TEROPONGNTT, SOE — Persoalan stunting dan kemiskinan ekstrim di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan mengatasi persoalan tersebut. Mereka memanfaatkan Energi Surya dan Angin (Hybrid) untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Gizi di Timor Tengah Selatan (TTS).
Hal ini diungkapkan oleh ketua tim program Kosabangsa Dr. Abdul Majid M.Kes yang juga wakil Rektor I UCB, Kamis (06/11/2025).
“Kami mendapat hibah Kosabangsa dari Dikti. Proposal yang kami ajukan berawal dari keresahan warga terkait kurangnya air. Oleh sebab itu kami berkolaborasi dengan Profesor dari Undana, merancang teknologi gabungan matahari dan angin untuk menghasilkan Listrik dan memompa air dari mata air untuk pengairan lahan pertanian warga”. Jelas Dosen senior ini.
Ia menambahkan Lokasi yang terpilih adalah salah satu desa di TTS dengan kasus stunting tinggi. “Lokasi kita adalah di Desa Kesetnana TTS yang mana desa ini juga memiliki angka stangting tinggi”. Lanjut Abdul Majid.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Pendamping Prof. Sudirman S Guru besar Teknik Elektro dan Informatik Undana. “Kegiatan ini sebagai intervensi strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, serta berkontribusi secara signifikan pada upaya pencegahan stunting. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengatasi akar masalah stunting yang terkait dengan kerawanan pangan dan keterbatasan akses terhadap energi bersih di wilayah target”. Jelas Profesor yang memiliki paten Motor Magnet NdFeb ini.
“Metodologi proyek ini mengadopsi pendekatan partisipatif berbasis komunitas, dimulai dengan survei baseline yang komprehensif, diikuti dengan desain dan instalasi sistem energi hibrida, program pelatihan intensif bagi masyarakat dalam operasional dan pemeliharaan, serta monitoring dan evaluasi dampak yang berkelanjutan terhadap produksi pangan, pola konsumsi gizi, dan indikator stunting.
Dampak yang diharapkan dari proyek ini mencakup peningkatan produktivitas pertanian, diversifikasi pangan, pengurangan kehilangan pascapanen, peningkatan akses air bersih dan sanitasi, perbaikan pola konsumsi gizi keluarga, dan penurunan prevalensi stunting. Proyek ini juga dirancang untuk menjadi model percontohan keberlanjutan energi terbarukan di daerah pedesaan” . Jelas Profesor senior Undana ini.
Kepala Desa Kesetnana Petrus P.S. Liu, S.Ip mengaku sangat terbantu dengan program ini. “Kami sangat terbantu dengan program ini. Sekali lagi terima kasih banyak atas Kerjasama yang luar biasa ini”. Tutur Petrus.
Kegiatan ini belum selesai 100 persen namun telah menunjukkan hasil yang positif.
(*)









Komentar