Ekonomi
Beranda » Berita » Penyaluran Kredit di NTT Tumbuh 2,47 Persen di Awal Tahun 2026, Perkembangan Pasar Modal Juga Tumbuh Positif

Penyaluran Kredit di NTT Tumbuh 2,47 Persen di Awal Tahun 2026, Perkembangan Pasar Modal Juga Tumbuh Positif

Media Gathering Semester I OJK NTT di Bali

TEROPONGNTT, DENPASAR — Kinerja keuangan lembaga jasa keuangan (LJK) di Provinsi NTT menunjukan trend positif di periode awal tahun 2026. Penyaluran kredit bertumbuh Rp1,414 miliar (2,47 persen), Perkembangan Pasar Modal di NTT juga tumbuh positi mencapai Rp47,417 miliar.

Hal ini dijelaskan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata pada kegiatan Media Gathering Semester I Tahun 2026 OJK NTT di Yello Hotel Kuta Bali, pada Senin 27 April 2026.

Kegiatan Media Gathering ini mengusung tema “Beyond Headlines, See More, Know More, Share Batter!” (Lebih dari Sekadar Berita Utama, Lihat Lebih Banyak, Ketahui Lebih Banyak, lalu Bagikan dengan Lebih Baik!”.

Pada kegiatan Media Gathering ini, Kepala OJK Provinsi NTT Yan Jimmy Hendrik Simarmata didampingi Asisten Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Polantoro.

Media Gathering ini dipandu Manager Madya Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi NTT, Donna Bella Permata Rissi.

Pemprov NTT Dorong pengembangan Geothermal di Flores, PLN UIP Nusra Perkuat Komitmen Hadirkan Energi Bersih

Pada kesempatan ini, Yan Jimmy Hendrik Simarmata menjelaskan, bahwa sesuai Market Update Bidang Pengawasan LJK pada Februari 2026, Lembaga Jasa Keuangan di Provinsi NTT mengalami pertumbuhan asset sebesar Rp3,193 miliar (7,45 persen) sehingga besaran asset LJK mencapai Rp56,460 miliar.

Sementara Penyaluran Kredit, kata Yan Jimmy Hendrik Simarmata, bertumbuh sebesar Rp1,414 miliar (2,47 persen), sehingga mencapai 47,417 miliar, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) bertumbuh sebesar Rp5,323 miliar (15,00 persen) sehingga mencapai Rp40,820 miliar.

Ia juga menjelaskan, Penyaluran Kredit UMKM di Provinsi NTT mencapai sebesar Rp17,424 miliar, dan Penyaluran Kredit Usaha rakyat (KUR) mencapai sebesar Rp2,771 triliun pada Februari 2026.

Terkait perkembangan Pasar Modal di NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata juga menjelaskan bahwa pasar modal di NTT tumbuh positif. Hal tersebut menunjukan meningkatnya kepercayaan dan literasi investasi masyarakat serta potensi pasar modal dalam mendukung kemandirian finansial dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembiayaan dan layanan keuangan juga tumbuh positif. Hal itu didorong oleh penguatan piutang dan fintech leanding, meski modal ventura berfluktuasi.

PLN UIP Nusra Tuntaskan Pembayaran Ganti Rugi Tahap II PLTP Ulumbu, Dorong Akses dan Kesejahteraan Warga Desa Wewo

Selain itu, kata Yan Jimmy Hendrik Simarmata, dana pensiun tetap meningkat, mencerminkan perluasan akses dan kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan.

Untuk peningkatan literasi keuangan di Provinsi NTT, OJK terus melakukan edukasi dan menggelar kegiatan literasi keuangan.

Sementara terkait Perkembangan Ekonomi Daerah Provinsi NTT, kata Yan Jimmy Hendrik Simarmata, potensi rumput laut dan potensi lainnya, perlu terus dikembangkan dan didorong pemerintah Bersama Lembaga jasa keuangan (LJK).

Di bidang perlindungan konsumen, menurutnya, OJK telah menyiapkan Layanan Pengaduan Konsumen dan SLIK di Kantor OJK Provinsi NTT.

Selain itu, untuk penanganan penipuan (SCAM), OJK telah menginisiasi pembentukan Indonesia Anti Scam Centre (IASC), dengan modus penipuan terbanyak adalah penipuan transaksi belanja online, penipuan berkedok investasi, penipuan mengatasnamakan pihak lain, penipuan berkedok penawaran kerja dan Love Scam.

Aksi Kreasi Flobamorata, Langkah Nyata Dorong UMKM NTT Naik Kelas

Yan Jimmy Hendrik Simarmata yakin, kondisi ekonomi dan keuangan Provinsi NTT akan terus menunjukan pertumbuhan berarti, dan OJK akan terus mendorong Lembaga Jasa Keuangan (LJK) untuk terus berperan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat yang lebih baik.

Media Gathering OJK Provinsi NTT di Pulau Bali ini digelar selama dua hari, 27-28 April 2026 dan diikuti 20 wartawan dari berbagai media, baik media cetak, televisi, radio dan media online.

Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata mengatakan, kegiatan media gathering digelar sebagai bentuk komitmen dalam membangun kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Media.

Selain itu, media gathering merupakan forum edukatif dan interaktif untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan media mengenai sektor jasa keuangan, peran dan fungsi OJK serta pemahaman terhadap berbagai isu dan kebijakan terkini di bidang jasa keuangan.

Kegiatan media gathering hari pertama juga diisi dengan kunjungan kepada Pelaku UMKM di Provinsi Bali seperti ke Perkebunan dan Pabrik Cau Chocolate di Desa Cou-Tabanan dan ke Pusat Agribisnis Berkelanjutan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Subak Bengkel di Desa Bengkel-Tabanan.

(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement