TEROPONGNTT, KUPANG — Kelurahan Batuplat, Kota Kupang menggelar Festival Budaya dengan tema “Batuplat Berkarya dalam Symphoni Keberagaman Budaya Menggapai Masa Depan.” Kegiatan festival budaya ini secara resmi dibuka Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak, mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Festival Budaya Kelurahan Batuplat digelar di Lapangan Kelurahan Batuplat, wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang pada Kamis,16 Juli 2026. Acara pembukaan Festival Budaya berlangsung meriah, diwarnai tari-tarian serta kuis berhadiah, dan dihadiri sejumlah pejabat dan undangan, serta para tokoh dan masyarakat kelurahan.
Kegiatan yang akan digelar selama tiga hari hingga Sabtu 18 Juli 2026 ini menjadi symbol, bagaimana keberagaman budaya dapat berpadu layaknya sebuah simfoni. Dimana setiap tarian, musik dan karya seni berbagai etnis di Nusa Tenggara Timur, tampil sebagai “nada” yang membentuk harmoni indah menuju masa depan yang inklusif.
Sajian atraksi budaya NTT bahkan dimulai dari penyambutan Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky Malelak dan rombongan pejabat, berupa penampilan tarian “Foti” dari etnis Rote Ndao yang dibawakan seorang bocak usia 5 tahun, dan dilanjutkan dengan penapilan tarian “Kebalai” oleh gadis-gadis remaja berusia SMP dan SMA.
Antusiasme warga pun terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir, yang menciptakan suasana penuh semangat kebersamaan. Sementara di sekitarnya ada stan UMKM dan wahana permainan yang membuat pegelaran festival budaya menjadi lebih semarak.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Kota Kupang Hengky Kornelis Malelak, menyatakan, selain sebagai hiburan, pegelaran festival budaya merupakan upaya untuk melestarikan kekayaan budaya daerah, menggambarkan harmoni antar-etnis dan tradisi di Kupang yang hidup berdampingan dalam keberagaman, serta menjadi wadah bagi seniman lokal untuk mengekspresikan identitas budaya melalui musik, tari, dan karya visual.
Menurut Wali Kota, berpartisipasi dalam membangun Kota Kupang tidak harus dengan hal-hal yang besar, terlebih ketika pemerintah daerah dihadapkan dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, bisa dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti pegelaran festival budaya yang bertujuan merawat harmoni, kebersamaan, dan melestarikan budaya, serta memberi hiburan kepada masyarakat.
Tak lupa, Wali Kota Kupang mengucapkan selamat dan apresiasi kepada pemerintah kelurahan dan panitia atas terselenggaranya event budaya “Batuplat Berkarya 2026”. Dengan harapan, pegelaran festival budaya ini membawa manfaat dan menjadikan masyarakat lebih bersemangat dalam menatap masa depan.
Sementara Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Batuplat, Alex Letubana, menyebutkan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Batuplat akan diisi dengan berbagai lomba dan pentas seni seperti Fashion show anak, Fashion Show Lansia, Lomba Solo Lagu dan Lomba Tarian Daerah NTT. Selain itu juga dimeriahkan dengan hadirnya stan UMKM dan wahana permainan,
(*)










Komentar