TEROPONGNTT, KUPANG — Festival Budaya Kelurahan Kuanino di wilayah Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang tahun 2026 digelar meriah dan unik. Disebut unik karena Festival Budaya Kelurahan Kuanino kali ini secara khusus menonjolkan tradisi makan adat Fole Mako dari budaya masyarakat Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Fole Mako adalah tradisi makan adat yang unik berupa pesta makan bersama dengan porsi yang besar. Setiap orang yang ikut dalam upacara makan adat ini mendapatkan nasi seukuran mangkuk besar atau piring besar, serta daging yang hanya dimasak dengan cara direbus tanpa bumbu.
Setiap peserta yang ikut ambil bagian dalam tradisi makan adat Fole Mako harus menghabiskan porsi makan yang disajikan untuknya. Jika tidak bisa habis dimakan, maka harus dibawa pulang untuk dimakan nanti setelah sampai di rumah. Karena aturannya, setiap orang harus bisa menghabiskan makanan yang telah diterimanya.
Hal ini dijelaskan kembali oleh Lurah Kuanino, Estherfina Banik, S.Sos saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 10 Juni 2026. Menurut Lurah, tradisi Fole Mako biasanya digelar sebagai bentuk syukur, penghormatan, dan solidaritas sosial atas suatu peristiwa, suatu kesuksesan atau keberhasilan.
“Festival Budaya Kelurahan Kuanino digelar selama tiga hari pada 13-15 Mei 2026 lalu. Lokasi kegiatannya di wilayah RW 07, dan kegiatannya dibuka oleh Asisten 1 Setda Kota Kupang, pak Hengky G. Malelak,” jelas Lurah Kuanino Estherfina Banik, yang saat itu didampingi Sekretaris Lurah.
Dikatakan Estherfina Banik, tradisi Fole Mako digelar pada hari pertama Festival Budaya Kelurahan Kuanino, sementara kegiatan hari kedua dan ketiga diisi dengan lomba-lomba seperti tarian, paduan suara dan fashion show. Bahkan, yang juga menarik adalah lomba fashion show untuk peserta dari kategori lansia yang diikuti 10 peserta.
“Tahun ini adalah tahun keempat Festival Budaya Kelurahan Kuanino. Kami gelar secara bergilir. Tahun pertama digelar di RW 06, tahun kedua di RW 04, tahun ketiga di RW 01 dan tahun keempat di RW 07. Nanti tahun depan ke RT 02 atau RT 05,” jelas Estherfina Banik.
Pada tahun pertama, kata Estherfina Banik, Festival Budaya Kelurahan Kuanino digelar di wilayah RW 06. Saat itu yang ditonjolkan Adalah tradisi adat dari Alor, sementara tahun ketiga atau tahun 2025, yang ditonjolkan Adalah tradisi adat Rote Ndao. Pemilihan tradisi adat yang ditonjolkan disepakati oleh warga di wilayah RW tersebut.
“Tahun 2026 ini yang ditonjolkan adalah tradisi Fole Mako dari TTU karena warga di RW 07 umumnya orang-orang dari etnis Timor. Kalau tahun lalu yang ditonjolkan Adalah tradisi adat dari Tote Ndao karena warga RW 01 umumnya orang-orang dari etnis Rote Ndao. Jadi disesuaikan dengan budaya warga setempat,” jelas Lurah Kuanino, Estherfina Banik.
Estherfina Banik bersyukur, pelaksanaan Festival Budaya Kelurahan Kuanino selama ini berjalan lancer dan sukses, serta melibatkan semua komponen masyarakat dan berlangsung meriah. Selain itu, juga berdampak pada peningkatan pendapatan bagi UMKM yang ikut berjualan kuliner selama kegiatan festival berlangsung.
(*)









Komentar