TEROPONGNTT, ATAMBUA — Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Keperawatan, Fakultas Pertanian, Sains dan Kesehatan, Universitas Timor (UNIMOR) menggelar pelatihan intensif bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di SMP Negeri 1 Atambua, Jumat (11/09/2026)
Kegiatan yang bertajuk “Pendampingan Sekolah dalam Deteksi Dini dan Dukungan Kesehatan Mental bagi Siswa dengan Dukungan Pengasuhan Terbatas” ini memperkenalkan Program BESTI-SDQ (Sahabat Sehat Mental Siswa). Program ini dirancang untuk menjawab keresahan sekolah terkait meningkatnya isu cyberbullying dan masalah emosional remaja di era digital
Ketua Tim Pengabdi UNIMOR, Maria Julieta Esperanca Naibili, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa masa remaja adalah fase transisi yang rentan terhadap tekanan psikologis.
“Banyak masalah kesehatan jiwa yang dimulai sejak usia 14 tahun namun sering kali tidak terdeteksi. Melalui instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang kini kami digitalisasi, guru BK dapat lebih cepat mengenali sinyal awal siswa yang mengalami kecemasan, depresi, maupun perundungan,” ungkap Maria
Dalam pelatihan tersebut, sebanyak 6 guru BK SMPN 1 Atambua dilatih menggunakan sistem dashboard digital SDQ untuk memantau kondisi emosional siswa secara real-time.
Pelatihan ini mencakup bedah 5 ranah perkembangan anak: Masalah Emosi, Masalah Perilaku, Masalah Hiperaktivitas, Masalah Teman Sebaya, dan Perilaku Prososial
Selain Maria Julieta, tim ini juga beranggotakan Rufina Nenitriana S. Bete, S.Psi., M.Si., yang membidangi aspek psikologis, serta Melkianus Ratu, S.KM., M.HID., di bidang kesehatan masyarakat. Sebanyak 11 mahasiswa Prodi Keperawatan UNIMOR juga diterjunkan untuk mendampingi guru dalam praktik pengisian kuesioner digital
Kegiatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta penyerahan Modul Panduan Deteksi Dini Kesehatan Mental Siswa bagi Guru sebagai pedoman berkelanjutan di sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 1 Atambua menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi ini dapat menciptakan iklim sekolah yang lebih aman dan suportif bagi tumbuh kembang siswa
Melalui Program BESTI-SDQ, UNIMOR berharap dapat terus mendampingi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan Kabupaten Belu dalam membangun sistem dukungan kesehatan mental yang mandiri dan terstruktur.
(*)










Komentar