Pariwisata
Beranda » Berita » Sanggar Tari Sezurai Ethnic Tampilkan Tarian Budaya Timor dan Rote pada Peringatan HUT Pertama SABOAK

Sanggar Tari Sezurai Ethnic Tampilkan Tarian Budaya Timor dan Rote pada Peringatan HUT Pertama SABOAK

Owner dan para penari Sanggar Tari Sezurai Ethnic usai tampil di HUT Pertama SABOAK

TEROPONGNTT, KUPANG – Para penari dari Sanggar Tari Sezurai Ethnic tampil memukau dalam Kemeriahan Perayaan HUT Ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia Kota Kupang, Sabtu dan Minggu (20-21 Juni 2026). Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) adalah program Pemerintah Kota Kupang yang rutin digelar di Taman Nostalgia (Tamnos).

Saboak berfungsi sebagai pasar kreatif mingguan dan kuliner yang menampilkan produk UMKM lokal, mulai dari makanan khas Kupang, camilan, minuman segar, hingga kerajinan tangan dan kain tenun NTT. Saboak juga menghadirkan hiburan rakyat berupa panggung seni budaya, musik, tarian, stand-up comedy, hingga wahana edukasi anak.

Pada Minggu 21 Juni 2026, Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang diluncurkan sejak tahun 2025 ini genap satu tahun beroperasi. Perayaan HUT Ke-1 Saboak pun digelar secara meriah selama dua hari berturut-turut, sejak Sabtu 20 Juni 2026.

Kemeriahan HUT Pertama Saboak selama dua malam diisi dengan berbagai acara, seperti lomba reels Instagram Saboak, lomba Nyanyi Bareng Carlos, Lomba Masak Mie dari Rumah, penampilan Godwin Band dan Dance by DSC, serta tari-tarian dari Sanggar Tari Zesurai Ethnic.

Pada malam pertama perayaan HUT Saboak, para penari dari Sanggar Tari Sezurai Ethnic tampil memukau dengan tarian kreasi budaya Timor, sementara di malam puncak, para penari dari Sanggar Tari Sezurai Ethnic kembali hadir dengan tarian kreasi budaya Rote Ndao. Dengan mengenakan busana adat sesuai tema tarian kreasinya, para penari Sanggar Tari Sezurai Ethnic yang umumnya para remaja ini tampak cantik saat berlenggang-lenggok di hadapat para penonton.

Festival Budaya Kelurahan Penfui Digelar Meriah, Kehadiran Wali Kota Kupang Disambut dengan Sapaan Adat Rote dan Tarian Taebenu

Owner Sanggar Tari Sezurai Ethnic, Maria Petriana P. Seran yang ditemui pada Perayaan HUT Ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia Kota Kupang, menjelaskan, bahwa Sanggar Tari Sezurai Ethnic hadir untuk turut melestarikan tarian-tarian daerah yang menjadi budaya Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekaligus untuk memeriahkan Perayaan HUT Ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak).

“Sanggar Tari Sezurai Ethnic beralamat di Kelurahan Sikumana, dan kami baru berusia setahun lebih. Tahun lalu juga kami tampil di acara pembukaan Saboak, dan kali ini kami kembali dipercaya untuk tampil di Perayaan HUT Pertama Saboak,” di kata Maria Petriana P. Seran.

Menurut Maria Petriana P. Seran, Sanggar Tari Sezurai Ethnic juga sering tampil pada berbagai acara atau kegiatan termasuk di festival-festival budaya. Tarian adat yang dibawakan umumnya berupa tarian kreasi selain tarian adat dan juga tarian nasional lainnya.

“Para penari kami umumnya para remaja usia SMP, SMA dan Mahasiswa. Tapi kami juga punya penari usia anak-anak SD. Selain sebagai owner, saya juga sekaligus sebagai pelatih tari bersama dua rekan saya.  Generasi muda kita memang banyak yang punya potensi dalam menari,” kata Maria Petriana P. Seran, yang juga berprofesi sebagai guru di Guru SMPK St Yosep Naikoten ini.

Maria Petriana P. Seran mengaku senang bisa melatih para remaja dan anak-anak menari tarian adat, karena dengan demikian turun menjaga dan melestarikan adat dan budaya local Nusa Tenggara Timur. Apalagi jika melalui bakat menari, para remaja dan anak-anak bisa mengembangkan kemampuan seni tari dalam diri dan bisa memperoleh pendapatan dari kemampuan menari tersebut.

Festival Budaya Kelurahan Oesapa Digelar Meriah di Pantai Warna, Ratusan Warga Ikut Tarian Bonet Massal dan Tarian Bosan Hala

Sementara ketika ditanya, apakah Sanggar Tari Sezurai Ethnic juga mendapat bantuan dana pembinaan dari Pemerintah Kota Kupang untuk pengembangan kegiatan sanggar tari, Maria Petriana P. Seran mengaku belum mendapat bantuan pemerintah, karena masih dalam proses mengurus Akta Pendirian Sanggar di Notaris.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia memang digelar pemerintah Kota Kupang secara meriah bahkan berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 20-21 Juni 2026. Perayaan HUT ke-1 Saboak dihadiri langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Christisn Widodo – Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., serta Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, S.H., para pejabat dan undangan serta para pelaku UMKM dan masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menjaga keberlangsungan Saboak hingga mampu bertahan dan terus berkembang sampai saat ini. Terutama kepada Dinas Pariwisata Kota Kupang dan jajaran pemerintah Kota Kupang pada umumnya yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan Saboak di Taman Nostalgia.

Wali Kota Christian lalu menceritakan bagaimana ide tentang Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) ini muncul, tentang diskusinya bersama Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, hingga terselenggaranya ide tersebut, yang kemudian menjadi ruang bagi para UMKM dan masyarakat Kota Kupang bisa mengembangkan kegiatan usaha.

Karena itu, kata Wali Kota Kupang, momentum ini harus menjadi ajang refleksi atas perjalanan satu tahun Saboak yang kini telah berkembang menjadi ruang ekonomi, kreativitas, dan perjumpaan masyarakat Kota Kupang. Ajang yang juga menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak sekadar menjadi ruang terbuka hijau, tetapi menjadi ruang publik yang memiliki “nyawa” bagi masyarakat.

Festival Budaya Kelurahan Kolhua Tonjolkan Budaya Helong, Dimeriahkan Parade Budaya juga Tarian Massal “Lufut”

Apalagi, Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) hadir ketika kondisi anggaran daerah sangat terbatas, tetapi Pemerintah Kota Kupang harus bisa menghadirkan inovasi bagi masyarakatnya. Sehingga harus ada pemangkasan anggaran pada pos-pos tertentu dan dialihkan kepada pos anggaran yang lebih berdampak kepada masyarakat

“Kami melakukan efisiensi. Saya dan Ibu Wakil tidak membeli mobil dinas baru dan memanfaatkan anggaran yang ada untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Mandiri, Taspen dan para sponsor lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak bisa lahir,” ungkapnya.

Hal yang sama disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc. dalam smabutannya. Keberhasilan Saboak, kata Wakil Wali Kota, tidak terlepas dari semangat kolaborasi seluruh elemen, baik pemerintah, komunitas, sponsor, maupun pelaku UMKM.

Perjalanan Saboak selama satu tahun, kata Wakil Wali Kota, tidak selalu berjalan mulus. Ada berbagai tantangan, terutama saat musim hujan, dan itu sempat dirasakan para pelaku UMKM. Namun Pemerintah Kota Kupang terus berupaya agar masyarakat tetap dapat menjalankan usaha, termasuk rencana menghadirkan platform digital untuk memperluas pemasaran produk UMKM.

Karena itu, Wakil Wali Kota juga tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh OPD, sponsor, serta mitra kolaborasi seperti Bank Mandiri, Taspen, Bank Indonesia, dan BRI. Dengan harapan, akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah Kota Kupang agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement