TEROPONGNTT, KUPANG – Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan tak kalah meriahnya dibanding pegelaran festival budaya kelurahan lain di wilayah Kota Kupang. Di Kelurahan Oesapa Selatan ini, pegelaran Festival Budaya juga diwarnai berbagai lomba dan penampilan atraksi seni budaya.
Lomba yang digelar berupa lomba tarian adat dan tarian kreasi, lomba menyanyi lagu daerah dan fashion show busana daerah, Pesertanya Adalah perwakilan RT/RW dan sekolah, bauk untuk anak-anak, maupun untuk orang tua dan lansia.
Sementara kemeriahan acara pembukaan, diwarnai penampilan tarian dan nyanyan lagu daerah. Semuanya berlangsung dalam suasana penuh persaudaraan dan kekeluargaan sesuai tema Festival Budaya yang diusuung yakni, “Harmoni dalam Perbedaan” dengan sub tema, “Seloka dan Indahnya Toleransi Masyarakat Oesapa Selatan”.
Kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan dibuka Asisten I Bidang Pemerintah Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, mewakili Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, pada Selasa, 1 September 2026. Turut hadir Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, S.T., M.M dan sejumlah pejabat lingkup Pemkot Kupang.
Kehadiran Asisten I Bidang Pemerintah Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, bersama Kadis Pariwisata Kota Kupang, Josefina M. D. Getha, S.T., M.M dan rombongan disambut dengan sapaan adat dan tarian Soka Toja dari etnis Maumere, yang ditampilkan para siswa SMA Citra Bangsa.
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintah Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo mengatakan, pegelaran Festival Budaya tingakat kelurahan, termasuk Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan, merupakan bentuk komitmen pemerintah Kota Kupang dalam pelestarian budaya, sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat.
Festival Budaya juga menjadi momentum dan ruang untuk membangun kebersamaan dan rasa persaudaraan di tengah keberamanan suku, ras dan agama. Keberagaman yang menjadi kekuatan untuk terus maju dan berkembang bersama sebagai masyarakat Kota Kupang.
“Festival Budaya bukan sekadar pertunjukan budaya dan hiburan, melainkan bukti nyata bahwa keberagaman bisa menjadi kekuatan. Budaya tidak boleh berhenti di masa lalu, budaya harus terus hidup di Tengah-tenagh kita, dan diwariskan kepada anak cucu,” kata Hengki Malelak saat membacakan sambutan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Melalui pegelaran festival budaya ini, kata Wali Kota, kita menamkan semanga cinta tanah air, cinta akan budaya dan tradisi, serta cinta akan bangsa dan negara kita. Apalagi kegiatan festival budaya ini sekaligus memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke-81, tanggal 17 Agustus 2026.
Pada kesempatan ini, Asisten I Bidang Pemerintah Setda Kota Kupang, Hengky Malelak juga menyampaikan, bahwa pada pekan sebelumnya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo telah mengantar langsung bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan masyarakat Kota Kupang kepada masyarakat Pulau Flores yang terdampak bencana.
Jumlah bantuan yang diberikan masyarakat dan pemerintah Kota Kupang sebesar Rp 635 juta, terdiri dari Rp 500 juta berasal dari dana BTT dan Rp135 juta merupakan hasil donasi ASN Pemkot Kupang serta hasil dari pelaksanaan laga eksekusi tinju yang digelar khusus untuk mengumpulkan bantuan bagi korban bencana gempa Flores.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan, Edison Bole, dalam laporannya mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan festival budaya ini Adalah melestarikan adat serta budaya daerah, mengajak masyarakat untuk mencintai adat dan budaya, serta memotivasi masyarakat untuk menjunjung tinggi persatuan serta harmoni dalam perbedaan.
Menurut Edison Bole, kegiatan Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan mengusung tema “Harmoni dalam Perbedaan” dengan sub tema, “Seloka dan Indahnya Toleransi Masyarakat Oesapa Selatan”. Yang artinya, hidup yang harmoni akan membawa kedamaian dan semangat usaha untuk menjadi lebih baik dan Sejahtera.
Pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Oesapa Selatan, kata Edison Bole, diisi dengan berbagai kegiatan baik berupa penampilan atraksi seni dan budaya, lomba tarian dan lagu daerah serta lomba fashion show busana daerah. Kegiatan festival budaya ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Kamis, 3 September 2026
(*)










Komentar