Nasional
Beranda » Berita » PM-AAS Resmi Diterapkan di NTT, Kementan Bidik Produktivitas Padi Tembus 10–12 Ton per Hektare

PM-AAS Resmi Diterapkan di NTT, Kementan Bidik Produktivitas Padi Tembus 10–12 Ton per Hektare

TEROPONGNTT, OELAMASI — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat transformasi pertanian modern melalui penerapan Pertanian Modern dengan Advanced Agriculture System (PM-AAS) di berbagai daerah. Program ini menjadi strategi utama untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), mengoptimalkan lahan pertanian, sekaligus mendorong percepatan swasembada pangan nasional. Salah satu wilayah yang kini menjadi fokus implementasi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa PM-AAS dirancang untuk meningkatkan produktivitas padi secara signifikan. Jika selama ini rata-rata hasil panen berada pada kisaran 5–6 ton per hektare, melalui penerapan teknologi budidaya modern produktivitas ditargetkan meningkat menjadi minimal 10 ton per hektare, bahkan berpotensi mencapai 12,4 ton per hektare di lokasi yang optimal.

“Peningkatan produktivitas ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa keberhasilan PM-AAS sangat bergantung pada peran aktif penyuluh pertanian dalam mendampingi petani mengadopsi teknologi dan inovasi budidaya secara tepat.

Penerapan PM-AAS di NTT ditandai dengan gelar tanam perdana di demplot Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTT, Jumat (17/7/2026), yang dihadiri langsung oleh Staf Ahli Menteri Pertanian, Tin Latifah.

Penerima Beasiswa KIP dari Rote Ndao, TTS dan Kabupaten Kupang Tiba di Surabaya, Juga Diantar Relawan Anggota DPR RI Usman Husin Hingga ke Kampus

Tin menyampaikan bahwa PM-AAS menjadi salah satu upaya strategis meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani di NTT. Tahun ini, NTT mendapat target penerapan PM-AAS seluas 18.123 hektare yang telah dibagi ke seluruh kabupaten/kota.

“Hari ini kita melihat langsung pelaksanaan dem-area PM-AAS sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Target seluas 18.123 hektare telah dibagi ke masing-masing kabupaten. Harapannya, target produksi yang dicanangkan Bapak Menteri Pertanian, yakni 10 hingga 12 ton per hektare, dapat tercapai,” ujar Tin.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan program harus didukung sinergi lintas sektor, mulai dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) untuk memastikan ketersediaan benih bermutu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk menjamin kecukupan air irigasi, hingga PT Pupuk Indonesia dalam memastikan pasokan pupuk tersedia tepat waktu.

Menurut Tin, produktivitas tinggi hanya dapat dicapai apabila kebutuhan air, pupuk, dan pemeliharaan tanaman dilakukan secara optimal sehingga tanaman tumbuh sehat dan tidak mengalami kerdil.

Kepala BRMP NTT, Novalisa Tresya Ester Lumentut, menyatakan kesiapan jajarannya mengawal pencapaian target PM-AAS di seluruh 22 kabupaten/kota di NTT melalui pendampingan intensif kepada petani.

Stevano Soroti Persoalan Desil: Jangan Sampai Hambat Beasiswa Pendidikan

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Roby Darmawan, menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kami berkomitmen memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petani maupun penyuluh agar setiap tahapan budidaya PM-AAS diterapkan sesuai standar sehingga produktivitas dapat meningkat secara optimal,” ujarnya.

Metode PM-AAS menghadirkan sistem budidaya yang lebih efisien melalui jarak tanam rapat sekitar 3 sentimeter antarlubang tanam serta penggunaan drum seeder yang memungkinkan benih ditanam langsung tanpa proses persemaian dan pindah tanam. Teknologi ini juga didukung drone sprayer untuk aplikasi pupuk cair dan herbisida secara lebih cepat, merata, dan hemat tenaga kerja.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, serta dukungan teknologi modern, penerapan PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional.

(*)

Perhatian Penuh Anggota DPR RI Usman Husin Kepada 44 Penerima Beasiswa KIP dari Pulau Sumba, Antar ke Surabaya Hingga Pastikan Kampus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement