TEROPONGNTT, KUPANG – Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Bank Perekonomian Rakyat Tanaoba Lais Manekat (Bank TLM) digelar secara sederhana di Kantor Pusat Bank TLM pada Senin sore, 2 Februari 2026. Ini merupakan yang ketiga kalinya Bank TLM merayakan peringatan hari ulang tahunnya secara sederhana.
Meski digelar sederhana, acara syukuran HUT Ke-18 Bank TLM ini tetap berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kebersamaan dan kebahagiaan. Ada pula penyampaian ungkapan hati dari perwakilan karyawan dan perwakilan pimpinan eksekutif, yang berisi doa dan harapan serta tekad untuk terus bekerja professional dalam pelayanan kepada nasabah dan masyarakat.
Tiga orang sebagai perwakilan karyawan yakni Yufra Missa, Yerno Dethan dan Frengky Sanu, sementara sebagai perwakilan pimpinan eksekutif adalah Yunita Sahetapy. Tepuk tangan meriah disertai candatawa membuat suasana lebih ceria ketika para perwakilan karyawan dan juga perwakilan pimpinan eksekutif membacakan pantun. Semua pun ikut tertawa.
Acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-18 Bank Perekonomian Rakyat Tanaoba Lais Manekat (Bank TLM) kemudian ditutup dengan tiup lilin dan potong kue ulang tahun oleh Direktur Utama (Dirut) Bank TLM, Robert P Fanggidae, bersama Direktur Kepatuhan, Erni E. Muskananfola dan Direktur Kredit, Johan P Makatita,
Yang justru menarik adalah alasan, mengapa acara Syukuran HUT Ke-18 Bank TLM sebaiknya digelar secara sederhana. Yakni, karena jajaran direksi, para pimpinan eksekutif serta seluruh karawan Bank TLM ingin sebagian anggaran acara syukuran, dimanfaatkan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan, terutama anak yatim dan penderita stunting.
“Sudah tiga tahun berturut-turut kita melaksanan syukuran ulang tahun Bank TLM secara sederhana, karena kita ingin bukan hanya kita yang diberkati tetapi kita ingin juga memberkati orang lain terutama anak-anak yang kurang beruntung dan yang terkena stunting. Karena itulah kita gelar acara syukuran yang sederhana,” kata Dirut Bank TLM, Robert P Fanggidae.
Menurut Robert P Fanggidae, jika dilihat dari jumlah asset Bank TLM yang sangat besar dan terus bertumbuh, seharusnya acara syukuran ulang tahun tidak harus digelar sederhana. Tapi dalam perjalanan hidup Bank TLM selama 18 tahun, bank ini sudah pernah menggelar acara syukuran ulang tahun dengan mengundang gubernur, bupati atau para tokoh lainnya.
“Ternyata, yang dirasakan adalah lebih bermakna kalau kita bersyukur secara sederhana dan anggarannya kita alihkan untuk menolong orang-orang susah. Dan dengan melakukan hal ini saya percaya hidup kita akan diberkati dan lembaga ini juga diberkati Tuhan,” kata Robert P Fanggidae.
Dari acara sykuran ulang tahun saja, kata Robert P Fanggidae, paling sedikit ada 30 orang yang dibantu atau ditolong. “Kalau satu keluarga saja berdoa karena anaknya tertolong dari stanting, itu tentu membuah kita diberkati baik pribadi, keluarga, maupun sebagai lembaga. Karena itu, terima kasih untuk partisipasi kita semua. Saya percaya Tuhan terus bersama kita dalam pelayanan di Bank TLM dan semua akan berdampak pada kita masing-masing kalau kita lebih banyak membantu orang yang membutuhkan bantuan,” kata Robert P Fanggidae.
Robert P Fanggidae mengatakan, hidup adalah anugerah dari Tuhan. Karena itu, jajaran direksi, managemen dan seluruh staf Bank TLM patut persyukur kepada Tuhan. “Tuhan terlalu baik bagi kita semua, karena sudah 18 tahun sejak 1 Februari 2008, di ruangan ini juga posesnya berjalan selama 2 tahun mulai dari proses studi kelayakan, proses untuk ijin prinsip hingga lahirnya izin operasional Bank TLM,” kata Robert P Fanggidae.
Sejarah berdirinya Bank TLM termasuk para tokoh yang mendukung dan mendoakan berdirinya Bank TLM juga dimuat dalam website Bank TLM. Dan semua itu telah diceritakan kepada semua karyawan dan jajaran Bank TLM. Sehingga bisa menjadi penyemangat untuk professional dalam bekerja, mengembangkan dan memajukan Bank TLM.
“Kita terus memperbaiki diri, belajar terus-menerus. Sejak pertama berdiri hingga saat ini, Bank TLM tetap menjadi yang terbaik dan terbesar di NTT. Sejak 31 Desember 2008 sampai saat ini, kita terus berkembang. Jumlah pegawai dari 18 orang, sekarang sudah menjadi 149 orang, asset yang awalnya Rp 1,5 M, sekarang menjadi Rp 307 M per 30 Januari 2026 sebelum proses akhir bulan Januari 2026,” kata Robert P Fanggidae.
Karena itu Robert P Fanggidae yakin, Bank TLM akan terus tumbuh dan berkembang, karena memang sudah terbukti selama 18 tahun, dengan kualitas tata kelola dan berbagai prestasi, serta penghargaan yang diterima. Berturut-turut menjadi BPR Terbaik Nasional, “Semua itu karena kita mau melaksanakan firman Tuhan dalam kehidupan setiap hari dan dalam pelayanan kita,” katanya.
“Selamat Ulang Tahun Ke-18 Bank TLM, Terus Maju dan Sukses Selalu…!!!
(*)









Komentar