Inspirasi
Beranda » Berita » Rayakan Dies Natalis VII dan Hardiknas 2026, FKIP UCB Hadirkan Fashion Street Berbalut Tenun Ikat NTT

Rayakan Dies Natalis VII dan Hardiknas 2026, FKIP UCB Hadirkan Fashion Street Berbalut Tenun Ikat NTT

TEROPONGNTT, KUPANG — Suasana arena Car Free Day (CFD) Eltari, Kota Kupang terasa berbeda pada Sabtu pagi (2/5/2026). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa (FKIP UCB) menghadirkan pergelaran budaya yang meriah bertajuk FKIP Fashion Street sebagai bentuk perayaan dua momen bersejarah secara bersamaan yakni Dies Natalis ke-7 Universitas Citra Bangsa dan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.

Tema Multikultural dipilih sebagai benang merah yang menyatukan seluruh rangkaian kegiatan.

Ratusan Mahasiswa Banjiri CFD dalam Balutan Tenun Ikat

Tak kurang dari 100 mahasiswa yang tergabung dalam dua program studi di lingkup FKIP UCB yakni Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), memadati jalanan CFD Eltari dengan penampilan yang memesona. Kain tenun ikat khas Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi pilihan busana utama para peserta.

Ada yang menghadirkannya dalam sentuhan kontemporer dengan berbagai modifikasi kreatif, namun tak sedikit pula yang memilih tampil apa adanya dalam balutan busana tradisional yang sarat nilai budaya.

PLN UIP Nusra Dorong Kemandirian Energi Daerah, Siswa SMK Aloisius Ruteng di Manggarai Luncurkan Kendaraan Listrik Hasil Konversi

Kemeriahan semakin terasa ketika para mahasiswa membawakan tarian-tarian massal yang dinamis dan penuh ekspresi, menampilkan kekayaan gerak budaya dari berbagai pelosok NTT dalam satu panggung jalanan yang hidup dan berwarna.

Tenun Ikat sebagai Jendela Keanekaragaman Budaya

Lebih dari sekadar ajang unjuk busana, FKIP Fashion Street sejatinya adalah sebuah perayaan identitas. Setiap motif tenun ikat dan aksesori daerah yang dikenakan para peserta mencerminkan asal-usul dan latar belakang budaya masing-masing menjadikan CFD Eltari layaknya panggung mini keanekaragaman budaya NTT yang hidup dan nyata.

Di sisi lain, kegiatan yang berlangsung di ruang publik ini sekaligus menjadi ajang memperkenalkan Universitas Citra Bangsa secara lebih luas kepada masyarakat Kota Kupang, menunjukkan bahwa UCB adalah kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peduli terhadap pelestarian budaya.

CFD Eltari Berubah Jadi Panggung Rakyat
Selama hampir dua jam, warga Kota Kupang yang tengah menikmati hari bebas kendaraan dibuat terpukau oleh penampilan para mahasiswa FKIP UCB. Satu per satu warga berhenti dan berkerumun, menyaksikan dengan mata berbinar setiap aksi yang tersaji di hadapan mereka.

Wujud Nyata Pemanfaatan Teknologi Informasi, BBPP Kupang Perkuat P4S NTT-NTB Lewat Pembinaan Virtual

Suasana semakin meriah ketika sebagian warga tak lagi sekadar menonton — mereka turut bergoyang mengikuti irama tarian massal yang ditampilkan. Sebagian lagi sibuk mengangkat ponsel untuk mengabadikan momen, dan tak sedikit yang dengan antusias mengajak para peserta berfoto bersama.

FKIP Fashion Street pun menjelma menjadi pesta rakyat yang menyatukan civitas akademika UCB dengan masyarakat Kota Kupang.

Wakil Dekan: Kenali Diri, Kenali Murid
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan II FKIP UCB, Dr. Lanny Isabela D. Koroh, M.Hum., yang menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi.

Dalam pesannya, Dr. Lanny mengingatkan para calon guru bahwa tugas mendidik bukan hanya soal menyampaikan materi di kelas. “Guru yang baik adalah guru yang mampu menggali bakat dan minat anak didiknya. Namun sebelum itu, ia harus lebih dulu mengenal bakat dan minatnya sendiri,” tegasnya.

Beliau juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai di tengah keberagaman. “NTT adalah tanah yang kaya akan budaya. Jadikan keberagaman itu sebagai kekuatan, dan ajarkan kepada anak didik untuk saling mengapresiasi satu sama lain,” tambah Dr. Lanny.

Kukuhkan Tiga Guru Besar, Rektor Undana: AI Bisa Beri Data, Tapi Guru Besar Beri Makna

Dihadiri Para Pimpinan UCB

Kegiatan FKIP Fashion Street turut disaksikan langsung oleh sejumlah pimpinan UCB, di antaranya Wakil Rektor III UCB, Jon Einstein, Ketua Program Studi PGSD, Yulsi Nitte, serta Ketua Program Studi PBI, Viki Feka, bersama jajaran dosen FKIP UCB lainnya. Kehadiran mereka menjadi wujud nyata dukungan institusi terhadap kreativitas dan pengembangan karakter mahasiswa di luar ruang kuliah.

Jalan Santai: Penutup yang Penuh Makna
Menutup seluruh rangkaian acara, para mahasiswa bersama dosen pendamping melakukan jalan santai bersama mengelilingi arena CFD Eltari. Pawai ratusan insan pendidikan berbalut tenun ikat NTT itu menjadi pemandangan yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna — sebuah pernyataan bahwa FKIP UCB hadir, bergerak, dan berdampak langsung di tengah masyarakat.

FKIP Fashion Street telah membuktikan bahwa semangat Hardiknas dan Dies Natalis bukan sekadar dirayakan di balik tembok kampus. Ia mekar di jalanan, menyapa masyarakat, dan berbicara melalui helai-helai kain tenun ikat yang sarat cerita.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement