Ekonomi
Beranda » Berita » Memastikan Kesiapan Menyambut Hari Raya Dari Gudang Bulog

Memastikan Kesiapan Menyambut Hari Raya Dari Gudang Bulog

Anggota DPR RI Usman Husin saat kunker spesifik di Gudang Bulog Kupang

TEROPONGNTT — Tumpukan karung berisi beras membumbung tinggi di salah satu gudang di Gudang Bulog Tenau Kupang. Tumpukan beras ini tampak tersusun rapi. Tinggi timpukan mungkin mencapai lebih dari lima meter, karena tumpukannya setinggu ruang Gudang.

Gudang Bulog Tenau Kupang yang berlokasi di wilayah Kelurahan Alak, Kota Kupang ini, memiliki hampir sepuluh gudang beras. Bila satu Gedung menampung kira-kira 1.000 ton, maka tentu ketersediaan beras di Gudang bulog ini pasti sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Fakta ini terlihat ketika Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi PKB, Usman Husin, melakukan kunjungan spesifik ke Gudang Bulog NTT pada Senin 16 Maret 2026. Kedatangan Anggota DPR RI Usman Husin saat itu disambut Wakil Kepala Bulog NTT Ramaijon Purba, didampingi Kepala Gudang Bulog Kupang Yoseph Yogi dan staf Bulog.

Anggota DPR RI Usman Husin kemudian dipersilahkan meninjau langsung ketersediaan beras di gudang Bulog tersebut sambil berbincang dan bertanya tentang kesiapan stok beras di Gudang Bulog di wilayah Provinsi NTT.

Kunjungan spesifik Anggota DPR RI Usman Husin ini memang bertujuan untuk memastikan kesiapan stok beras Bulog menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Paskah tahun 2026. Karena, jika stok beras tidak mencukupi, pesta perayaan di hari raya keagamaan tentu akan ikut terganggu.

Semangat Pancasila dalam Pembangunan, Rizki Aftarianto Serahkan Estafet Kepemimpinan PLN UIP Nusra kepada RDW Manurung

Selain memastikan kesiapan stok beras, Anggota DPR RI Usman Husin juga ingin memastikan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok lainnya seperti minyak goreng dan gula pasir, yang ada di Gudang Bulog NTT. Baik yang ada di Gudang Bulog Kupang maupun di Gudang Bulog lainnya di seluruh kabupaten di wilayah NTT.

Kepada Anggota DPR RI Usman Husin, Wakil Kepala Bulog NTT Ramaijon Purba pun memastikan bahwa ketersediaan beras Bulog sangat cukup untuk mendukung perayaan pesta keagamaan. Bulog menyadari betul fungsi dan perannya dalam menjaga keseimbangan harga barang kebutuhan pokok di pasar, terutama beras, minyak goreng dan gula.

Ramaijon Purba mengatakan, stok beras di gudang Bulog yang ada di seluruh wilayah NTT saat itu sebanyak 17 ribu ton lebih. Jumlah ini sangat cukup hingga Hari Raya Idul Fitri, Nyepi dan juga Paskah. 

Karena itu, masyarakat NTT tak perlu kuatir. Bulog bersama penerintah daerah dan berbagai lembaga lainnya juga terus menggelar pasar murah untuk menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok di pasar.

Sesuai Peraturan Pemerintan Republik Indonesia (PP) Nomor 13 Tahun 2016, Perum Bulog memang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam kaitan dengan ketahanan pangan nasional. Tugasnya adalah, Pengamanan harga pangan pokok beras di tingkat produsen dan konsumen, Pengelolaan cadangan pangan pokok beras pemerintah, serta Penyediaan dan pendistribusian pangan pokok beras kepada golongan masyarakat tertentu.

PLN Wujudkan Aspirasi Masyarakat Adat Melalui Program Agroforestry Hetero di Desa Wewo

Selain itu, tugas Perum Bulog Adalah Pelaksanaan impor beras dalam rangka pelaksanaan tugas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, Pengembangan industri berbasis beras, termasuk produksi padi/gabah serta pengolahan gabah dan beras; dan Pengembangan pergudangan beras.

Terkait hal ini, Anggota DPR RI Usman Husin mengatakan, tugas Perum Bulog memang sangat penting dalam menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok di pasar. Namun yang lebih penting saat ini, adalah kesiapan Bulog untuk membeli beras petani sesuai harga yang ditetapkan pemerintan.

“Sekarang ini petani tak usah kuatir beras yang diproduksinya tidak terjual, karena Bulog siap membeli beras petani. Silahkan petani melaksanakan usaha pertaniannya dengan memperluas area tanam atau sawahnya, karena Bulog pasti membelinya,” kata Usman Husin.

Semoga Perum Bulog terus memainkan perannya dengan baik, sehingga petani menjadi semakin giat dalam berusaha dan mengelola lahan sawah, serta meningkatkan hasil produksi padinya.

(*)

Masyarakat Adat Dukung Pengembangan PLTP Ulumbu Unit 5 Melalui Pelepasan Hak Lahan Akses Jalan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement