Ekonomi
Beranda » Berita » RUPS Tahunan 2025 dan RUPS-LB 2026 Bank NTT Lahirkan Keputusan Strategis, Sempat Digelar di Ende, Dilanjutkan di Kupang

RUPS Tahunan 2025 dan RUPS-LB 2026 Bank NTT Lahirkan Keputusan Strategis, Sempat Digelar di Ende, Dilanjutkan di Kupang

Jumpa pers RUPS Bank NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank NTT Tahun Buku 2025 dan RUPS Luar Biasa Bank NTT Tahun 2026 kembali digelar di Kupang pada Minggu (24/5/2026), setelah sebelumnya sempat digelar di Ende-Pulau Flores pada Jumat (15/5/2026). RUPS dan RUPS-LB Bank NTT ini, akhirnya melahirkan sejumlah keputusan strategis setelah melalui pembahasan yang alot dan konstruktif.

Sejumlah keputusan strategis tersebut, diantaranya terkait penguatan aset, pengembangan bisnis, peningkatan pelayanan perbankan kepada masyarakat hingga pemangkasan jumlah direksi dan penetapan Revi Adiana Silawati dari Bank Jatim menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT.

RUPS Tahunan 2025 dan RUPS-LB Bank NTT 2026 dilaksanakan di Aula Fernandez Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT dan dihadiri para bupati/wakil bupati sebagai pemegang saham. RUPS dipimpin Gubernur NTT, Melki Laka Lena sebagai pemegang saham pengendali Bank NTT serta berlangsung marathon mulai pukul 13.00 wita hingga 20.30 wita.

Kepada para wartawan saat menggelar konferensi pers usai pelaksanaan RUPS dan RUPS-Luar Biasa, Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan bahwa para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT yang disampaikan dalam RUPS Tahunan Bank NTT Tahun Buku 2025. Pembagian dividen kepada para pemegang saham diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya.

RUPS juga menyepakati pentingnya peran Bank NTT dalam mendukung program prioritas pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di NTT. Direksi dan komisaris juga diminta ikut mendorong minimal satu program strategis di setiap daerah.

Mentan Amran Dapat Dukungan Komnas HAM dan PPM LVRI dalam Pemberantasan Mafia Pangan

“Dalam RUPS Tahunan, para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban direksi dan komisaris Bank NTT, dan pembagian dividen diputuskan tetap sama seperti tahun sebelumnya. Direksi dan komisaris juga diminta untuk ikut mendorong minimal satu program strategis di setiap daerah,” jelas Melki Laka Lena.

Sementara dalam RUPS Luar Biasa, kata Melki Laka Lana, pemegang saham memberi perhatian pada rekomendasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan penyesuaian struktur organisasi Bank NTT. Pemegang saham bersepakat, jumlah direksi yang sebelumnya direncanakan tujuh orang dikembalikan menjadi lima direksi, jumlah komisaris menjadi tiga orang.

RUPS Luar Biasa juga menyepakati dan menepatkan Revi Adiana Silawati dari Bank Jatim menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT. Alasannya karena Revi Adiana Silawati telah memiliki pengalaman yang cukup di dunia perbankan.

“Rencananya pelantikan ibu Revi Adiana Silawati dari Bank Jatim menjadi Direktur Kepatuhan Bank NTT dilaksankan pada Selasa pukul 14.30 wita nanti. Para pemegang saham juga menyetujui usulan Rita Wuisan sebagai calon Komisaris Independen Bank NTT,” jelas Melki Laka Lena.

Selain itu, jelas Melki Laka Lena, juga disepakati penambahan penyertaan modal dari sejumlah pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi NTT menambah modal sebesar Rp30 miliar, Kabupaten Malaka Rp5 miliar, dan Kabupaten Alor Rp3 miliar.

Mentan Amran Dapat Dukungan Komnas HAM dan PPM LVRI dalam Berantas Mafia Pangan

Sebelumnya diberitakan, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank NTT Tahun Buku 2025 yang dilanjutkan dengan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT Tahun 2026 digelar di Ende-Pulau Flores pada pada Jumat (15/5/2026).  Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT saat itu juga dibuka dan dipimpin Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP).

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Bank NTT Tahun Buku 2025 yang dilanjutkan dengan RUPS Luar Biasa (RUPS-LB) Bank NTT Tahun 2026 berlangsung di Hotel Flores Mandiri, di Kota Ende. RUPS juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Nusa Tenggara Timur.

Agenda RUPS Tahunan Bank NTT saat itu terutama berfokus pada pembahasan laporan pertanggungjawaban Direksi dan Dewan Komisaris atas kinerja sepanjang tahun buku 2025. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah penetapan pembagian dividen atau laba bersih yang nantinya akan disalurkan langsung ke kas daerah masing-masing sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

(*)

BBPP Kupang Sosialisasikan Inovasi Aplikasi D’SULTAN, Tingkatkan Kualitas Layanan Digital

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement