Ekonomi
Beranda » Berita » Gempa Flores Sempta Menghambat Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Terus Dorong Partisipasi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Gempa Flores Sempta Menghambat Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS Terus Dorong Partisipasi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Diskusi BPS NTT bersama Media terkait Pelaksanaan SE2026

TEROPONGNTT, KUPANG – Badan Pusat Statistik (BPS) terus berusaha menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meski sempat menghadapi hambatan akibat dampak Gempa Flores. BPS pun terus mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku usaha untuk memberikan data yang benar kepada petugas sensus.

Hal ini diungkap Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, dalam acara Diskusi Media yang digelar di Aula BPS Provinsi NTT, Rabu 19 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti 20-an wartawan dari berbagai media.

Menurut Indra Achmad Souri, kerusakan berbagai infrastruktur termasuk masih sering terjadinya gempa susulan akibat Gempa Flores berkekuatan Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, membuat petugas SE2026 sempat kesulitan mengdatangi kediaman para pelaku usaha dan masyarakat di Pulau Flores.

Namun demikian, kata Indra Achmad Souri, petugas SE2026 tidak patah semangat. Mereka terus berusaha melakukan pengambilan data agar pelaksanaan Sensus Ekonomi yang akan berakhir pada 31 Agustus 2026 bisa mencapai target dan berjalan sukses.

“Memang petugas SE2026 sempat kesulitan akibat Gempa Flores. Namun tetap berusaha menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi ini. Sementara untuk pelaksanaan SE2026 di wilayah lain Provinsi NTT seperti di Pulau Sumba, Pulau Timor dan lainnya tetap berjalan sesuai harapan,” kata Indra Achmad Souri.

Agustus 2026, di Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi Inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,59 persen, Tertinggi di Waingapu

Meski demikian, diakui Indra Achmad Souri, selaian dampak Gempa Flores, petugas SE2026 tetap menghadapi tantangan lainnya dalam pelaksanaan sensus ekonomi. Terutama masalah topografi dan kejujuran masyarakat dalam menyampaikan data kepada petugas sensus.

Indra Achmad Souri menegaskan pelaksanaan SE2026 sangat penting bagi pemerintah dalam membuat kebijakan pembangunan, karena data sensus ekonomi menjadi gambaran mengenai aktivitas usaha dan struktur ekonomi bangsa saat ini.

Karena itu, kata Indra Achmad Souri, pemerintah melalui BPS berharap masyarakat dan pelaku usaha bisa memberikan data yang benar kepada petugas sensus sehingga hasil SE2026 benar-benar akurat dan terpercaya. Tidak perlu takut karena tidak ada hubungannya dengan besaran pajak usaha dan dijamin kerahasiaan data setiap orang atau pelaku usaha.

Pada kesempatan ini, para wartawan juga memberikan sejumlah masukan kepada BPS NTT untuk kesuksesan pelaksanaan SE2026 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

(*)

Mentan Amran Dapat Dukungan Komnas HAM dan PPM LVRI dalam Pemberantasan Mafia Pangan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement