TEROPONGNTT, KUPANG — Event Budaya Kelurahan Maulafa digelar secara meriah di halaman Gereja Laharoi Tofa, Kelurahan Maulafa, pada Selasa 2 Juni 2026. Event Budaya yang berlangsung selama tiga hari hingga 4 Juni 2026 ini mengusung tema “Flobamora di Maulafa Beragam Budaya, Satu Saudara”.
Pegelaran Event Budaya Kelurahan Maulafa Tahun 2026 ini secara resmi dibuka Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Kehadiran Wali Kota di lokasi kegiatan disambut dengan penampilan Drum Band siswa SMA Negeri 7 Kota Kupang dan sapaan adat serta tarian adat oleh salah satu sanggar tari.
Acara pembukaan Pegelaran Event Budaya Kelurahan Maulafa Tahun 2026 ini dihadiri Ketua Majelis Jemaat GMIT Laharoi Tofa, Pdt. Indgrid, Wakil Ketua Jemaat GMIT Lahoroy Tofa, Pdt. Lucia Wulang, Anggota DPRD Kota Kupang Djuneidi C. Kana, para pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kota Kupang, Camat Maulafa, Lurah Maulafa, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat, para kepala sekolah, ketua RT/RW, dan masyarakat setempat.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Event Budaya Kelurahan Maulafa Tahun 2026, Yohanes Selu mengatakan, Festival Budaya Maulafa bertujuan melestarikan budaya lokal, memperkuat persatuan masyarakat, mendukung pengembangan UMKM, serta meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.
Sementara berbagai kegiatan yang digelar diantaranya, parade budaya, pertunjukan seni dan tarian daerah, pameran budaya, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, serta beberapa kegiatan lainnya.
Dalam sambutannya saat membuka Pegelaran Event Budaya Kelurahan Maulafa Tahun 2026 ini, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada panitia serta pemerintah dan masyarakat Kelurahan Maulafa yang telah menyelenggarakan event budaya tersebut.
Menurut Christian Widodo, keberagaman yang dimiliki merupakan potensi yang harus terus dijaga dan dirawat sebagai modal sosial dalam membangun daerah. Keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk kehidupan kedepan yang lebih baik.
Dikatakan Christian Widodo, masyarakat Kota Kupang harus selalu bisa hidup dalam sebuah harmoni. Harus mampu hidup berdampingan dalam keseimbangan meskipun memiliki latar belakang, suku, budaya, dan karakter yang berbeda-beda.
Wali Kota Christian Widodo juga mengikatkan penyelenggaraan event budaya merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, yang diwujudkan melalui semangat gotong royong, kebersamaan, dan persaudaraan.
Pada kesempatan ini, Wali Kota Christian Widodo juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rusak dan gedung Kantor Lurah Maulafa yang sudah tidak layak dipakai. Aspirasi tersebut disampaikan tokoh masyarakat Gerson Elia pada kesempatan yang sama.
Dikatakan Wali Kota Christian Widodo, pemerintah akan berupaya mengakomodasi kebutuhan tersebut sesuai kemampuan anggaran daerah. Karena saat ini, Pemkot Kupang tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang menyebabkan pemotongan dana hingga Rp204 miliar dari pemerintah pusat.
(*)









Komentar