TEROPONGNTT, KUPANG – Dari jumlah tujuh kelurahan di wilayah Kecamatan Oebobo, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) menjadi kelurahan pertama yang menggelar iven budaya untuk tahun 2026. Sementara enam kelurahan lainnya akan menyusul pada bulan-bulan berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan bersama Dinas Pariwisata Kota Kupang.
Hal ini dikatakan Camat Oebobo, Zet Batmalo, S.H, MH, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/6/2026). Event Budaya Kelurahan TDM telah digelar pada Senin 25 Mei 2026, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo.
“Seperti ditegaskan Wali Kota Kupang, kegiatan iven budaya kali ini harus melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk komunitas-momunitas, suku budaya, untuk bisa mementaskan atraksi budaya masing-masing yang menjadi kebanggan di wilayahnya,” kata Camat Oebobo, Zet Batmalo.
Menurut Zet Batmalo, kegiatan iven budaya di Kelurahan TDM berlangsung cukup meriah, diikuti seluruh elemen masyarakat, termasuk dari pihak gereja, komunitas-komunitas budaya dan berjalan lancar. Sehingga diharapkan nantinya di kelurahan yang lain bisa berjalan dengan baik pula.
Terkait anggaran untuk pelaksanaan iven budaya, Zet Batmalo menjelaskan, anggaran yang disiapkan atau dialokasikan Pemkot Kupang dan masuk di DPA kecamatan, adalah sebesar Rp20 juta perkelurahan, termasuk pajaknya. Anggaran tersebut dimaksudkan sebagai modal awal bagi panitia di tingkat kelurahan untuk mendorong swadaya masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan iven budaya.
Dikatakan Camat Oebobo Zet Batmalo, pelaksanaan iven budaya juga memberi efek positif terutama dalam pelestarian budaya seperti tarian daerah, peningkatan nilai ekonomi dari kain-kain adat atau kain tenun, dan lainnya, termasuk kepada UMKM Kuliner yang menjual produk-produk makanan lokal pada pelaksanaan iven budaya.
“Makanan lokal juga termasuk salah satu produk budaya, seperti se’i babi, jagung mbose, olahan rumput laut, ubi rebus dan lainnya. Produk-produk budaya ini harus terus dipertahankan dan dilestarikan. Karena kenyataannya, banyak produk modern yang kini lebih digemari masyarakat,’ kata Zet Batmalo.
Seperti diketahui bersama, tambah Zet Batmalo, Provinsi NTT sangat kaya dengan budaya, sehingga pelestarian harus terus dilakukan termasuk melalui iven budaya. Intinya, melibatkan multi etnis dan semua diberi ruang, termasuk sanggara-sanggar untuk menunjukan atrasi budayanya.
Menyinggung soal alasan harus menggelar iven budaya di tingkat kelurahan, sementara di tingkat kecamatan tidak digelar, menurut Camat Oebobo Zet Batmalo, dulunya memang digelar secara berjenjang dari tingkat RT/RW, terus ke kelurahan dan dilanjutkan ke tingkat kecamatan sebelum ke tingkat Kota Kupang. Terutama untuk lomba-lomba seperti tarian dan nyanyian atau Paduan suara lagu daerah.
Namun setelah dilakukan evaluasi, kata Zet Batmalo, diputuskan untuk fokus di tingkat kelurahan, karena dinilai lebih efektif, lebih mudah dijangkau oleh masyarakat, serta lebih dinikmati dan membangkitkan rasa memiliki oleh masyarakat. Selain karena keterbatasan alokasi anggaran akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah.
“Dulu untuk tingkat Kecamatan Oebobo kita pernah gelar di Jalan Palapa, tapi setelah dievaluasi, kosnya lebih tinggi. Jangkauan masyarakat juga tidak semua. Selain pemerintah, kan juga ada even-even budaya yang digelar dari berbagai pihak. Sehingga iven budaya yang dilaksankan pemerintah Kota Kupang sebaiknya di tingkat kelurahan, sehingga lebih dekat dengan masyarakat,” jelas Zet Batmalo.
Ia menambahkan, saat ini Kecamatan Oebobo juga sedang membudayakan pola hidup bersih dan sehat, termasuk dalam penanganan sampah. Karena itu, di setiap iven budaya di tingkat kelurahan, ada kegiatan yang juga diseting kearah pembudayaan mental khususnya budaya hidup bersih dan sehat.
Contohnya, untuk tingkat SD diadakan lomba pidato hidup bersih dan sehat, atau lomba pidato tentang penanganan sampah. Dan untuk orang dewasa ada lomba ketrampilan penanganan sampah produk daur ulang sampah, yang hasil olahan dari daur ulang sampah kemudian dijual lagi di lapak-lapak UMKM.
(*)









Komentar