Ekonomi
Beranda » Berita » Bersama Kemenkeu, OJK dan LPS, Bank Indonesia Gelar LIKE IT 2026 untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Secara Nasional Dipusatkan di Balikpapan

Bersama Kemenkeu, OJK dan LPS, Bank Indonesia Gelar LIKE IT 2026 untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Secara Nasional Dipusatkan di Balikpapan

Kegiatan LIKE IT 2026 di Kantor BU NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pengembangan Sektor Keuangan (FK-PSK), menyelenggarakan kegiatan “Literasi Keuangan Indonesia Terdepan” (LIKE IT) Tahun 2026 dengan mengusung tema “Money Wise, Future Rise”.

Di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kegiatan LIKE IT 2026 digelar di Aula Lantai 3 Ruang Nembrala, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) yang beralamat di Jalan El Tari Kupang, pada Kamis 3 September 2026. Kegiatan LIKE IT 2026 ini diikuti lebih dari 200-an perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus dan orang muda lainnya.

Sementara secara nasional, kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) Tahun 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia ini, dipusatkan di Kantor BI Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Peserta kegiatan LIKE IT 2026 di Aula Lantai 3 Ruang Nembrala KPw BI NTT mengikuti rangkaian acara pembukaan kegiatan LIKE IT 2026 Tingkat Nasional secara daring dari Balikpapan.

Di tingkat Provinsi NTT, kegiatan LIKE IT 2026 dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Ari Setyo Wibowo. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Keuangan, pejabat yang mewakili Kepala OJK NTT, pejabat dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) serta sejumlah pimpinan perbangkan dan Lembaga jasa keuangan lainnya.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan ini, Deputi Kepala Perwakilan BI NTT, Ari Setyo Wibowo mengatakan, kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) telah diselenggarakan Bank Indonesia (BI) bersama Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak tahun 2021 dan tahun 2026 merupakan pelaksanaan LIKE IT series kelima

PLN UIP Nusra Perluas Akses Air Bersih di Lembata hingga Desa Atakore

Tujuan digelarnya kegiatan LIKE IT, kata Ari Setyo Wibowo, untuk memperluas pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dan investasi. Karena sesuai data yang diperoleh, indeks literasi keuangan nasional telah naik dari 75,02 persen menjadi 80.51 persen, namun ironisnya indeks inklusi keuangan baru meningkat dari 65,43 persen menjadi 66,46 persen.

Selain itu, indeks literasi keuangan Provinsi NTT juga masih lebih rendah dari indeks literasi keuangan nasional sehingga perlu didorong untuk lebih ditingkatkan pengetahuan masyarakat terutama generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dan investasi.  

“Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan semakin banyak namun belum semuanya paham mengenai cara mengelola keuangan yang bijak. Ini merupakan kesenjangan, dan ini pula yang menjadi alasan mengapa ada program LIKE IT,” kata Ari Setyo Wibowo

Menurut Ari Setyo Wibowo, jika generasi muda tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pengelolaan keuangan dan investasi, maka bisa berpeluang jatuh ke dalam investasi bodong ataupun terjebak pinjol illegal. Karena itu, diharakan para peserta yang Adalah generasi muda dan mahasiswa bisa mengikuti kegiatan LIKE IT ini dengan sungguh-sungguh agar mendapat pemahaman yang benar tentang pengelolaan keuangan dan investasi yang bijak.

Sementara Asisten Manager Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK NTT, Aldo Stepanus Simarmata, saat membawakan materinya berjudul “Edukasi Keuangan”, menekankan hal yang sama yakni pentingnya pemahaman yang benar tentang pengelolaan keuangan dan investasi. Generasi muda termasuk mahasiswa, harus memahami manfaat,dan risiko serta cara mengelolanya.

Agustus 2026, di Provinsi Nusa Tenggara Timur terjadi Inflasi Year on Year (y-on-y) sebesar 2,59 persen, Tertinggi di Waingapu

Menurut Aldo Stepanus Simarmata, perkembangan teknologi telah membuat layanan keuangan semakin mudah diakses. Hanya dengan handphone (HP) di tangan, transaksi keuangan bisa dilakukan kapan saja dengan mudah dan cepat. Karena itu, perlu kehati-hatian dan pemahaman yang benar agar tidak mudah jatuh ke transaksi yang berisiko, terjerumus kepada investasi bodong ataupun injol illegal atau bentuk traksaksi lainnya yang justru merugikan.

(*).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement