TEROPONGNTT, KUPANG – Kemeriahan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Tahun 2026 siap berlanjut ke agenda berikutnya, setelah sukses dengan pelaksanaan Lomba Kuis Kitab Suci bagi Anak-Anak Sekami, sebagai agenda pertama.
Agenda berikut diantaranya, Seminar Khusus tentang Perjalanan Karya Kerasulan St Fransiskus Xaverius, donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, kunjungan ke panti asuhan, dan beberapa kegiatan lainnya, termasuk pelaksanaan Misa Pembukaan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Tahun 2026.
Hal ini terungkap dalam Rapat Panitia Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata yang digelar usai melaksanakan Doa Rosario di wilayah KUB Rosa Mistika pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Rapat dipimpin Blasius Gani selaku Ketua Panitia.
Selain membahas agenda selanjutnya, rapat panitia juga membahas kelanjutan usaha penggalian dana untuk kesuksesan kegiatan. Pada Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata tahun 2026, Kelompok Umat Basis (KUB) Rosa Mistika memang dipercaya sebagai panitia penyelenggaranya.
Sebelumnya diberitakan, Kemeriahan Pesta Pelindung Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata Tahun 2026 resmi dimulai pada Minggu 27 September 2026. Kegiatan pertama yang digelar adalah Lomba Kuis Kitab Suci bagi Anak-Anak Sekami.
Untuk diketahui, Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami) adalah gerakan anak-anak dan remaja Katolik yang didirikan untuk membangun semangat misioner sejak dini, yakni cinta kepada Yesus dan peduli pada sesama, baik secara spiritual maupun material.
Anak-anak Sekami yang menjadi peserta Lomba Kuis Kitab Suci ini, berasal dari setiap Kelompok Umat Basis (KUB) dalam wilayah Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata. Para peserta tampil dengan penuh semangat dan bersaing untuk menjadi juara.
Frater Domi dan Frater Jansen dari Seminari Tinggi St. Mikael Penfui, dipercaya menjadi juri dalam lomba kuis kitab suci ini. Bahkan, Co. Pastor RD. Fransiskus Atamau, langsung mengambil alih posisi sebagai pencatat perolehan nilai pada lomba kuis kitab suci tersebut.
Kehadiran Frater Domi dan Frater Jansen sebagai juri dan Co. Pastor RD. Fransiskus Atamau sebagai pencatat perolehan nilai ini, membuat anak-anak Sekami sebagai peserta Lomba Kuis Kitab Suci menjadi makin bersemangat. Apalagi, mereka juga mendapat dukungan dari pembimbing dan orang tua masing-masing di bangku penonton.
(*)










Komentar