TEROPONGNTT, KUPANG – Pendidikan seni budaya sangat penting bagi para siswa sekolah sebagai generasi muda. Selain untuk mengasah keterampilan estetika, pendidikan seni budaya juga bermanfaat bagi pengembangan kreativitas, pelestarian identitas budaya, serta pembentukan karakter dan keseimbangan emosional.
Hal ini dijelaskan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP Negeri) 4 Kupang, Yusak Olla, S.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis 4 Juni 2026. Di SMP Negeri 4 Kupang, kata Yusak Olla, Pendidikan Seni Budaya diterapkan melalui teori dan praktek dalam sistem pembelajaran.
Menurut Yusak Olla, ada empat mata pelajaran di sekolah yang berkaitan dengan Pendidikan Seni Budaya, yakni Mata Pelajaran Seni Budaya, Mata Pelajaran Prakarya, Mata Pelajaran Agama dan Mata Pelajaran Olah Raga. Melalui keempat mata pelajaran ini, para siswa SMPN 4 Kupang mendapat pengetahuan dan pembelajaran tentang nilai-nilai keindahan dalam aspek kehidupan yang berbasis seni dan budaya, serta agama.
Para siswa, kata Yusak Olla, mendapat pembelajaran tentang pembuatan karya seni dan kerajinan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan praktis melalui Mata Pelajaran Prakarya. Sementara melalui mata Pelajaran agama, para siswa juga dikuatkan dalam pembentukan karakter sebagai makluk berbudaya yang religius.
Sedangkan melalui mata pelajaran olah raga, kata Yusak Olla, para siswa diperkenalkan tentang olah raga tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya. Olahraga tradisional juga merupakan warisan budaya yang perlu dilestarikan.
“Untuk mata pelajaran seni budaya biasanya lebih banyak prakteknya terutama melalui kegiatan kokurikuler, sehingga lebih memperkaya pemahaman siswa dan menghubungkan teori dengan praktik. Biasanya dilaksanakan dalam bentuk ujian praktek seperti tarian tradisional, lagu-lagu daerah,” kata Yusak Olla.
Selain itu, menurut Yusak Olla, para siswa juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan lomba seperti lomba tarian daerah atau lomba paduan suara antar sekolah dan lainnya. Termasuk pengenalan makanan atau kuliner khas daerah dengan menu makanan lokal sebagai bagian dari adat dan budaya.
(*)









Komentar