TEROPONGNTT, DENPASAR – Sebelum kembali ke Kupang di hari kedua kegiatan Media Gathering Semester I Tahun 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Bali pada Selasa 28 April 2026, para wartawan bersama tim OJK NTT berkesempatan berbelanja oleh-oleh di beberapa pusat oleh-oleh khas Bali di Kuta, salah satunya di pusat oleh-oleh JOGER.
Berkunjung ke pusat oleh-oleh Joger Bali sebenarnya merupakan bagian dari salah satu agenda kegiatan Media Gathering Semester I Tahun 2026 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pulau Bali, selain sekedar mencari oleh-oleh. Karena itu, saat berkunjung ke pusat oleh-oleh ini, sejumlah wartawan bersama Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Polantoro berkesempatan bertemu dan ngobrol santai bareng Owner Pusat Oleh-Oleh JOGER Bali, Joseph Theodorus Wulianadi.
Meski nama lengkapnya adalah Joseph Theodorus Wulianadi, pendiri Pabrik Kata-Kata Joger dan Pencetus Niat Swadaya Masyarakat GARING ini sering disapa dengan nama Pak Joger, sesuai nama usahanya. Ia juga mengaku belum berani dan belum mau untuk memiliki Hand Phone maupun e-mail sendiri, sehingga untuk menghubungi dirinya hanya bisa lewat nomor telepon kantornya yang beralamat di Jalan Kuta-Denpasar Bali.
Pusat Oleh-Oleh Joger Bali memang dikenal sebagai pusat oleh-oleh legendaris yang menawarkan berbagai produk unik dan berkualitas, serta trendy dan terjangkau. Di pusat oleh-oleh ini tersedia berbagai jenis baju terutama baju kaos serta sandal dan aksesoris, juga beberapa cemilan dan lainnya. Keunikan yang membuat Joger makin legendaris adalah predikat Joger Bali sebagai “Pabrik Kata-Kata” karena di setiap produk yang dijual terutama baju kaos, selalu ada kalimat atau rangkaian kata-kata yang unik dan menarik.
Salah satunya contohnya adalah kalimatnya adalah, “SEGERA STOP UPAH MINIMUM DENGAN PEKERJAAN MAKSIMUM”, atau kalimat, “Kalau Anda Suka JogeR, BERARTI ANDA WARAS, TETAPI KALAU ANDA TIDAK SUKA JOGER, BERARTI ANDA LEBIH WARAS”, dan banyak kalimat unik lainnya. Semua kalimat atau kata-kata dirajut langsung oleh owner dan manajemen JOGER Bali.
Namun demikian, ada yang menarik dari pertemuan singkat dan Obrolan Santai bersama Bos Joger Bali, Joseph Theodorus Wulianadi ini. Yakni, cerita kalau dirinya dulu bekerja sebagai seorang tour guide di Jerman, lalu memilih untuk kembali ke Indonesia yakni ke Bali dan mulai menekui usaha bisnis. Yang ditonjolkan dalam usaha bisnis oleh-oleh ini, justru keunikan dari kata-kata yang tertulis pada produk oleh-olehnya baik pada baju atau pakaian, pada berbagai jenis souvenir, dan lainnya.
Produk berkualitas mungkin ada di banyak tempat, tapi pabrik kata-kata yang unik dan menarik hanya ada di JOGER Bali. Itulah yang unik, yang membuat setiap orang yang berkunjung ke Bali, ingin mampir di JOGER Bali sebelum meninggalkap pulau Dewata dan kembali ke daerah atau negara asalnya.
Yang juga menarik adalah upacara penyambutan untuk para pengunjungnya. Beberapa karyawan berjalan keliling ruangan pusat oleh-oleh sambil menyanyikan lagu selamat datang bagi para pengunjung. Dan hal itu sepertinya dilakukan pada jam-jam tertentu terutama saat gerai atau pusat penjualan dibuka.
Bos JOGER atau Pak JOGER juga tampak selalu ceria saat ngobrol bareng para wartawan dari NTT dan pak Polantoro dari OJK Provinsi NTT. Dengan penampilan yang sederhana, mengenakan bajo kaos, Pak JOGER justru memperkenalkan diri sebagai orang yang Bukan Siap-Siapa meski tergolong konglomerat. Tertawanya pun terbahak-bahak membuat obrolan menjadi selalu ceria.
Yang juga menarik, para wartawan justru disapa Bos Joger sebagai para Hartawan. Meski ucapannya terkesan bercanda, namun sapaan ini menyiratkan pesan yang mendalam, apalagi diucapkan pak Joger berulang-ulang. Mungkin maksudnya, agar wartawan bisa banting setir menjadi seorang pengusaha kuliner, seperti dirinya yang banting setir dari seorang tour guide menjadi pengusaha, atau paling tidak agar wartawan bisa memiliki usaha sampingan bisa bisa jadi hartawan.
Dan, yang tak kalah menariknya adalah, sebelum obrolan santai selesai, para wartawan diajak melihat-lihat berbagai ruangan di pusat oleh-oleh tersebut. Bahkan masuk hingga ke bagian dapur, ruang karyawan dan ruangan pabrik kata-kata dan ruang produksi produk Joger Bali. Sambil ia menjelaskan setiap bagian yang diperlihatkan kepada para wartawan.
Lagi-lagi menariknya, setiap bagian ruangan tidak ada yang dibiarkan begitu saja. Semua dipakai sebagai ruang yang berguna, bahkan di lantai dua gedungnya ada saluran yang dijadikan kolam ikan. Ia juga memiliki ruang doa dan seluruh karyawannya makan tiga kali sehari di tempat kerja.
Joseph Theodorus Wulianadi bahkan berniat ingin membuka cabang JOGER Bali di Kupang-Provinsi NTT. Menurutnya ada banyak karya budaya di NTT terutama tenun ikat yang unik dan menarik, yang bisa dikelola dan dipadukan dengan Pabrik Kata-Kata akan menjadi produk oleh-oleh yang paling diminati wisatawan.
Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Polantoro mengatakan, ada banyak hal bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat NTT dari cerita kesuksesan JOGER Bali, jika ingin menekuni usaha oleh-oleh atau usaha bisnis lainnya. Terutama, keunikan dari produk yang ditawarkan, sehingga memberi pembeda dari jenis usaha bisnis lainnya.
(*/habis)









Komentar