TEROPONGNTT, KUPANG — Ruas Jalan Pulau Indah di Kota Kupang kembali rusak meski belum lama dikerjakan. Kondisi ini menjadi sorotan publik setelah sejumlah warga dan pengendara mengeluhkan permukaan jalan yang berlubang dan licin, termasuk di bagian tanjakan.
Sejumlah warga menduga kerusakan disebabkan oleh banyaknya kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari, termasuk mobil tangki air yang keluar-masuk untuk distribusi. Selain beban berat, tumpahan air di badan jalan juga mempercepat kerusakan lapisan hotmix.
Namun demikian, tidak sedikit pula yang menilai bahwa kualitas pekerjaan jalan tersebut patut dipertanyakan pula. “Kalau pekerjaan dilakukan sesuai standar, mestinya jalan bisa bertahan lebih lama,” ujar salah seorang warga Oesapa Barat.
Ketua Komisi IV DPRD NTT, Patris Laliwolo, yang dimintai tanggapannya saat dihubungi pada Jumat (14/11/2025), menegaskan bahwa jika ruas jalan Pulau Indah Kota Kupang bestatus jalan Provinsi, maka DPRD Provinsi NTT melalui Komisi IV, meminta perhatian serius dari Dinas PUPR Provinsi NTT agar menelusuri, mengecek secara detail mutu dsn spesifikasinya.
“Kita minta perhatian serius Dinas PUPR Provinsi NTT agar menelusuri, mengecek secara detail mutu dsn spesifikasinya, terkait pekerjaan oleh pihak ke 3 atau kobtraktor, karena masih dalam masa pemeliharaan. Jangan sampai uang rakyat dirugikan akibat kerja asal-asal,” kata Patris Laliwolo.
Karena menurut Patris Laliwolo, untuk perbaikan ruas jalan tersebut hampir tiap tahun dianggarkan, tapi belum sampai 3 bulan sudah rusak. Ini harus jadi perhatian serius oleh dinas PUPR. Jika ada kelalaian maka pihak ke-3 dan dinas PUPR harus bertanggung jawab.
“Ini harus jadi perhatian serius dinas PUPR, jika ada kelalaian maka harus bertanggung jawab, pihak 3 dan dinasnya. Jika tidak maka harus didorong ke APH untuk menjaga uang negara agar tidak di rugikan,” kata Patris Laliwolo.
Sementara itu, seperti dikutip dari RakyatNTT.id pada Jumat 14 November 2025,, setiap kali diperbaiki (hotmix), tak lama pasti Jalan Pulau Indah rusak lagi. Begitu seterusnya. Penyebabnya diduga karena mobil tangki air yang keluar-masuk mengisi air di pangkalan Depo “Airel” Oesapa Barat.
Dengan tonase kendaraan yang berat serta tumpahan air dari truk dan mobil tangki, membuat badan jalan menjadi cepat rusak. Hanya saja, pemilik pangkalan Depo “Airel” yang coba dikonfirmasi wartawan di tempat usahanya, pada, Selasa (11/11/2025), tidak berhasil ditemui.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo yang dikonfirmasi wartawan terkait kerusakan Jalan Pulau Indah mengatakan, pihaknya bakal mengambil langkah tegas terhadap aktivitas usaha air minum yang menyebabkan kerusakan jalan di wilayah RT/003-RW/001, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
(*)









Komentar