Branding
Beranda » Berita » UCB Fokus Siapkan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri

UCB Fokus Siapkan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri

FOTO : Rektor UCB Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes

TEROPONGNTT, KUPANG –Universitas Citra Bangsa (UCB) adalah kampus yang memiliki keunggulan tersendiri dari kampus yang lain. Saat ini kampus hijau yang masih belia ini sedang memfokuskan para mahasiswanya untuk bersaing di dunia internasional yaitu bekerja di kuar Negeri.

Berikut Narasi Rektor UCB Prof. Dr. Frans Salesman, SE., M.Kes dalam wawancara di kampus tersebut Selasa (29/07/2025).

Ia mengatakan Kampus ini lahir dari transformasi Stikes Citra Husada Mandiri, sebuah lembaga pendidikan keterampilan tenaga kerja Kesehatan yang didirikan oleh senator Ir. Abraham Paulianto.

Pada tahun 2017, evaluasi pengiriman tenaga kerja ke luar negeri menunjukkan bahwa banyak yang tidak memiliki keterampilan memadai dan tidak layak secara fisik.

Respons, universitas ini memfokuskan diri pada pengembangan keahlian di bidang kesehatan seperti keperawatan, kebidanan, dan farmasi, dengan harapan para tenaga kerja terampil ini bisa bekerja di luar negeri dengan pendapatan yang lebih baik dan perlakuan yang lebih adil.

Gathering Universitas Citra Bangsa Dibuka dengan Ibadah; Membangun Kesejahteraan Bersama (1)

Pada 2018, penggabungan dua sekolah tinggi yaitu STIP Citra Bina Insan Mandiri dan Stikes Citra Husada Mandiri membentuk Universitas Citra Bangsa yang kini memiliki sekitar 5.700 mahasiswa yang tersebar di 14 program studi di 4 fakultas, dengan seluruh program studi telah terakreditasi baik dan beberapa bahkan unggul.

UCB mengedepankan visi berbasis KASIH yang merupakan akronim dari kreatif, akhlak, sinergis, inovasi, dan harmonis.

Hal ini menegaskan kekhasan dan keunggulan UCB dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing di era digital, terutama berfokus pada peningkatan status kesehatan masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara umum.

“Lokomotif kami berada pada tiga program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan yaitu keperawatan, kebidanan, dan farmasi,” katanya.

Selain itu, universitas juga mengembangkan fakultas lain seperti Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Teknik, serta yang terbaru Fakultas Bisnis dan Pariwisata.

Antusias Siswa SMA Sambut Open House Kedua Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa

Dalam kaitannya dengan tujuan awal perguruan tinggi ini untuk membekali tenaga kerja siap kerja di luar negeri, dampaknya sudah dirasakan nyata. Alumni sudah tersebar dan bekerja di berbagai negara seperti Jepang, Singapura, Jerman, Italia, Australia, dan Timor Leste.

Di Jepang saja, sudah ada 22 alumni yang bekerja di bidang panti lansia dan rumah sakit lansia. Perusahaan Jepang. bahkan mengirimkan dosen bahasa Jepang ke kampus agar lulusannya fasih berbahasa Jepang.

Mahasiswa UCB telah terserap di berbagai kota seperti Tokyo, Nagasaki, Osaka, Hiroshima, dan Kobe.

Selain Jepang, tenaga kerja mereka juga berkiprah di rumah sakit internasional di Singapura, panti lansia di Jerman dan Italia, serta di Australia dan Timor Leste.

Kurikulum UCB telah dirancang secara khusus berorientasi pada pasar luar negeri dengan menambahkan mata kuliah spesifik seperti gerontologi, budaya Jepang, gizi lansia, dan psikoterapi lansia untuk mempersiapkan lulusan agar siap bersaing.

Open House FK Universitas Citra Bangsa Jadi Ajang Pengenalan Fasilitas dan Sistem Pembelajaran Kedokteran

“Kami bahkan membuka Pusat Studi Bahasa Jepang, Mandarin, dan Inggris untuk melahirkan anak-anak yang fasih berbahasa asing di tempat kerja mereka,” katanya.

Meski saat ini kebutuhan tenaga kerja di luar negeri mayoritas masih berasal dari program kesehatan, seperti keperawatan, kebidanan, dan farmasi, UCB terus merespon pasar dengan membuka peluang dan MoU baru.

Juga telah menandatangani MoU dengan dua perusahaan dari Kobe yang membutuhkan lulusan teknik sipil, arsitektur, dan bisnis digital, karena perusahaan mereka juga bergerak di bidang konstruksi dan desain, tidak hanya pelayanan kesehatan.

UCB terus menunjukkan dinamika yang sangat positif dalam pengembangan institusinya, termasuk dari sisi minat mahasiswa baru.

Jumlah mahasiswa yang kini telah melampaui 5.700 orang, universitas ini telah menetapkan standar tinggi untuk penerimaan mahasiswa baru dengan memperhatikan kesiapan mereka baik secara akademis maupun kesehatan.

“Adanya orientasi pasar kerja kita di luar negeri, minat pendaftar setiap tahun makin bertambah, hingga mencapai sekitar 3.500 calon mahasiswa baru,” jelasnya.

Meski antusiasme tinggi, universitas hanya mampu menampung antara 2.000 sampai 2.100 mahasiswa per tahun karena seleksi yang ketat, terutama terkait status kesehatan dan kemampuan intelektual agar calon mahasiswa mampu beradaptasi dengan tuntutan pasar kerja internasional.

Prof. Frans juga menjelaskan bahwa faktor kapasitas dan fasilitas juga menjadi pertimbangan penting dalam proses seleksi. Memiliki daya tampung sebanyak 112 kelas, dan untuk mengakomodasi minat yang tinggi kami menggunakan dua shift, pagi dan sore.

Satu kelas bisa menampung dua rombongan belajar agar kapasitas ini bisa maksimal.

Selain fasilitas ruang kelas, UCB juga telah melengkapi diri dengan berbagai laboratorium pendukung di fakultas- fakultas seperti Ilmu Kesehatan, Teknik, dan Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Untuk Fakultas Bisnis dan Pariwisata, UCB menggandeng sejumlah hotel berstandar internasional di Kupang untuk memberikan mahasiswa kesempatan praktik langsung. Semua ini mengarah pada persiapan tenaga kerja terampil dan berkualitas untuk menjadi tenaga kerja di luar Negeri.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement