Daerah
Beranda » Berita » Dirangkai dengan Festival Budaya Kelurahan Fatukoa, Perayaan Hardiknas 2026 di Kota Kupang Dipusatkan di SD Negeri Nefosaka

Dirangkai dengan Festival Budaya Kelurahan Fatukoa, Perayaan Hardiknas 2026 di Kota Kupang Dipusatkan di SD Negeri Nefosaka

Perayaan Hardiknas 2026 di Kota Kupang Dipusatkan di SD Negeri Nefosaka

TEROPONGNTT, KUPANG — Ada yang berbeda dari perayaan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Kupang tahun 2026. Pada tahun ini, rangkaian perayaan Hardiknas dipusatkan di SD Negeri Nefosaka dan dirangkai dengan pegelaran Festival Budaya Kelurahan Fatukoa.

SD Negeri Nefosaka berlokasi di wilayah Kelurahan Fatukoa, dan termasuk wilayah pinggiran Kota Kupang. Untuk sampai di SD Negeri Nefosaka, harus melalui wilayah Kelurahan Naioni, terus melewati area kehutanan dan penangkaran rusa. Beruntung saat ini, ruas jalan menuju SD tersebut sudah diaspal hotmix sehingga mudah dijangkau.

Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Kota Kupang tanggal 2 Mei 2026 ini, Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc bertindak sebagai inspektur upacara. Yang juga menarik, upacara peringatan Hardiknas diikuti perwakilan SD dan SMP di seluruh Kota Kupang, dan semua peserta mengenakan pakaian adat masing-masing.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis juga mengenakan pakaian adat, dan kali ini pakaian ada yang dipakai berasal dari etnis Helong. Dengan mengenakan pakaian adat, Serena C. Francis pun tampak lebih anggun dan berwibawa.

Fakta ini membuat perayaan Hardiknas Tingkat Kota Kupang tidak hanya menjadi momentum refleksi pendidikan, tetapi juga menjadi ruang perayaan budaya dan kebersamaan masyarakat. Karena di perayaan ini, warna-warni budaya menyatu dalam satu panggung dengan perayaan peringatan hari pendidikan nasional.

Karnaval Budaya Meriahkan HUT ke-30 Kota Kupang, Diikuti 50 Komunitas dan Etnis Budaya

Pemilihan SD Negeri Nefosaka sebagai tempat upacara peringatan Hardiknas 2026 Tingkat Kota Kupang juga tentu memiliki pertimbangan tersendiri dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang. Paling tidak, sebagai bentuk promosi sehingga wilayah pinggiran lebih dikenal dan tidak terisolir.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum untuk kembali memahami makna pendidikan yang sesungguhnya. Menjadi ruang perenungan dan ruang harapan, yang menyalakan hati, membentuk karakter dan membebaskan cara berpikir.

Wakil Wali Kota juga menyoroti pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional di Kelurahan Fatukoa, yang berada di wilayah pinggiran kota. Sebuah pilihan strategis untuk menghadirkan keadilan dalam perhatian Pembangunan, termasuk di bidang pendidikan.

“Kita ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan. Pendidikan harus hadir untuk semua, tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di pinggiran,” tegasnya.

Peringatan Hardiknas kali ini mengusung tema nasional yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Terkaitt ema ini, Wakil Wali Kota menekankan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif.

Bukan Karena Viral, Jalan Depan GOR Oepoi Sudah Dianggarakan dari Akhir 2025

“Dari Fatukoa hari ini, kita berharap lahir cahaya-cahaya harapan bagi Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Indonesia,” tutupnya.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement