso. HLM TPID dipandu Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Nange.

Kegiatan High Level Meeting (HML) ini dihadiri unsur Forkompinda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mitra strategis di lingkup Provinsi NTT dan pimpinan lembaga vertikal terkait lainnya seperti OJK, Kanwil Perbendaharaan NTT, Bulog Divre NTT, BPS NTT, Pertamina, kalangan perbankan dan lainnya. Selain itu juga dihadiri Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Industri Manufaktur Agro Farmasi dan Kesehatan Kemenko Perekonomian RI, Muhamad Edy Yusuf secara virtual dari Jakarta.

Dalam arahannya, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari raya keagamaan yang dirayakan sedara beruntun, mulai dari Hari Raya Imlek, Bulan Suci Ramadhan, Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka, Hari Raya Idul Fitri, dan Hari Raya Paskah. Sehingga pertemuan ini berdampak pada ketersedian barang kebutuhan pokok yang cukup di pasar dan memberi kenyamaann bagi umat beragama yang merayakan.

Menurut Gubernur Melki, saat ini Provinsi NTT sedang berada pada dua situasi yakni situasi yang perlu syukuri dan situasi harus diperbaiki. Karena sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), pada akhir tahun 2025, yakni di Triwulan Empat Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,34 persen, namun penurunan angka kemiskinan masih rendah karena cuma 1 persen.

TJSL PLN UIP Nusra Dorong Efisiensi Melaut Nelayan Labuan Pandan Lewat Mesin Kapal Listrik

Selain itu, pertumbuhan ekonomi ini menjadi tawar karena kejadian anak SD yang meninggal gantung diri di Kabupaten Ngada karena faktor kemiskinan. Apalagi peristiwa ini viral dan menjadi trending di Tingkat nasional.

Meski demikian, kata Gubernur Melki, pemerintah bersama semua pihak terkait akan terus berusaha memperbaiki kondisi yang ada dan terus mempertahankan Tingkat pertumbuhan ekonomi NTT ini, terutama Pembangunan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Sehingga memperkuat ketahanan pangan kita menuju kehidupan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Sementara Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam sambutannya menekankan kembali apa yang disampaikan Gubernur NTT, Melki Laka Lena tentang pertumbuhan ekonomi NTT dan perkembangan laju inflasi di Nusa Tenggara Timur. Dimana di awal tahun 2026 ini, laju inflasi Nusa Tenggara Timur sebesar 1 persen dan pentingnya menjaga stabisitas harga bahan kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Adidoyo Prakoso juga menjelaskan tentang strategi jangka pendek dan jangka menengah-panjang yang bisa dilakukan dalam Upaya menjaga laju inflasi serta memperkuat ketahanan pangan untuk ekonomi NTT yang tumbuh kuat dan berkelanjutan sesuai tema kegiatan HLM tersebut yakni “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan”.

Selain itu, Adidoyo Prakoso juga menyampaikan tentang Risiko Inflasi pada Festive Season 2026 yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah, serta pemetaan kondisi struktural komuditas pangan strategis di Nusa Tenggara Timur. Terutama terkait ketersediaan komuditas pangan seperti beras, daging ayam, telur, cabai, bawang merah dan lainnya, serta pentingnya upaya pengembangan local champion klaster pangan NTT.

PLN UIP Nusra Hidupkan Kembali Potensi Ekowisata Padak Guar Lewat Penanaman 3.000 Bibit Mangrove

Sejumlah instansi terkait juga menyampaikan pendapat dalam pertemuan High Level Meeting (HML) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT ini terutama dari Bulog, BPS NTT, Pertamina, Kanwil Perbendaharaan Provinsi NTT dan instansi terkait lainnya.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement