TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan Lai-Lai Besi Koepan (LLBK) Tahun 2026 secara khusus menonjolkan budaya etnis Tionghoa. Karena itu Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan LLBK ini diberi nama Festival Budaya Pecinan.
Untuk diketahui, Budaya Pecinan adalah keseluruhan pola hidup, tradisi, arsitektur, dan nilai sosial dari masyarakat keturunan Tionghoa yang tinggal di suatu kawasan khusus (kampung pecinan atau Chinatown) di luar negara Tiongkok.
Di Kota Kupang, warga keturunan Tionghoa dan juga keturunan Arab, telah hadir dan menetap sebagai pedagang dan pengusaha di seputaran wilayah Pantai LLBK sejak turun temurun, sebelum menyebar ke wilayah kelurahan lainnya di Kota Kupang dan sekitarnya.
Karena itu, warga keturunan Tionghoa sudah menjadi bagian dari salah satu etnis masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Kupang pada khususnya. Selain masyarakat suku Helong dan masyarakat etnis Timor serta masyarakat etnis Rote Ndao dan Sabu Raijua serta etnis yang lain.
Atas kesepakatan bersama masyarakat dan pemerintah kelurahan setempat, maka pegelaran Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan LLBK tahun 2026 secara khusus menonjolkan budaya etnis keturunan Tionghoa dengan nama Festival Budaya Pecinan.
Pegelaran Festival Budaya Pecinan Kelurahan LLBK ini digelar di lokasi wisata Pantai LLBK Kupang dan dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry E Pelt, pada Jumat 4 September 2026. Kemeriahan pegelaran Festival Budaya Pecinan ini juga diwarnai dengan pakaian serba merah yang dikenakan panitia serta stan-stan UMKM yang menghadirkan menu-menu special khas etnis Tionghoa.
Meski demikian, sesuai semangat keberagaman atau multi etnis, kedatangan Sekda Kota Kupang dan rombongan di lokasi pegelaran Festival Budaya Pecinan, tetap disambut dengan Natoni sebagai sapaan adat masyarakat suku Helong dan etnis Timor, serta Tarian Oko Mama sebagai tarian penyembutan tamu dari etnis Helong dan Timor.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry E Pelt menyampaikan selamat kepada Masyarakat dan Pemerintah Kelurahan LLBK atas terselenggaranya kegiatan Festival Budaya Pecinan. Ini menunjukan kalau masyarakat Kota Kupang kaya akan budaya dan hidup berdampingan dalam keharmonisan.
Karena itu, Jefry E Pelt mengingatkan agar masyarakat Kelurahan LLBK dan masyarakat Kota Kupang pada umumnya untuk selalui menjaga dan memleihara keindahan budaya yang ada. Selalu hidup dalam keharmonisan sebagai saudara dan tetangga serta saling mendukung untuk kehidupan bersama yang lebih baik.
Sementara dalam laporannya, Ketua Panitia Festival Budaya Pecinan Kelurahan LLBK, Antoni Nitti Susanto mengatakan, Festival Budaya Pecinan Kelurahan LLBK akan digelar selama dua hari hingga Sabtu 5 September 2026. Kegiatan Festival Budaya Pecinan akan diisi dengan lomba dan pementasan seni budaya serta panggung hiburan.
Diantaranya lomba menyanyi lagu daerah dan menari tarian daerah, serta fashion show, standup komedi dan penampilan barongsai di hari kedua. Kegiatan festival budaya hari kedua akan ditutup dengan panggung hiburan untuk menyemarakan pelaksaan festival budaya tersebut.
Pantai LLBK sebagai lokasi kegiatan festival Budaya Pecinan, kata Antoni Nitti Susanto, adalah pelabuhan pertama dan pintu masuh bagi pedagang ke wilayah Kota Kupang dan Pulau Timor pada umumnya. Pelauhan Pantai Koepan atau LLBK merupakan tempat bersejarah yang kini dijadikan sebagai salah satu obyek wisata di Kota Kupang.
Mellaui Pantai Koepan inilah, kata Antoni Nitti Susanto, para pedagang dan pengusaha dari etnis keturunan Thionghoa dan keturunan Arab masuk ke Kota Kupang dan kemudian menetap di wilayah sekitarnya. Terus berkembang turun-temurun hingga saat ini, sehingga pemilihan lokasi Pantai Koepan sebagai lokasi kegiatan Festival Budaya Multi Etnis Kelurahan LLBK memiliki makna yang mendalam.
(*)










Komentar