TEROPONGNTT, KUPANG — PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melanjutkan kegiatan Safari Jurnalistik Media Kupang ke PLTU Timor 1 hari kedua dengan membawa 30 wartawan dari berbagai media ke lokasi PLTU Timor 1 di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada Rabu 22 Oktober 2025.
Kegiatan Safari Jurnalistik ke lokasi proyek strategis ketenagalistrikan ini sebagai upaya PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun sinergi dengan insan media.
Tujuannya adalah untuk memberikan informasi terkini kepada media mengenai perkembangan proyek strategis PLN di wilayah NTT, khususnya PLTU Timor 1, sebagai bagian penting dari upaya peningkatan keandalan pasokan listrik serta mendukung transisi menuju Energi Baru Terbarukan (EBT).
Dengan demikian, melalui kegiatan ini, PT PLN (Persero) UIP Nusra menunjukan secara langsung sistem kerja PLTU Timor 1 dan memberi kesempatan kepada awak media untuk memberitakan fakta yang ada.
Sementara kegiatan hari pertama Safari Jurnalistik Media Kupang ke PLTU Timor 1 pada Selasa 21 Oktober 2025 diisi dengan kegiatan Fun Sport Badminton dan Fun Sport Futsal, yang dilaksanakan di wilayah Kota Kupang,
Pada kegiatan Safari Jurnalistik hari kedua ini, para wartawan dari berbagai media baik cetak, elektronik, maupun online, diberi kesempatan berkunjung ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor 1 (2 × 50 MW) dan melihat langsung bagaimana PLTU tersebut beroperasi.
Sebelum berkeliling dan melihat dari dekat bagaimana PLTU Timor 1 (2 × 50 MW) beroperasi, para awak media terlebih dahulu mendapat penjelasan tentang sistem kerja PLTU Timor 1. Terutama tentang pentingnya kehadiran PLTU Timor 1 dalam rangka menjawabi kebutuhan Listrik masyarakat di wilayah Pulau Timor, dari Kupang hingga ke Kabupaten Belu dan Malaka.
Asisten Manager PLTU Timor 1 ( 2 x 50 MW) UPP Nusra 3, Asmar dalam pemaparannya menjelaskan, bahwa kapasitas daya listrik yang disuplai PLTU Timor 1 mencapai 100 megawatt ( 2 x 50 MW). Sehingga jika digabungkan dengan suplay daya Listrik dari PLTU Bolok dan pembangkit Listrik lainnya, maka kebutuhan Listrik masyarakat di Pulau Timor dapat terpenuhi.
Selain itu, Asmar juga menjelaskan tentang bagaimana PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara melalui PLTU Timor 1 membangun dan terus membina hubungan yang baik dengan warga sekitar melalui kegiatan CSR, sehingga warga sekitar mendapatkan manfaat lebih dari kehadiran proyek pembangkit Listrik di wilayah mereka.
Hal yang sama dijelaskan Manager Perizinan & Komunikasi PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara, Bobby Robson Sitorus. Menurut Sitorus, kapasitas suplay daya listrik dari PLTU Timor 1 mmencapai 80 persen dari kebutuhan Listrik masyarakat di Pulau Timor, Artinya PLTU Timor 1 memiliki fungsi penting dalam suplay daya Listrik di wilayah ini.
“PLTU Bolok mensuplai daya listrik sebesar 2 x 16 megawatt, tetapi PLTU Timor-1 mampu mensuplai daya Listrik hingga 100 megawatt (2 x 50 MW). Dan kedepannya, PLN pasti akan terus menambah pembangkit listrik sejalan dengan perkemabngan kebutuhan masyarakat akan layanan listrik,” kata Sitorus.
(*)









Komentar